FISIKA KELAS X
BAB II
V E K T O
R
![]() |

Tentunya Kamu
pernah mempelajari jurusan tiga angka di SMP. Gambar di atas menggambarkan arah
tiga kota yang menjadi rute penerbangan pesawat terbang. Kota 2 berarah 215° dari kota 1,
kota 3 berarah 300° dari kota 2,
dan kota 1 berarah 079° dari kota 3.
Jurusan tiga angka merupakan pelajaran vektor yang menyatakan arah dan besar
perpindahan.
Vektor
menyatakan arah dan besar suatu besaran. Jurusan tiga angka, Analisi ruang,
Navigasi penerbangan dan pelayaran selalu menggunakan vektor untuk keperluan
itu. Peralatan navigasi membutuhkan perhitungan vektoris yang sudah
dikalibrasikan dengan alat ukur sehingga menghasilkan keluaran manual atau
digital. Keluaran itu dapat dibaca pada
pada alat ukur yang menera besar dan arah secara bersamaan, sehingga
bermanfaat bagi orang yang memantaunya.
Tujuan Pembelajaran
·
Menjumlahkan dua vektor atau lebih dengan cara grafis maupun
analitis
·
Menghitung jumlah dan selisih vektor-vektor dua dimensi
·
Menjumlahkan vektor-vektor tiga dimensi menggunakan vektor satuan
|

Peta Konsep Bab 2


![]() |
![]() |
|||||||||
![]() |
||||||||||
![]() |
||||||||||
![]() |
||||||||||
Kata
Kunci (Key-words)
·
Cara Analitis
·
Cara Grafis
·
Cara Jajaran
Genjang
·
Cara Poligon
·
Cara Segitiga
·
Perkalian
Silang (cross product)
·
Perkalian
Titik (dot product)
·
Resultan
vektor
·
Skalar
·
Titik Tangkap
·
Vektor
·
Vektor Satuan
Daftar
Konstanta
Cepat rambat cahaya c 3,00 x 108
m/s
Konstanta Coulomb k 8,99 x 109
N.m2/C2
Konstanta gas umum R 8,314 J/K.mol
Konstanta gravitasi umum G 6,67 x 10-11
N.m/kg2
Muatan elektron e 1,60 x 10-19
C
BAB
II
VEKTOR
A. Pengertian Vektor
Penggolongan besaran-besaran dalam kehidupan
sehari-hari telah diketahui menjadi dua, yaitu besaran pokok dan besaran
turunan. Namun ada juga pengelompokan lain berdasarkan nilai dan arah besaran.
Penggolongan semacam ini membedakan besaran-besaran menjadi dua kelompok, yaitu
besaran skalar dan besaran vektor. Besaran skalar diartikan sebagai besaran
yang hanya memiliki nilai saja, sedangkan besaran vektor adalah besaran yang
memiliki nilai dan memiliki arah. Jarak termasuk besaran skalar, sedangkan
perpindahan dikatakan sebagai besaran vektor. Orang mengukur jarak adalah
menghitung seluruh lintasan gerak yang ditempuh, sedangkan mengukur perpindahan
berarti mengukur panjang dari titik awal ke arah titik akhir lintasan. Jadi
kalau seorang siswa berlari dari suatu sudut mengelilingi lapangan sepak bola
satu kali putaran, berarti Ia menempuh jarak
keliling lapangan sepak bola itu, tetapi dikatakan perpindahannya nol. Contoh
besaran skalar lainnya adalah panjang, massa, waktu, suhu,
kelajuan. perlajuan, usaha, daya sedangkan contoh besaran vektor diantaranya perpindahan,
kecepatan, percepatan, gaya, momentum dan sebagainya.
Gambar berikut ini merupakan besaran
vektor diantaranya kecepatan angin, kecepatan arus air laut yang menggerakkan
kapal laut, kecepatan pesawat tempur.

Tentu
saja kecepatan–kecepatan tersebut memiliki besar dan arah.
Gambar 1. Kecepatan
angin Gambar
2. Kecepatan pesawat
Menurut Alonso dan Finn, sebuah
vektor dapat digambarkan berupa anak panah atau ruas garis berarah. Panjang
anak panah atau ruas garis menyatakan nilai atau besar vektor, sedangkan arah
anak, panah menyatakan arah vektor.
Notasi besaran vektor dapat dinyatakan dengan huruf besar
atau huruf kecil yang diberi tanda panah di atasnya. Misalnya: vektor ab atau |AB|
B
A
B. Penjumlahan dan Pengurangan Vektor
Dua
buah vektor atau lebih dapat dijumlahkan atau dikurangi. Ada beberapa cara
penjumlahan dan pengurangan vektor.
1.
Cara
Grafis
Cara ini
menekankan pada cara menggambarnya. Yang termasuk dalam cara grafis adalah cara
poligon, cara segitiga dan cara jajaran genjang.
a.
Cara Poligon
Berikut ini adalah langkah-langkah penjumlah vektor
dengan cara poligon.
![]() |
|
|||||
|
|||||
Ø
gambarkan salah satu vektor yang kita pilih, misalnya vektor a
gambarkan salah satu vektor yang kita pilih, misalnya vektor a
Ø
|
berada diujung vektor a
Ø
|
Ø
Gambarkan resultan vektor r
yang merupakan jumlah dari vektor a, b
dan c
dengan cara menggambarkan vektor dari pangkal vektor a ke ujung vektor c, vektor resultan dinyatakan dengan besarnya atau penjang vektor
resultan dan arahnya sesuai dengan hasil dari gambar yang didapat, seperti
vektor berikut ini
Gambarkan resultan vektor r
yang merupakan jumlah dari vektor a, b
dan c
dengan cara menggambarkan vektor dari pangkal vektor a ke ujung vektor c, vektor resultan dinyatakan dengan besarnya atau penjang vektor
resultan dan arahnya sesuai dengan hasil dari gambar yang didapat, seperti
vektor berikut ini
|
b.
Cara Segitiga
Untuk cara segitiga, berlaku untuk
tiap-tiap dua vektor. Semua pangkal vektor-vektor yang akan dijumlahkan
digabung menjadi satu titik tangkap. Kemudian gambarkan vektor resultan dengan
menghubungkan kedua ujung vektor tersebut.
![]() |
|||
c.
Cara Jajaran Genjang
Untuk cara jajaran genjang, semua pangkal vektor-vektor yang akan
dijumlahkan digabung menjadi satu titik tangkap. Kemudian gambarkan vektor
bayangan masing-masing vektor. Selanjutnya gambarlah vektor resultan dari titik
tangkap ke perpotongan vektor bayangan. Perhatikan contoh penjumlahan vektor
secara jajaran genjang berikut ini.
![]() |
|||
|
|
Untuk vektor yang lebih dari dua;
pertama kali tentukan a + b terlebih dahulu, kemudian ( a + b ) + c, perhatikan
contoh berikut ini.
![]() |
|||
![]() |
|||
|
|||||
|
|||||
|



|
|
|
2. Cara analitis.
Masing-masing
vektor diuraikan menjadi komponen-komponen vektor searah sumbu x dan sumbu y
dari sistem koordinat Cartesius.

Vektor
|
a
|
v x =
v cos a
|
v y =
v sin a
|
v1
v2
v3
|
a1
a2
a3
|
v1 x
= v cos a1
v2 x
= v cos a2
v3 x
= v cos a3
|
v1 y
= v sin a1
v2 y
= v sin a2
v3 y
= v sin a3
|
åv x = ................
|
åv y = ................
|
||
Menurut
Bresnick besar Resultan vektor dan arah ditentukan dengan :
VR =
Arah
resultan : tg q = 
C. Vektor dalam Bidang Datar
Dengan
mendefinisikan vektor satuan i dan j yang masing-masing searah sumbu X dan Y,
untuk vektor dua dimensi akan berlaku r
= x i + y j . Misalnya posisi titik A
pada gambar 3 berikut ini.
|
|
|
|
|
|
Koordinat titik P(x, y, z) sebagai vektor tiga dimensi.
![]() |
j
Gambar 3. Vektor Dua
dimensi Gambar
4. Vektor Tiga Dimensi
1. Resultan Vektor-vektor dalam Bidang Datar 2 Dimensi (x,y)
a. Segaris

Besar resultan vektor a dan b dirumuskan:
|
Batas
besar resultan yang mungkin antara vektor a dan b adalah:
| a - b | <
r < a + b
|
|
|
|
c. Pengurangan Vektor
Selisih antara vektor a
dan b, besarnya dirumuskan:
|
a = sudut apit antara vektor a dan b
2.
Menguraikan vektor menjadi
komponen-komponen menurut sb. X dan sb. Y dalam satu bidang
Suatu vektor
a = sudut
apit antara v dan sumbu X positif
Apabila yang membentuk
sudut terhadap sumbu X lebih dari satu vektor maka:
Contoh soal:
1.
Dua buah vektor F1 = 5
N, F2 = 12 N membentuk sudut q = 600,
maka tentukan resultan dari F1
+ F2
Jawab :
|
R =
R =
=
= 15,94
![]() |
2.
Tentukan besar komponen gaya sumbu
X dan Y
Jawab
Fx = F cos q = 60 cos 60°
= 60 x 0,5 = 30 N
Fy
= F sin q =
60 sin 60° = 60 x 0,5
= 30
N
3.
Tentukan besar dan arah vektor
yang memiliki komponen-komponen sebagai berikut :
a.
Ax = 3 cm, Ay = 4 cm
b.
Fx = -3 N, Fy
=
N
Jawab:
a.
|
|
tg q =
=
(kuadran I) ® q = 530
b.
|
tg q =
=
(kuadrat II) ® q = 1500
4. Hitunglah resultan gaya pada
gambar di samping secara analitis!
Mengetahui: F1 = 40 N F2 = 60 N F3
= 30 N
Jawab:
Rx = F1 cos q° + F2 cos (120°) + F3
cos (240°)
= 40 . 1 + 60 . - 0,5 + 30 . – 0,5
= 40 -
30 – 15 = - 5
Ry =
F1 sin q° + F2 sin
(120°) + F3 sin (240°)
= 40 . 0 + 60 .
0,5 + 30 . – 0,5
= 0 + 30 – 15 = 15
|
Tugas
Kerjakan jawabannya
di buku tugasmu!
- Dua buah gaya searah dan satu garis kerja bekerja pada sebuah benda. Masing-masing gaya besarnya 50 N dan 20 N. Tentukan besar resultan gaya yang bekerja pada benda itu !
- Bagaimanakah menggambarkan gaya 8 N ke arah barat diteruskan gaya 6 N ke arah selatan secara vektor? Berapakah resultannya ?
- Tentukan resultan gaya-gaya yang saling tegak lurus seperti ditunjukkan gambar di bawah ini. Masing-masing gaya besarnya 20 N dan 50 N.

- Dua buah vektor F1 dan F2 saling membentuk sudut 120o. F1 = 50 N dan membentuk sudut 30o dengan Resultan kedua vektor, Hitunglah besar F2 dan R.
3.Vektor
Pada Sistem Koordinat Ruang ( x, y, z )
Telah
kamu lihat bagaimana suatu vektor
diuraikan atas komponen-komponen pada sumbu x dan sumbu y. Untuk vektor yang
terletak dalam ruang (3 dimensi), maka vektor dapat diuraikan atas
komponen-komponen pada sumbu x, y dan z.
![]() |
a, b, g = masing-masing sudut antara vektor A
dengan sumbu-sumbu x, y dan z
atau
Ax =
Ay
=
Az
=
|
Besaran
vektor A
dan
,
,
masing-masing vektor
satuan pada sumbu x, y dan z
4. Vektor Satuan
Vektor satuan adalah
vektor yang besarnya satu.
a.
Penjumlahan Vektor Satuan
Penjumlahan Vektor Satuan
Untuk bidang dimensi 2 v = vx
®
Untuk bidang dimensi 3 v = vx
®
Contoh:
a = 4
+2
-
a + b
= ( 4i +2 j - k ) + ( i - j +2 k )
b =
-
+ 2
=
(4 + 1)i + (2 -1)j + (-1 + 2)k
=
5
+
+

b.
Perkalian Vektor Satuan
Perkalian Vektor Satuan
Ø Perkalian titik (dot product)
Arah sumbu x = 
Arah sumbu y = 
Arah sumbu z = 
besar
satuan
Perkalian titik 2 vektor satuan sejenis
Perkalian titik 2 vektor satuan lain jenis
= 1 . 1 cos 0 = 1 . 1 cos 90
= 1 . 1 . 1 = 1 satuan = 1 . 1 . 0 = 0
satuan
![]() |
Jika vektor a diuraikan menjadi vektor
proyeksinya
|
![]() |
Arah ® tg a = 
Perkalian dot
vektor
dengan vektor
|
|
cos a =
Contoh 1:
=
+ 2
- 3
.
= (
+ 2
- 3k ) . ( -2
+
5
-
)
= ( -2 ) + ( 10 ) + (3 ) = 11
Contoh 2:
Dua vektor p = 3
- 4
dan q
= 4
-3
Hitung: a. p . q
b.
sudut apit antara p dan q
Jawab:
a.
p . q = (3
- 4
) . ( 4
-3
)
= ( 3 )( 4 ) + ( -4 )( -3 ) = ( 12 ) + ( 12 ) =
24
b.
p =
= 5
q =
= 5
bila
sudut apit antara p dan q adalah q, maka
p . q = p q cos q
cos q =
=
=
= 0,96
q = 16,26°
Ø Perkalian silang (cross
product)
- Perkalian silang 2 vektor satuan sejenis - Perkalian
silang 2 vektor satuan lain jenis
![]() |
![]() |
||
=
1 x 1 sin 0
x
=
0
x
=
-
x
= 
=
1 x 1 x 0 = 0 satuan
x
=
-
x
=
Memakai Determinan
Contoh:

-
(3)(3) -
(-4)(-4) -
(2)(2)
= 6
+ (-12)
+
8
-
9
+
8
- 4
= 14
- 16
-

Besar
x
= | a x b | =
= 
Memakai
Cara Praktis

= (y.r – q.z)
+ (z.p
–x.r)
+ (x.q
– y.p) 
Contoh:

Jawab:
= (2.1 – 2. -3)
+(-3.-3
- 1.1)
+ (1.2 – 2. -3) 
= 8
+ 8
+
8 
Tugas
Kerjakan penyelesaian soal-soal berikut di buku
tugasmu!
1. Dua vektor A = 3 i + 4 j
B =
- i
+ j
a.
Tentukan besar
dan arah resultannya!
b.
Tentukan besar
dan arah A - B
c.
Sudut antara A
dan B
2. Diketahui vektor- vektor:
A = 3 i
+ 4 j
-5 k dan
B = - i
+ j
+ 2 k
Tentukan :
a.
Besar
resultannya.
b.
Hal yang sama
bagi selisih A - B, dan
c.
Sudut
antara A dan B
3. Diketahui: A
= 2 i + 3 j
B = - i
+ j
Hitunglah : a. A – B
b.
A x B
c.
Sudut antara A dan B
Kegiatan Percobaan
|
A.
Judul Percobaan : Penjumlahan Vektor
B.
Petunjuk Belajar : 1. Baca literatur yang berkaitan dengan
vektor
2. Baca teori sebelum melakukan percobaan
3. Baca petunjuk percobaan sesuai dengan urutan
langkah yang disajikan
4.
Buatlah laporan hasil pekerjaan (tugas individual) dan kumpulkan kepada guru.
C.
Alat-alat dan Bahan : 1. pegas Newton 4. bensin
2.
mikrometer sekrup 5. kertas
HVS
3.
neraca 8.
katrol dan beban
D.
Informasi
- Vektor adalah besaran fisika yang memiliki nilai dan arah
- Contoh-contoh besaran vektor adalah gaya, kecepatan, arus listrik, percepatan, dan lain-lain.
- Nilai vektor ditentukan oleh panjang garis dan arah vektor ditentukan oleh arah panah.
- Dua vektor atau lebih dapat dijumlahkan atau dikurangkan
- Hasil penjumlahan dapat bernilai lebih besar atau lebih kecil dari komponen vektornya.
E.
Langkah- langkah Kerja :
Langkah- langkah Kerja :- Sudut antara F1 dan F2 = 0 = 90° dan 60°
a.
Susun alat bahan seperti gambar
b.
Catat besarnya F1, F2
dan F3 yang
ditunjukkan ketiga neraca ke dalam tabel
c.
Lakukan beberapa kali dengan F1
dan F2
yang berbeda-beda
0 = 90 0 0 = 60 0
No.
|
F1
|
F2
|
F3
|
F3
|
No.
|
F1
|
F2
|
F3
|
F3
|
|
F.
Kesimpulan : .........................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
Analisa
Lakukan analisa setiap
persoalan berikut, dan buatlah
penyelesaiannya, bila dipandang perlu lakukan dengan perhitungan. Buatlah di
buku tugasmu!
1. Siswa kelas XA kebingungan mendapatkan lima macam contoh
besaran skalar dan lima contoh besaran vektor. Coba, bantulah siswa tersebut
mengatasi kebingungannya
2. Pada alat speedometer seorang sopir dapat membaca besaran yang
diinginkan. Besaran apakah yang dimaksud ?
3.
Tentukan resultan vektor berikut
secara grafis dengan
A
Tentukan resultan vektor berikut
secara grafis dengan
A
a. Metode Poligon :
A + B + C + D dan A - B
b. Metode Jajaran Genjang : A + B
+ C
c. Metode analitis A + B + C + D
B C D
4. Sebuah Perahu motor akan
menyeberang sungai yang lebarnya 35
dengan kecepatan arus
air sungai 3 m/s . Jika kecepatan perahu untuk menyeberang 5 m/s.dengan arah 60°
terhadap arah arus sungai. Maka tentukan :
a. Kecepataran resultan
perahu motor ketika menyeberang sungai.
b. Lamanya perahu menyeberang.
5. Pada gambar disamping,
Tentukan komponen y
vektor
gaya F = 10 N menurut sumbu x dan y F
30°
x
Tentukan
besar resultan vektor A + B
|
A
B
7. Usaha W didefinisikan sebagai perkalian titik
dari vektor gaya
dengan vektor perpindahan
. W =
.
Tentukan besarnya usaha W, jika
8. Suatu vektor gaya
=
+
2
+
3
N bekerja pada suatu poros dengan lengan
momen
= 3
+
2
+
m, sehingga menghasilkan momen gaya
. Momen gaya didefinisikan sebagai perkalian silang vektor
gaya dengan vektor lengan momen.
atau momen gaya
= F x
. Tentukan besarnya momen gaya
tersebut.
9. Dua buah
vektor F1 dan F2 saling membentuk sudut 120o.
F1 = 50 N dan membentuk sudut 30o dengan resultan kedua
vektor, hitunglah besar F2 dan R.
10. Sebuah
benda ditarik oleh dua buah gaya masing-masing besarnya 10 newton. Kedua gaya
itu membentuk sudut 600. Berapakah besar resultan kedua gaya
tersebut ?
Rangkuman
1.
Besaran Skalar adalah besaran yang hanya ditentukan oleh
besarnya atau nilainya saja.
Contoh :
panjang, massa, waktu, kelajuan, dan sebagainya.
2.
Besaran Vektor adalah besaran yang selain ditentukan
oleh besarnya atau nilainya, juga ditentukan oleh arahnya.
Contoh :
kecepatan, percepatan, gaya dan sebagainya.
3. Sifat-sifat
vektor.
a.
+
=
+
Sifat komutatif.
b.
+
(
+
) = (
+
) +
Sifat assosiatif.
c. a (
+
) = a
+
a 
d. /
/ + /
/
/
+
/
4. Resultan Dua
Vektor
a. Cara Jajaran genjang
α = sudut antara A dan B
/
/ = 
arahnya :

b. Cara Poligon
![]() |
c. Cara Analitis

Vektor sudut vx = v cos
vy = v sin 
V1
vx = v cos
vy = v sin 
V2
vx = v cos
vy = v sin 
V3
vx = v cos
vy = v sin 
Resultan /
R / =
Arah resultan : tg
= 
5. Vektor Pada
Sistem Koordinat Ruang ( x, y, z )
Besar vektor A
dan
,
,
masing-masing vektor satuan pada sumbu x, y
dan z
6. Perkalian Vektor
a.
Perkalian
vektor dengan skalar.
Suatu vektor jika dikalikan dengan suatu
besaran skalar maka hasilnya adalah suatu vektor.
b.
Perkalian
vektor dengan vektor.
Dalam perkalian vektor dengan vektor, kita mengenal dua
bentuk perkalian , yaitu :
1) Perkalian titik (Dot
Product)
2) Perkalian silang (Cross
Product)
7.
Dalam Perkalian
Titik antara vektor A dengan vektor B akan diperoleh besaran
skalar.
Contoh :
·
= C
C besaran skalar yang besarnya C = /
/ · /
/ cos q
dengan q adalah
sudut antara
dengan 
8.
Dalam Perkalian
Silang antara vektor A dengan vektor B akan diperoleh
besaranvektor.
Contoh :
x
= 
dengan q adalah
sudut antara
dengan 
Tugas
Akhir Bab 2
Kerjakan penyelesaian permasalahan berikut di buku tugasmu!
- Sebuah bola tenis dikenai tiga buah gaya seperti ditunjukkan pada gambar di bawah ini. Buatlah pemisalan sendiri besar ketiga gaya yang bekerja pada bola tenis. Menurut datamu, kemana arah resultan gayanya ? Kemana arah gerak bola tenis tersebut ?
- Carilah resultan gaya gambar di bawah ini dengan cara analitis !
3. Hitunglah
resultan gaya dari gambar di samping ini !
4. Berapakah kecepatan resultan perahu boat dan berapa sudut simpangnya
dari arah sumbu +y ?
Info
Tambahan
Sebuah program komputer yaitu
Aplikasi Vektor telah diciptakan untuk mempermudah pekerjaan manusia. Dengan
program ini orang dapat bekerja menggunakan berbagai kaidah vektor. Bahkan
dapat pula digunakan untuk membuat ilustrasi gedung misalnya. Hasilnya
seperti pada gambar di bawah ini
Soal Latihan Akhir Bab 2
Soal Pilihan Ganda
Pilihlah salah satu jawaban yang benar
1. Jika vektor F1 = 8 N, vektor F2
= 6 N mempunyai titik tangkap sama membentuk sudut 60o, besarnya
resulatan kedua vektor tesebut adalah …N
a 3
b. 2
c. 2
d. 4
e. 3
2. Berapa sudut yang dibentuk
oleh dua buah vektor gaya masing-masing 12 N dan 10 N yang tertitik tangkap
sama. Jika besar resultannya 2
adalah …
a 30o b. 450 c. 600 d. 1200 e. 1500
3. Dua buah vektor F1 = 9 N dan
F2 = 24 N yang bertitik tangkap sama dan membentuk sudut 600 .
Berapakah besar selisih kedua vektor tersebut.
a 15 N b. 20 N c. 21 N d.
31 N e. 41 N

4. Perhatikan gambar percobaan vektor gaya resultan R = F1 +
F2 dengan menggunakan 3 neraca pegas berikut ini.
1.
2. 3.
. 5 N
5 N 4 N
3 N
8 N
8 N
5 N
5
N tg
= 3/4 8 N tg
= 3/4
yang sesuai dengan rumus vektor gaya
resultan secara analitis adalah gambar…
a. 1, 2 dan 3 b. 1 c.1
dan 2 d. 1 dan 3 e. 2
5. Perhatikan diagram-diagram vektor
berikut ini
C A
A
A B C B
B C
(1) (2) (3)
C
B
A A (5)
(4)
B C
Diagram
vektor di atas yang menunjukkan C = A – B adalah …
a. (1 ) b. (2) c. (3) d.
(4) e. (5)
6. Dari tiga buah vektor gaya berikut
ini, besarnya resultan gaya adalah ….N
a. 20
b. 25
30o F1 = 30 N
c. 30
60o
d. 45
e. 60 60o
F3 = 10 N
7.
Sebuah gaya F = (2i + 3j) N melakukan usaha dengan titik tangkapnya berpindah menurut r = (4 i + a j) m dan vektor i dan j berturut-turut adalah vektor satuan yang
searah dengan sumbu x dan sumbu y pada koordinat Cartesian. Bila usaha itu
bernilai 26 J maka nilai a sama dengan …
a.
5
b. 6 c.
7 d. 8 e. 12
8. Dua buah vektor F1 dan F2 bertitik
tangkap sama saling mengapit sudut A. Ternyata dipenuhi [ F1 + F2] = [F1 – F2],
maka besarnya sudut A adalah …..
a. 1800 b. 1200 c.900
d. 600 e.
00
9. Besar resultan gaya pada gambar
di bawah ini adalah …
F2 = 3 N
F3 = 5
N
a. 8 N b. 6 N c. 5 N d.
3 N e. 2 N
10. Sebuah perahu menyeberangi sungai
yang lebarnya 180 meter dan kecepatan arus airnya 4 m/s. bila perahu di arahkan
menyilang tegak lurus sungai dengan kecepatan 3 m/s, maka setelah sampai
diseberang perahu telah menempuh lintasan sejauh …. meter
a.
100
b.
240
c.
300
d.
320
e.
360
11. Vektor F1 = 20 N
berimpit sumbu x positif, Vektor F2 = 20 N bersudut 120O
terhadap F1 dan F3
= 24 N bersudut 240 derajat terhadap F1.
Resultan
ketiga gaya pada pernyataan di atas adalah :
a.
4 N searah F3
b.
4 N berlawan arah dengan F3
c.
10 N searah F3
d.
16 N searah F3
e.
16 N berlawanan arah dengan F3
12. Dua buah gaya bernilai 4 N dan 6 N.
Resultan gaya tersebut tidak mungkin bernilai ….N
a.
1
b.
2
c.
4
d.
6
e.
10
13. Jika sebuah vektor dari 12
diuraikan menjadi dua buah vektor yang saling tegak lurus dan yang sebuah dari
padanya membentuk sudut 30o dengan vektor itu, maka besar
masing-masing adalah :
a.
3 N dan 3
N
b.
3 N dan 3
N
c.
6 N dan 3
N
d.
6 N dan 6
N
e.
6 N dan 6
N
14. Dari hasil pengukuran di bawah ini
yang termasuk vektor adalah …
a.
Gaya, daya dan usaha
b.
Gaya, berat dan massa
c.
Perpindahan, laju dan kcepatan
d.
Kecepatan, momentum dan berat
e.
Percepatan, kecepatan dan daya
15. Dua buah vektor gaya
masing-masing F1 = 10 N dan F2
= 10 N, Resultannya 10 N, maka sudut apit kedua vektor tersebut adalah ….
a. 1200 b. 900 c. 600 d. 450 e. 300
Soal Uraian
Kerjakan soal-soal di bawah ini dengan benar!
1.
Dua vektor gaya A dan B
saling mengapit sudut 1200. Resultan yang terbentuk membentuk sudut
600 terhadap vektor A. Tentukan besarnya vektor A dan B, bila
resultan kedua vektor tersebut 20 N !
2.
Dua vektor setitik tangkap F1
mendatar yang besarnya 10 N. Sudut antara resultan R dengan F2
= 30°. Jika besar resultan vektor tersebut
newton, maka
tentukan:
a. sudut antara F1 dan F2
b. sudut antara F1 dan R
c. besarnya F2
3.
Lima gaya pada bidang datar
setitik tangkap masing-masing besarnya sama dengan 10 N. Vektor – vektor
tesebut terhadap sumbu X positif membentuk sudut 30°, 60°,
210°, 240°, dan 330°. Tentukan besar resultan
dan arahnya terhadap sumbu X positif!
4.
Lima buah
gaya tersusun seperti pada gambar.
Lima buah
gaya tersusun seperti pada gambar.
Tentukan:
a. Harga resultan dari gaya-gaya itu
b. Arah resultan terhadap sumbu X positif
c. Memakai cara apakah menurutmu yang paling kamu sukai ?
5.
Isilah titik-titik berikut ini
untuk :
![]() |
a. 8 satuan 4
b. 6 satuan 2
c. 5 satuan 10 satuan 600 ...............
d. 3 satuan 4 satuan 900 ...............
|
6.
Dua vektor dari 4 satuan dan 3
satuan yang bertitik tangkap di suatu titik, menghasilkan vektor resultan
sebesar
satuan. Hitunglah
sudut yang di bentuk oleh kedua vektor tersebut.
7.
Sebuah perahu bergerak arah utara
dengan kecepatan 12 km/jam mendapat dorongan dari angin arahnya ke barat dengan
kecepatan 5 km/jam. Tentukan kecepatan perahu dan arahnya
8.
Dari titik A, Badu berjalan menuju
arah Timur sejauh 5 km sampai di titik B dan melanjutkan perjalanannya dengan
arah Utara sejauh 10 km sampai di titik C. Berapakah jarak AC ?
9.
Dua buah vektor v1 = 2
satuan dan v2 = a satuan bertitik tangkap pada
suatu titik. Jika jumlah kedua vektor itu 6
satuan, dan membentuk
sudut 600. Berapa nilai a?
10. Tiga buah vektor bertitik tangkap sama dan sebidang. v1 = 16
satuan; v2 = 8 satuan. Sudut antara v1 dan v2
adalah 1200. Jika resultan ketiga vektor tersebut adalah nol.
Berapakah besarnya v3 dan berapa besar sudut yang dibentuk oleh v1
dan v3 ?
11. Gambarkan :
a.
b.
2
|
![]() |
12. Empat buah vektor bertitik tangkap di titik 0 pada susunan salib sumbu
Cartesius. v1 berimpit dengan sumbu x+ besarnya 3 satuan
v2 membentuk sudut 450 dengan sumbu x+
besarnya 4 satuan, v3 besarnya 5 satuan dan membentuk sudut 1500
dengan sumbu x+ dan v4 besarnya 6 satuan, membentuk sudut
2400 dengan sumbu x+. Gambarkan resultan keempat gaya
tersebut dan hitung besarnya. (v6 = 2,45 ; v3 = 1,73 ; v2
= 1,41)
13. Lima buah vektor bertitik tangkap di 0 pada koordonat kartesius. Sudut
yang dibentuk oleh masing-masing vektor dengan sumbu x+ serta besar
vektor tersebut adalah sebagai berikut :
v1 450 14 satuan
v2 600 20 satuan
v3 1800 18 satuan
v4 2100 30 satuan
v5 3000 16 satuan
Tentukan resultan dari kelima vektor tersebut.
14. Dua buah gaya F1 dan F2 saling membentuk sudut
600. Resultan kedua gaya tersebut 28
N. Jika F1 : F2 = 5 : 3 maka berapa besar masing-masing F1
dan F2 tersebut?
15. Dua buah vektor gaya F1 dan F2 bertitik tangkap
sama masing-masing sebesar 8 N dan 3 N
saling mengapit sudut 600, tentukan selisih kedua vektor gaya tersebut !
16. Dua buah vektor gaya F1 dan F2 saling membentuk
sudut 1200 akan memberikan
resultan = 25 N. Jika sudut antara F1 dengan resultan gaya
adalah 600. Tentukan besar vektor gaya F1 dan F2 !
17. Sebuah titik A ( 0,4 ) dan sebuah titik B ( 3,4 ) pada sisitem
koordinat cartesius. Jika a = OA
dan b = OB, maka carilah :
a. Besar vektor a
b. Besar vektor b
c. Besar penjumlahan
vektor a dan b
d. Besar pengurangan
vektor a dan b
18. Tiga gaya K1, K2 dan K3 bekerja pada sebuah
titik dan besar K1 = 10 N, K2 = 5N dan K3 = 5V3. Jika sudut K1
= 00 terhadap sumbu x ; K2 = 1200 terhadap K1
; K3 = 900 terhadap K2. Berapa besar resultan
ketiga gaya tersebut.
19. Dua buah vektor A = 2
+ 3
+ 4
dan B =
- 2
+ 3
a. Tentukan besar tiap vektor.
b. Tulis pernyataan untuk jumlah vektor A+B dengan
menggunakan vektor satuan.
c. Tentukan besar dan arah jumlah vektor A+B
d. Tulis pernyataan untuk selisih vektor A-B dengan
menggunakan vektor-vektor
satuan.
e. Tentukan besar dan arah selisih vektor A-B
f. Tentukan A · B
g. Tentukan A x B
20. Tentukan sudut apit antara vektor a = 2
+ 3
+ 4
dan B = -
- 2
+ 2
!
Glosarium
·
Cara Analitis
= cara menjumlahkan vektor-vektor dengan menyatukan semua vektor dalam satu
titik tangkap di pangkal koordinat dan menguraikannya menjadi komponen mendatar
dan vertikal. Kemudian menghitung resultannya dengan teorema pithagoras.
·
Cara Grafis =
cara menjumlahkan vektor-vektor dengan menggambarkan kemudian mengukur atau
menghitung resultannya.
·
Cara Jajaran
Genjang = salah satu cara grafis dengan mempertemukan vektor-vektor pada satu
titik tangkap dan membuat vektor-bayangannya. Kemudian menghubungkan titik
tangkap dengan perpotongan bayangan itu.
·
Cara Poligon
= salah satu cara grafis
denganmempertemukan ujung dan pangkal tiap-tiap vektor. Kemudian menghubungkan
pangkal mula-mula dengan ujung vektor akhir .
·
Cara Segitiga
= salah satu cara grafis dengan mempertemukan vektor-vektor pada satu titik
tangkap, dan menghubungkan ujung-ujung kedua vektor.
·
Perkalian
Silang (cross product) = cara perkalian vektor-vektor yang menghasilkan bentuk
vektor.
·
Perkalian
Titik (dot product) = cara perkalian vektor-vektor yang menghasilkan bentuk
skalar.
·
Resultan
vektor = penjumlahan vektor-vektor.
·
Skalar =
besaran yang hanya memiliki arah.
·
Titik Tangkap
= titik pertemuan pangkal vektor-vektor.
·
Vektor =
besaran yang memiliki besar dan arah.
·
Vektor Satuan
= vektor yang besarnya satu meliputi i, j, k.
Indeks Subjeks Halaman
·
Analitis 59
·
Determinan 66
·
Grafis 57
·
Jajaran Genjang 58
·
Perkalian Cross 66
·
Perkalian Titik 64
·
Poligon 57
·
Resultan 58
·
Segitiga 58
·
Vektor 56
·
Vektor Satuan 64
Indeks
Author Halaman
·
Alonso & Finn 57
·
Bresnick 59
Daftar
Pustaka
Alonso,
Marcelo & Edward J. Finn (1992), Dasar-dasar Fisika Universitas, Edisi Kedua, Jakarta,
Penerbit Erlangga.
Bresnick,
Stephen D. (2002), Intisari Fisika, Jakarta, Hipokrates.
RSS Feed
Twitter
20.38
Unknown
























Posted in
0 komentar:
Posting Komentar