FISIKA KELAS X
BAB
IX
KONSEP
DASAR GELOMBANG ELEKTROMAGNETIK

Pernahkah kamu membayangkan jika dunia ini
tanpa cahaya? Akankah kamu
dapat melakukan aktivitas? Tentu jawabnya tak mungkin ada aktivitas, karena
untuk melakukan aktvitas manusia perlu tahu tentang keadaan di sekelilingnya. Benda-benda
untuk dapat terlihat harus memantulkan cahaya. Tanpa cahaya kamu tak pernah
tahu dan tak pernah melihat apa sebenarnya yang ada di sekitarmu. Cahaya
termasuk salah satu spektrum gelombang elektromagnetik dapat dilihat oleh mata.
Gelombang elektromagnetik memiliki rentang spektrum dari sinar gamma sampai
gelombang radio. Banyak aplikasi teknologi yang berdasar konsep gelombang
elektromagnetik ini. Pulsa handphone antara lain dikirim dalam bentuk gelombang
elektromagnetik. Ketika kamu berkomunikasi dengan HP gelombang suaramu diubah
menjadi gelombang elektromagnetik oleh sistem relay sehingga pihak yang kamu
ajak komunikasi dapat mendengar suaramu. Di bab akan diperdalam gelombang
elektromagetik
Dapat download disini
Dapat download disini
BAB IX
KONSEP DASAR
GELOMBANG ELEKTROMAGNETIK

![]() |

Bermula dari banyak pendapat mulai dari Al
hasan, Aristoteles, Newton, Planck, Maxwell dan yang lain diyakini spektrum
gelombang elektromagnetik adalah berkecepatan cahaya. Perkembangan teori,
prinsip, dan konsep gelombang elektromagnetik menghasilkan teknologi tentang
gelombang elektromagnetik yang bermanfaat. Aplikasi gelombang elektromagnetik pada berbagai bidang memungkinkan manusia
berbuat banyak. Diantaranya bidang telekomunikasi antar wilayah global, bahkan
menembus ruang angkasa. Peranan satelit komunikasi relai yang menangkap
gelombang elektromagnetik dan memantulkannya kembali bermanfaat bagi penyiaran gelombang
TV, gelombang radio dan gelombang mikro. Dalam bab ini kamu akan memperdalam spektrum
dan aplikasi gelombang elektromagnetik.
Peta Konsep Bab 9
![]() |
![]() |
|||||||||||||||
![]() |
||||||||||||||||
![]() |
||||||||||||||||
![]() |
![]() |
|||||||||||||||
![]() |
![]() |
![]() |
||||||||||||||







Tujuan
Pembelajaran
·
Mendeskripsikan spektrum gelombang elektromagnetik
·
Menerapkan gelombang elektromagnetik dalam kehidupan
sehari-hari
|
Penelaahan dalam jangka waktu lama dari gelombang
elektromagnetik seiring penyelidikan tentang cahaya mendatangkan pemahaman
benar tentang hakekat gelombang elektromagnetik. Spektrum gelombang
elektromagnetik telah berhasil dipetakan antara lain terdiri dari sinar gamma,
sinar X, sinar ultraviolet, cahaya tampak, sinar inframerah, gelombang
mikro, gelombang radar, gelombang TV,
dan gelombang radio.Masing-masing memiliki karakteristik yang spesifik dan
memiliki kegunaan tertentu.
A. Spektrum Gelombang
Elektromagnetik
1. Hakikat
Gelombang Elektromagnetik
Pada pertengahan abad ke sepuluh seorang ilmuwan Mesir di Iskandaria
yang bernama Al Hasan (965-1038)
mengemukakan pendapat bahwa mata dapat melihat benda-benda di sekeliling karena
adanya cahaya yang dipancarkan atau dipantulkan oleh benda-benda yang
bersangkutan masuk ke dalam mata. Teori ini akhirnya dapat diterima oleh orang
banyak sampai sekarang ini.
Beberapa teori-teori
yang mendukung pendapat Al Hasan diantaranya adalah
a.
Teori Emisi atau Teori Partikel
Sir Isaac
Newton (1642-1727) merupakan ilmuwan berkebangsaan Inggris yang mengemukakan
pendapat bahwa dari sumber cahaya dipancarkan partikel-partikel yang sangat
kecil dan ringan ke segala arah dengan kecepatan yang sangat besar. Bila
partikel-partikel ini mengenai mata, maka manusia akan mendapat kesan melihat
benda tersebut.
Alasan dikemukakanya teori ini adalah sebagai
berikut:
·
Karena
partikel cahaya sangat ringan dan berkecepatan tinggi maka cahaya dapat
merambat lurus tanpa terpengaruh gaya gravitasi bumi.
·
Ketika cahaya mengenai permukaan yang halus maka
cahaya akan akan dipantulkan dengan sudut sinar datang sama dengan sudut sinar
pantul sehingga sesuai dengan hukum pemantulan Snellius. Peristiwa pemantulan
ini dijelaskan oleh Newton
dengan menggunakan bantuan sebuah bola
yang dipantulkan di atas bidang pantul.
·
Alasan berikutnya adalah pada peristiwa
pembiasan cahaya yang disamakan dengan peristiwa menggelindingnya sebuah bola
pada papan yang berbeda ketinggian yang dihubungkan dengan sebuah bidang
miring. Dari permukaan yang lebih tinggi bola digelindingkan dan akan terus
menggelinding melalui bidang miring sampai akhirnya bola akan menggelinding di
permukaan yang lebih rendah. Jika diamati perjalanan bola, maka sebelum
melewati bidang miring lintasan bola akan membentuk sudut α terhadap garis
tegak lurus pada bidang miring. Setelah melewati bidang miring lintasan bola
akan membentuk sudut β terhadap garis tegak lurus pada bidang miring. Jika
permukaan atas dianggap sebagai udara dan permukaan bawah dianggap sebagai air
serta bidang miring merupakan batas antara udara dan air, gerak bola dianggap
sebagai jalannya pembiasan cahaya dari udara ke air, maka Newton menganggap
bahwa kecepatan cahaya dalam air lebih besar dari pada kecepatan cahaya dalam
udara.
Pendapat ini
masih bertahan hingga akhirnya seorang ahli fisika Prancis, Jean Focault (1819
– 1868) melakukan percobaan tentang pengukuran kecepatan cahaya dalam berbagai
medium. Dalam percobaannya Jeans Focault mendapatkan kesimpulan bahwa kecepatan
cahaya dalam air lebih kecil dari pada kecepatan cahaya dalam udara.
b.
Teori Gelombang
Menurut Christian Huygens (1629-1695) seorang ilmuwan berkebangsaan
Belanda, bahwa cahaya pada dasarnya sama dengan bunyi dan berupa gelombang. Perbedaan cahaya dan bunyi
hanya terletak pada panjang gelombang dan frekuensinya.
Pada teori
ini Huygens menganggap bahwa setiap
titik pada sebuah muka gelombang dapat dianggap sebagai sebuah sumber gelombang
yang baru dan arah muka gelombang ini selalu tegak lurus tehadap muka gelombang
yang bersangkutan.
Pada teori
Huygens ini peristiwa pemantulan, pembiasan, interferensi, ataupun difraksi
cahaya dapat dijelaskan secara tepat, namun dalam teori Huygens ada
kesulitan dalam penjelasan tentang sifat
cahaya yang merambat lurus.
c.
Teori Elektromagnetik
Percobaan
James Clerk Maxwell (1831 – 1879)
seorang ilmuwan berkebangsaan Inggris (Scotlandia) menyatakan bahwa cepat
rambat gelombang elektromagnetik sama dengan cepat rambat cahaya yaitu 3x108
m/s, oleh karena itu Maxwell berkesimpulan bahwa cahaya merupakan gelombang
elektromagnetik. Kesimpulan Maxwell ini di dukung oleh :
·
Seorang
ilmuwan berkebangsaan Jerman, Heinrich Rudolph Hertz (1857 – 1894) yang
membuktikan bahwa gelombang elektromagnetik merupakan gelombang tranversal. Hal
ini sesuai dengan kenyataan bahwa cahaya dapat menunjukkan gejala polarisasi.
Seorang
ilmuwan berkebangsaan Jerman, Heinrich Rudolph Hertz (1857 – 1894) yang
membuktikan bahwa gelombang elektromagnetik merupakan gelombang tranversal. Hal
ini sesuai dengan kenyataan bahwa cahaya dapat menunjukkan gejala polarisasi.
·
Percobaan seorang ilmuwan berkebangsaan Belanda,
Peter Zeeman (1852 – 1943) yang menyatakan bahwa medan magnet yang sangat kuat dapat
berpengaruh terhadap berkas cahaya.
·
Percobaan
Stark (1874 – 1957), seorang ilmuwan berkebangsaan Jerman yang mengungkapkan
bahwa medan
listrik yang sangat kuat dapat mempengaruhi berkas cahaya.
Percobaan
Stark (1874 – 1957), seorang ilmuwan berkebangsaan Jerman yang mengungkapkan
bahwa medan
listrik yang sangat kuat dapat mempengaruhi berkas cahaya.
d.
Teori Kuantum
Teori
kuantum pertama kali dicetuskan pada tahun 1900 oleh seorang ilmuwan
berkebangsaan Jerman yang bernama Max Karl Ernst Ludwig Planck (1858 – 1947).
Dalam percobaannya Planck mengamati sifat-sifat termodinamika radiasi
benda-benda hitam hingga ia berkesimpulan bahwa energi cahaya terkumpul dalam
paket-paket energi yang disebut kuanta atau foton. Dan pada tahun 1901 Planck
mempublikasikan teori kuantum cahaya yang
menyatakan bahwa cahaya terdiri dari peket-paket energi yang disebut
kuanta atau foton. Akan tetapi dalam teori ini paket-paket energi atau partikel
penyusun cahaya yang dimaksud berbeda dengan partikel yang dikemukakan oleh Newton . Karena foton
tidak bermassa sedangkan partikel pada teori Newton
memiliki massa
Pernyataan
Planck ternyata mendapat dukungan dengan adanya percobaan Albert Einstein pada
tahun 1905 yang berhasil menerangkan gejala fotolistrik dengan menggunakan
teori Planck. Fotolistrik adalah peristiwa terlepasnya elektron dari suatu
logam yang disinari dengan panjang gelombang tertentu. Akibatnya percobaan
Einstein justru bertentangan dengan pernyataan Huygens dengan teori
gelombangnya.Pada efek fotolistrik, besarnya kecepatan elektron yang terlepas
dari logam ternyata tidak bergantung pada besarnya intensitas cahaya yang
digunakan untuk menyinari logam tersebut. Sedangkan menurut teori gelombang
seharusnya energi kinetik elektron bergantung pada intensitas cahaya.
Kemudian dari seluruh teori-teori cahaya yang muncul dapat disimpulkan
bahwa cahaya mempunyai sifat dual (dualisme cahaya) yaitu cahaya dapat bersifat
sebagai gelombang untuk menjelaskan peristiwa interferensi dan difraksi tetapi
di lain pihak cahaya dapat berupa materi tak bermassa yang berisikan
paket-paket energi yang disebut kuanta atau foton sehingga dapat menjelaskan
peristiwa efek fotolistrik.
2. Gelombang Elektromagnetik
Beberapa kaidah tentang kemagnetan dan kelistrikan yang mendukung
perkembangan konsep gelombang elektromagnetik antara lain:
1. Hukum Coulomb
mengemukakan : “Muatan listrik
statik dapat menghasilkan medan
listrik.”.
2. Hukum Biot & Savart
mengemukakan : “Aliran muatan listrik
(arus listrik) dapat menghasilkan medan magnet”.
3. Hukum Faraday
mengemukakan :
“Perubahan medan magnet dapat
menghasilkan medan
listrik”.
Berdasarkan
Hukum Faraday, Maxwell mengemukakan hipotesa sebagai berikut: ”Perubahan medan listrik dapat menimbulkan medan magnet”. Hipotesa ini sudah teruji dan
disebut dengan Teori Maxwell. Inti
teori Maxwell mengenai gelombang elektromagnetik adalah: - Perubahan medan listrik dapat menghasilkan medan magnet.
- Cahaya termasuk gelombang elektromagnetik. Cepat rambat gelombang elektromagnetik (c) tergantung dari permitivitas (e) dan permeabilitas (μ) zat.
Menurut Maxwell,
kecepatan rambat gelombang elektromagnetik dirumuskan sebagai berikut c = 
Ternyata
perubahan medan listrik menimbulkan medan magnet yang tidak
tetap besarannya atau berubah-ubah. Sehingga perubahan medan
magnet tersebut akan menghasilkan lagi medan
listrik yang berubah-ubah.
Proses
terjadinya medan listrik dan medan magnet berlangsung secara bersama-sama
dan menjalar kesegala arah. Arah getar vektor medan
listrik dan medan
magnet saling tegak lurus. Jadi gelombang elektromagnetik adalah gelombang yang
dihasilkan dari perubahan medan magnet dan medan listrik secara berurutan, dimana arah getar vektor medan listrik dan medan
magnet saling tegak lurus.


E = medan
listrik (menjalar vertikal)
B = medan
magnet (menjalar horizontal.)
Gejala seperti
ini disebut terjadinya gelombang elektromagnetik (= gelombang yang mempunyai medan magnet dan medan
listrik).
Bila dalam kawat PQ terjadi perubahan-perubahan
tegangan baik besar maupun arahnya, maka dalam kawat PQ elektron bergerak
bolak-balik, dengan kata lain dalam kawat PQ terjadi getaran listrik. Perubahan
tegangan menimbulkan perubahan medan listrik
dalam ruangan disekitar kawat, sedangkan perubahan arus listrik menimbulkan
perubahan medan
magnet. Perubahan medan listrik dan medan
magnet itu merambat ke segala jurusan. Karena rambatan perubahan medan magnet dan medan
listrik secara periodik maka rambatan perubahan medan
listrik dan medan
magnet lazim disebut gelombang elektromagnetik.
(GEM)
Percobaan-percobaan
yang teliti membawa kesimpulan :
1.
Pola gelombang
elektromagnetik sama dengan pola gelombang transversal dengan vektor perubahan medan listrik tegak lurus pada vektor perubahan medan magnet.
Pola gelombang
elektromagnetik sama dengan pola gelombang transversal dengan vektor perubahan medan listrik tegak lurus pada vektor perubahan medan magnet.
2. Gelombang
elektromagnetik menunjukkan gejala-gejala pemantulan, pembiasan, difraksi, polarisasi
seperti halnya pada cahaya.
3.
Diserap oleh konduktor dan diteruskan oleh isolator.
Gelombang
elektromagnetik lahir sebagai paduan daya imajinasi dan ketajaman akal pikiran
berlandaskan keyakinan akan keteraturan dan kerapian aturan-aturan alam.
Hasil-hasil percobaan yang mendahuluinya telah mengungkapkan
tiga aturan gejala kelistrikan , antara lain sebagai berikut.
Hukum Coulomb
|
:
|
Muatan listrik menghasilkan medan listrik yang kuat.
|
Hukum Biot-Savart
|
:
|
Aliran muatan (arus) listrik menghasilkan medan magnet
disekitarnya.
|
Hukum Faraday
|
:
|
Perubahan medan
magnet (B) dapat menimbulkan medan
listrik (E).
|
Didorong oleh keyakinan atas keteraturan dan
kerapian hukum-hukum alam, Maxwell berpendapat bahwa masih ada kekurangan satu
aturan kelistrikan yang masih belum terungkap secara empirik. Jika perubahan medan magnet dapat menimbulkan perubahan medan
listrik maka perubahan medan listrik pasti dapat
menimbulkan perubahan medan
magnet, demikianlah keyakinan Maxwell.
Dengan pengetahuan matematika yang
dimilikinya, secara cermat Maxwell membangun teori yang dikenal sebagai teori
gelombang elektromagnetik. Baru setelah bertahun-tahun Maxwell tiada, teorinya
dapat diuji kebenarannya melalui percobaan-percobaan. Menurut perhitungan
secara teoritik, kecepatan gelombang elektromagnetik hanya bergantung pada permitivitas
ruang hampa (
) dan permeabilitas ruang hampa (
).
|
Dengan memasukkan
= 8,85 . 10-12 C2/N.m2 dan μo = 4π.10-7
Wb/A.m
diperoleh
nilai c = 3.108 m/s, nilai yang sama dengan kecepatan cahaya.
Oleh
sebab itu Maxwell mempunyai cukup alasan untuk menganggap cahaya adalah gelombang
elektromagnetik. Oleh karena itu konsep gelombang elektromagnetik ini merupakan
penyokong teori Huygens tentang cahaya sebagai gerak gelombang.
3. Energi Gelombang Elektromagnetik.
Karena gelombang elektromagnetik mengandung medan
listrik dan medan magnetik, maka kedua medan mempunyai persamaan
gelombang.
Persamaan kuat medan listrik E dan kuat medan magnetik B, berbentuk persamaan
sinusoidal,
E = Emaks sin w t dan B = Bmaks
sin w
t
harga efektifnya
: Eef =
dan Bef = 
Kuat medan listrik E dan kuat medan magnetik B, mempunyai hubungan :
Bmaks =
® B =
atau B . c = E
E = kuat
medan listrik
(N/c)
B = induksi
magnetic (T)
c = kecepatan
cahaya = 3 . 108 m/s
Dari
persamaan c = 

maka c2 =
® moeo = 
sehingga B = 
B2 = 
B2 = E2
. 
B2 = E2
. mo
eo
- Energi Medan Listrik
Pada kapasitor (alat yang dapat menyimpan energi listrik) berlaku
persamaan energi
W = ½ C.V2 , dari kuat medan listrik E =
à V
= E . d
maka
W = ½ C . E2 . d2 , dari
rumus kapasitas kapasitor C = 
sehingga W = ½ . eo
. A . d . E2 à disebut dengan energi medan listrik (joule)
Volume
V = A . d
maka : W = ½ eo
. V . E2 joule
Kerapatan energi listrik (=
energi listrik per satuan volume) :
UE = ½ eo .E2 dengan satuan 
Gelombang energi listrik
bergerak dengan kecepatan cahaya c maka
UE =
½ eo .E2.c
dengan satuan 
- Energi Medan Magnetik
Induktor / kumparan dengan luas penampang A dan panjangnya l dilalui arus
listrik i maka energi magnetiknya :
W = ½ L
i2 , dengan L
= 
diperoleh :
W = ½
. i2
Jika lilitan per satuan panjang n =
à
N = n . l à N2 = n2
. l2
maka : W
= ½ mo 
W =
½ mo n2
l A i2 joule
Volume kumparan :
V = A . l
W =
½ mo n2
V i2 joule
Dari persamaan induksi magnetik kumparan /
solenoida
B
=
atau
B = μo i n à i = 
Sehingga :
W = ½ mo . n2
. V . 
W =
joule
Kerapatan energi magnetik
(= energi magnetik per satuan volume) :
UB =
dengan satuan 
Gelombang energi magnet
bergerak dengan kecepatan cahaya c maka
UB =
dengan satuan 
Kerapatan energi gelombang
elektromagnetik :
U = UE + UB
= ½
eo
E2.c + ½ 
U = ½ (eo E2
.c +
)
Karena E = B . c, maka
penulisan dalam bentuk lain adalah sebagai berikut.
U = ½ (eo
. B2 c3 +
)
= ½
eo
. B2 .c.
+ ½ 
= ½
+ ½ 
U =
satuan 
Karena B =
, maka dapat
ditulis juga sebagai berikut.
U = ½
(eo
. E2 .c +
)
= ½
(
. E2 +
)
= ½
(2
)
U =
satuan 
Contoh :
Cahaya
dari laser terpancar mengarah pada sumbu Z. Amplitudo medan
listrik dalam gelombang cahaya adalah 6 x 103 V/m, dan arah medan
listrik searah sumbu X. Kemana arah dan berapa amplitudo medan magnet ?
Jawab :
Bila
arah gerak gelombang cahaya pada sumbu
Z, arah E pada sumbu X maka arah B pada sumbu Y.
Bo
=
=
= 2 . 10-5
T
4. Intensitas
Gelombang Elektromagnetik.
Energi rata-rata per satuan luas
yang dirambatkan oleh gelombang elektromagnetik disebut dengan intensitas gelombang elektromagnetik. Intensitas
tersebut sebanding dengan harga maksimum medan
magnet (B) dan sebanding pula dengan harga maksimun medan listriknya (E).
|
Kedua medan listrik dan medan
magnet tersebut saling tegak lurus, merambat kearah sumbu X.
Kedua
gelombang tersebut dapat dituliskan menjadi :
Ey
= Eo sin (kx-wt)
Bz
= Bo sin (kx-wt)
Kecepatan
gelombang diberikan dengan persamaan
c = 
Intensitas
gelombang elektromagnetik dituliskan sebagai berikut.


Jadi
harga intensitas (S) tergantung dari sin2 (kx-wt), S
akan berharga maksimum bila harga sin2 (kx-wt) = 1, atau
Sedangkan
S akan berharga minimum bila harga sin2 (kx-wt) adalah nol.
Smin
= 0
Secara
umum intensitas atau energi per satuan luas dapat dituliskan dengan
disebut
dengan vektor poynting.
Intensitas rata-rata (
) gelombang
elektromagnetik adalah :


Karena
:
|
Eo
= c Bo dan
|
Maka selain itu
juga dapat dituliskan sebagai fungsi Eo
menjadi :
Nilai
juga dapat dituliskan dalam bentuk :
Selain
itu
juga dapat dituliskan sebagai
fungsi Bo menjadi :
Nilai
juga dapat dituliskan
dalam bentuk :
Gejala
gelombang elektromagnetik baru dapat ditunjukkan beberapa tahun setelah Maxwell
meninggal oleh H.R. Hertz.
Contoh :
Intensitas
rata-rata cahaya matahari pada siang hari yang cerah sekitar 1 kW/m2.
Anggaplah gelombang elektromagnetik cahaya matahari berupa gelombang sinusoidal
konstan. Berapa solar sel yang harus diperlukan untuk menangkap dan
mengumpulkan energi matahari hingga setara dengan pemanaskan air 5 kW ? Anggap
tiap sel memiliki luas 2 m2 dan efisiensi 50% serta tegak lurus
menghadap sinar matahari.
Penyelesaian:
Jawab:
Medan listrik sebesar
Eo = 
Eo = 
Eo = 900 V/m
Bo
=
= 
Pada
1 kW/m2 diperlukan solar sel seluas 5 m2 dengan efisiensi
100 % untuk mwmproduksi 5 kW. Bila efisiensi hanya 50 %, maka memerlukan 10 m2
luas solar sel. Karena tiap sel seluas 2 m2. Jadi
banyaknya solar sel =
sel
Latihan
Kerjakan soal-soal berikut di buku
latihanmu!
1.
Sebuah gelombang radio mempunyai Em = 10-4
V/m Berapakah besar medan
magnet Bm dan intensitas gelombang tersebut.
2.
Cahaya matahari menumbuk bumi dengan intensitas sebesar
20 kal/cm2-menit. Hitunglah besarnya medan
listrik Em dan medan
magnet Bm untuk cahaya tersebut.
3.
Sebuah stasiun radio menerima gelombang elektromagnetik
sinusoida dari satelit pemancar dengan kekuatan 50 KW. Berapakah amplitudo
maksimum E dan B yang diterima satelit jika jarak antara antena stasiun radio
dan satelit 100 km.
4.
Sebuah stasiun radio mentranmisikan sinyal 10 KW dengan
frekwensi 100 MHz. Carilah pada jarak 1 Km :
a.
Amplitudo medan listrik
dan medan
magnetnya.
b.
Energi yang diterima oleh sebuah panel yang berukuran
10 cm x 10 cm dalam waktu 5 menit.
4. Spektrum
Gelombang Elektromagnetik.
Hasil kali panjang gelombang (l)
dengan frekuensi gelombang (f) sama dengan cepat rambat gelombang ( c ).
Dirumuskan sebagai berikut.
c
= λ . f
Beberapa
contoh sumber gelombang elektromagnetik antara lain sebagai berikut.
·
Osilasi listrik.
·
Sinar matahari yaitu menghasilkan sinar infra
merah.
·
Lampu merkuri dapat menghasilkan ultra violet.
·
Penembakan elektron dalam tabung hampa pada
keping logam dapat menghasilkan sinar X (digunakan untuk rontgen).
·
Inti atom yang tidak stabil dapat menghasilkan sinar gamma (.γ)
Beberapa
sifat gelombang elektromagnetik adalah sebagai berikut.
- Dapat merambat dalam ruang hampa.
- Merupakan gelombang transversal (arah getar tegak lurus arah rambat), jadi dapat mengalami polarisasi.
- Dapat mengalami refleksi, refraksi, interferensi dan difraksi.
- Tidak dibelokkan dalam medan listrik maupun medan magnet.
Setiap spektrum gelombang elektromagnetik
memiliki fenomena yang berbeda-beda sesuai dengan karakteristiknya
masing-masing. Karakteristik gelombang ini berhubungan dengan frekuensi. Dengan
kecepatan yang sama gelombang elektromagnetik yang memiliki panjang
gelombang besar akan memiliki frekuensi kecil. Sebaliknya spektrum gelombang
elektromagnetik yang memiliki panjang gelombang pendek akan memiliki frekuensi
besar. Berdasarkan panjang gelombang (l) dan frekuensi (f) dapat
disusun diagram spektrum gelombang elektromagnetik sebagai berikut.
f(Hz) l(Å)
1025
Sinar Gamma 10-15
1020
10-10
Sinar X
Sinar Ultra
Ungu
1015
CAHAYA
Gelombang 10-5
Infra merah
1010
Radar
&
Televisi
105 Gelombang 105
Radio
100
Dari
spektrum tersebut dapat disimpulkan bahwa makin pendek panjang gelombang (l)
makin tinggi fekuensinya (f) dan makin
besar pula daya tembusnya.
Untuk
mengurutkan spektrum dari frekuensi tinggi ke frekuensi rendah dapat diingat
dengan cara sebagai berikut.
Sinar
gamma (γ)- Sinar X (Rontgen)
- Sinar ultra ungu
- Cahaya tampak:
v
Ungu
v
Biru
v
Hijau
v
Kuning
v
Jingga
v
Merah
- Sinar infra merah
- Gelombang Radar
- Gelombang TV
- Gelombang Radio
Diantara
gelombang-gelombang yang terdapat pada spektrum tersebut, yang dapat dilihat
oleh mata hanyalah gelombang cahaya yang mempunyai panjang gelombang antara 7800
Å (merah) – 3990 Å (ungu).
Gelombang
yang mempunyai daya tembus yang sangat besar adalah sinar X dan sinar g.
Dimana
sinar X dihasilkan dengan cara emisitermionik, sedangkan sinar g
dihasilkan oleh inti-inti yang tidak stabil (bersifat radioaktif). Manfaat
gelombang elektromagnet dapat diterangkan sesuai urutan spektrumnya :
1.
Daerah frekuensi antara 104 sampai 107
Hz dikenal sebagai gelombang radio, yaitu sebagai salah satu sarana komunikasi.
Karena sifat gelombangnya yang mudah dipantulkan ionosfer, yaitu lapisan
atmosfir bumi yang mengandung partikel-partikel bermuatan, maka gelombang ini
mampu mencapai tempat-tempat yang jaraknya cukup jauh dari stasiun pemancar.
Informasi
dalam bentuk suara dibawa oleh gelombang radio sebagai perubahan amplitudo (modulasi
amplitudo).
2.
Daerah frekuensi sekitar 108 Hz, gelombang
elektromagnetik mampu menembus lapisan ionosfer sehingga sering digunakan
sebagai sarana komunikasi dengan satelit-satelit. Daerah ini digunakan untuk
televisi dan radio FM (frekuensi modulasi) dimana informasi dibawa dalam bentuk
perubahan frekuensi (modulasi frekuensi).
Jadi ada dua macam cara modulasi
gelombang elektromagnetik pada daerah 104 - 108 Hz:
a.
Modulasi Amplitudo (AM)
Amplitudo gelombang radio disesuaikan dengan frekuensi gelombang bunyi yang dibawa dengan frekuensi tetap.
Amplitudo gelombang radio disesuaikan dengan frekuensi gelombang bunyi yang dibawa dengan frekuensi tetap.
b.
Modulasi Frekuensi (FM)
Frekuensi gelombang radio disesuaikan dengan frekuensi gelombang bunyi yang dibawa dengan amplitudo tetap.
Frekuensi gelombang radio disesuaikan dengan frekuensi gelombang bunyi yang dibawa dengan amplitudo tetap.
Sistem
FM lebih unggul daripada AM karena FM dapat mengurangi desau akibat kelistrikan
diudara, walaupun jangkauannya terbatas sekali.
3.
Daerah frekuensi sekitar 1010 Hz, digunakan
oleh pesawat RADAR (Radio Detection and Ranging). Radar adalah suatu alat
yang sistemnya memancarkan gelombang elektromagnetik berupa gelombang radio dan
gelombang mikro. Pantulan dari
gelombang yang dipancarkan tadi digunakan untuk mendeteksi obyek. Informasi
yang dikirim ataupun yang diterima berbentuk sebagai pulsa. Bila pulsa ini
dikirim oleh pesawat radar dan mengenai suatu sasaran dalam selang waktu Dt,
maka jarak antara radar ke sasaran :
s
= 
c = kecepatan cahaya (3 . 108
m/det). Selang waktu yang diperlukan oleh gelombang tersebut dinamakan time delay
4.
Daerah frekuensi 1011 – 1014 Hz,
ditempati oleh radiasi infra merah, dimana gelombang ini lebih panjang dari
gelombang cahaya tampak dan tidak banyak dihamburkan oleh partikel-partikel
debu dalam atmosfir sehingga mengurangi batas penglihatan manusia.
5.
Daerah frekuensi 1014 – 1015 Hz,
berisi daerah cahaya tampak (visible light), yaitu cahaya yang tampak oleh mata
manusia dan terdiri dari deretan warna-warna merah sampai ungu.
6.
Daerah frekuensi 1015 – 1016 Hz,
dinamakan daerah ultra ungu (ultra violet). Dengan frekuensi ultra ungu
memungkinkan kita mengenal lebih cepat dan tepat unsur-unsur yang terkandung
dalam suatu bahan.
7.
Daerah
frekuensi 1016 – 1020 Hz, disebut daerah sinar X.
Gelombang ini dapat juga dihasilkan dengan menembakkan elektron dalam tabung
hampa pada kepingan logam. Karena panjang gelombangnya sangat pendek, maka
gelombang ini mempunyai daya tembus yang cukup besar sehingga selain digunakan
di rumah sakit, banyak pula digunakan di lembaga-lembaga penelitian ataupun
industri.
Daerah
frekuensi 1016 – 1020 Hz, disebut daerah sinar X.
Gelombang ini dapat juga dihasilkan dengan menembakkan elektron dalam tabung
hampa pada kepingan logam. Karena panjang gelombangnya sangat pendek, maka
gelombang ini mempunyai daya tembus yang cukup besar sehingga selain digunakan
di rumah sakit, banyak pula digunakan di lembaga-lembaga penelitian ataupun
industri.
Bagaimana
sinar X dihasilkan?
Sinar X dihasilkan apabila elektron bergerak pada kelajuan yang tinggi dan secara tiba-tiba menumbuk logam anoda. Hal ini terjadi di dalam sebuah tabung sinar X. Di dalam sebuah tabung sinar X terdapat katoda (-) yang merupakan sebuah filamen yang dipanaskan oleh tenaga listrik. Pemanasan yang terjadi menyebabkan elektron dihasilkan dari filamen, dan bergerak menumbuk anoda (+). Akibat tumbukan elektron ini terpancarlah sinar X dari anoda. Sinar-sinar itu oleh Rontgen diberi nama sinar X karena saat itu masih misterius. Namun sekarang disebut dengan sinar Rontgen. Prinsip dihasilkannya sinar X ini berlawanan dengan efek fotolistrik.
Sinar X dihasilkan apabila elektron bergerak pada kelajuan yang tinggi dan secara tiba-tiba menumbuk logam anoda. Hal ini terjadi di dalam sebuah tabung sinar X. Di dalam sebuah tabung sinar X terdapat katoda (-) yang merupakan sebuah filamen yang dipanaskan oleh tenaga listrik. Pemanasan yang terjadi menyebabkan elektron dihasilkan dari filamen, dan bergerak menumbuk anoda (+). Akibat tumbukan elektron ini terpancarlah sinar X dari anoda. Sinar-sinar itu oleh Rontgen diberi nama sinar X karena saat itu masih misterius. Namun sekarang disebut dengan sinar Rontgen. Prinsip dihasilkannya sinar X ini berlawanan dengan efek fotolistrik.
8.
Daerah frekuensi 1020 – 1025 Hz,
disebut daerah sinar gamma. Gelombang ini mempunyai daya tembus yang lebih
besar daripada sinar X, dan dihasilkan oleh inti-inti atom yang tidak stabil.
Contoh Soal :
Suatu
kapal diperlengkapi pemancar dan penerima gelombang radar untuk menduga
dalamnya laut. Jika frekuensi gelombang radar yang dikirim 5.109 Hz, kecepatan cahaya di udara 3.108
m/det dan waktu yang dibutuhkan gelombang radar bolak- balik (dari permukaan
laut kembali ke permukaan lagi) = 2.10-3 det. Tentukan:
a.
panjang gelombang radar
b.
kedalaman laut
Penyelesaian
:
Diketahui:
f = 5.109 Hz
Dt =
2.10-3 s
Ditanya :
a.
l = .....?
b.
s = ......?
Jawab :
a.
l = 
l = 
l = 0,06 m
b.
s = 
s = 
s = 3.105 m
Latihan
Kerjakan soal berikut di buku latihanmu!
- Dari atas permukaan sebuah danau seseorang melepaskan gelombang radar kedasar danau. Gelombang tersebut kembali kepermukaan setelah 8.10-6 detik. Berapa kedalaman danau tersebut.
- Sebuah kapal laut yang memiliki radar hendak mengukur kedalam laut. Waktu yang dibutuhkan gelombang radar bolak- balik dari dasar laut kepermukaan laut 6.10-5 detik. Hitung kedalaman laut (indeks bias air laut = 3/4).
5. Radiasi
Gelombang Elektromagnetik
Gelombang elektromagnetik juga dipanaskan atau diradiasikan oleh setiap
benda pijar bersuhu tertentu. Pancaran dari benda tersebut berupa radiasi gelombang
elektromagnetik.
Benda-benda
yang dipanasi mengemisikan gelombang yang tidak nampak (sinar ultra ungu dan
infra merah). Benda-benda yang dapat menyerap seluruh radiasi yang datang
disebut benda hitam mutlak, sebuah kotak yang mempunyai lubang sempit dapat
dianggap sebagai benda yang hitam mutlak.
Menurut
Stefan dan Boltzman radiasi gelombang elektromagnetik yang dipancarkan oleh
tiap satuan luas permukaan sebanding dengan pangkat empat suhu mutlak (T) benda
tersebut.
Intensitas radiasi I = R = e .s.T4
R
adalah intensitas radiasi dalam watt/m2.
e
adalah koefisien emisivitas yang nilainya bergantung pada warna jenis permukaan.
Untuk benda hitam mutlak e = 1
s
adalah konstanta Stefan-Boltzmann yang harganya 5,672 .10-8 Watt/m2
K.
Daya radiasi P = R .A
P
= e. s.T4.A dengan satuan : watt
A = Luas permukaan (m2).
Energi radiasi E = W = P . t
E = e . s . T4. A . t dengan
satuan joule
t = waktu (s)
Pada
suhu tertentu kekuatan radiasi tiap panjang gelombang mempunyai nilai yang
berbeda-beda.
|
Ketergantungan
kekuatan radiasi suatu benda terhadap panjang gelombangnya disebut spektrum
radiasi (spektrum gelombang pancaran).
Eksperimen-eksperimen
untuk mengamati spektrum radiasi telah dilakukan, hasil spektrum radiasi
carbon pada berbagai suhu seperti terlukis pada gambar 15.
Dari
diagram itu Wien mengambil kesimpulan yang dikenal sebagai Hukum Pergeseran Wien.
|
Menurut Wien panjang gelombang maksimum berbanding terbalik dengan suhu
mutlak benda.
Dirumuskan
lm
. T = C persamaan ini
disebut hukum pergeseran Wien.
C = konstanta Wien = 2,898 . 10-3 m.K
Intensitas radiasi yang dipancarkan berbanding lurus dengan suhu,
berbanding lurus dengan frekuensi pancaran, dan berbanding terbalik dengan
panjang gelombang.
Energi pancaran tiap panjang gelombang semakin besar, jika suhu semakin
tinggi, sedangkan energi maksimumnya begeser kearah gelombang yang panjang
gelombangnya kecil.
lm = 
Perhatikan
gambar berikut ini.
6. Tekanan Radiasi Gelombang Elektromagnetik
Gelombang
elektromagnetik merambat membawa energi sekaligus membawa momentum. Metode
sederhana untuk mengetahui momentum gelombang elektromagnetik adalah
menggunakan hubungan rumus kesetaraan massa
dan energi Albert Einstein sebagai berikut.
E = m c2
Dengan demikian
persamaan tersebut dapat diubah menjadi
m c = 
dimana massa dikali dengan
kecepatan adalah sama dengan momentum, sehingga
P =
dengan
satuan kg m/s
Bila kedua ruas
berlangsung tiap satuan waktu dan tiap satuan luas permukaan maka dimensi momentum akan berubah menjadi dimensi
tekanan, dan energi akan berubah menjadi intensitas energi gelombang
elektromagnetik. sehingga dapat ditulis sebagai berikut.
«
« kg.m-1.s-2
= 
Jadi diperoleh persamaan tekanan radiasi adalah : p = 
Dalam hal ini S
adalah vektor poynting yaitu intensitas gelombang elektromagnetik.
Persamaan p =
ini berlaku untuk
tekanan radiasi radiasi gelombang elektromagnetik yang diserap oleh suatu
permukaan. Sedangkan mengingat momentum adalah
besaran vektor maka untuk tekanan radiasi gelombang elektromagnetik yang
dipantulkan oleh suatu permukaan adalah sebesar p = 
B. Aplikasi Gelombang Elektromagnetik pada
Kehidupan Sehari-hari
Beberapa contoh aplikasi gelombang
elektromagnetik pada kehidupan sehari-hari
diuraikan sebagai berikut.
1. Teleskop Satelit Inframerah

Sebuah teleskop infra merah Space Infrared Telescope Facility (SIRTF) atau Fasilitas
Teleskop Infra Merah Ruang Angkasa. SIRTF adalah sistem peneropongan bintang
keempat yang diluncurkan NASA. Sebelumnya badan angkasa luar Amerika Sserikat itu telah meluncurkan Teleskop Angkasa Hubble,
diorbitkan pesawat ulang alik tahun 1990; Gamma Ray Observatory, diluncurkan
tahun 1991; dan Chandra X-Ray Observatory diluncurkan tahun 1999.
Masing-masing
sistem peneropongan itu digunakan untuk mengamati cahaya-cahaya dengan warna
yang berbeda, yang tidak dapat dilihat dari permukaan Bumi. Masing-masing
sistem juga memiliki fungsi berbeda satu dengan lainnya.
Dengan
Teleskop Hubble, para peneliti mencari obyek "paling merah" yang
berarti jaraknya sangat jauh. Dengan SIRTF akan bisa melihat populasi bintang
di dalam obyek sangat jauh tersebut karena SIRTF akan bekerja dalam gelombang
cahaya infra merah.
Sebelum
itu pada tahun 1983 kerja sama antara Amerika Serikat, Belanda, dan Inggris
telah meluncurkan IRAS (the Infrared Astronomical Satellite) atau Satelit
Astronomi Inframerah, yang juga masih berfungsi sampai dengan sekarang.
2. Diagnosa Menggunakan sinar X
Patah tulang, penyakit dalam dapat dideteksi dan didiagnosa
oleh dokter dengan akurat dengan bantuan sinar X atau sinar Röntgen.
![]() |
Sejak ditemukan sinar X pada tahun 1895 oleh Wilhelm
Conrad Röntgen , dunia medis mendapatkan kemajuan pesat untuk mengobati
penyakit dalam atau sakit patah tulang. Dengan hasil images film sinar X tim
dokter mendapat informasi jelas bagian mana yang harus mendapatkan penanganan.
3. Teleskop Radio

|
Teleskop
radio untuk menangkap gelombang radio dan mendeteksi sinyal-sinyal lain
(pulsar) dari angkasa luar. Penemuan gelombang radio yang datang dari angkasa
luar dan berhasil dideteksi di bumi oleh Karl Jansky seorang insinyur listrik
dari laboratorium Telepon Bell
pada tahun 1931, telah berhasil
mengembangkan astronomi radio. Deretan teleskop radio sebanyak 27 buah dibangun
dekat Socorro di New Meksiko. Untuk beberapa dekade astronomi radio mengalami
kemajuan pesat dan berhasil memberikan gambaran tentang alam semesta dengan
banyak dideteksinya spektrum gelombang lain yang datang dari angkasa luar
seperti infa merah, ultraungu, sinar X,
sinar gamma, dan pulsar-pulsar lain hingga berhasil ditemukannya bintang
netron. Lebih jauh lagi bahkan berhasil menguak banyak hal tentang sinar-sinar
kosmik yang akhirnya diteliti mendalam oleh ilmuwan-ilmuwan fisika inti
khususnya partikel elementer.
|
4. Pemanfaatan Solar Sel Untuk Menangkap
Energi Cahaya Matahari

Gelombang elektromagnetik dari matahari dalam bentuk cahaya
tampak pada siang hari dapat ditangkap oleh sel surya yang terbuat dari bahan
semikonduktor misalnya silikon. Sel
surya akan mengubah energi panas ini menjadi energi listrik dan dapat
menghasilkan tegangan listrik. Pada siang hari tegangan listrik disimpan dalam
baterei atau accumulator sehingga pada malam hari dapat dimanfaatkan untuk
menyalakan peralatan listrik atau
memanaskan air. Solar sel juga dikembangkan untuk menggerakkan mobil tanpa
bahan bakar migas.
5. Oscilator Penghasil Gelombang Elektromagnetik
Gelombang
elektromagnetik telah diketahui keberadaannya. Permasalahannya dapatkah
gelombang elektromagnetik diproduksi terus-menerus. Berdasarkan hukum Ampere
dan hukum Faraday berhasil diketemukan bahwa rangkaian oscilasi listrik dapat
menghasilkan gelombang elektromagnetik terus menerus. Frekuensi yang dihasilkan
gelombang elektromagnetik disebut frekuensi resonansi, untuk rangkaian LC
dirumuskan
f =


Prinsip ini dipakai dalam teknologi penyiaran
baik gelombang TV , gelombang radar, gelombang mikro, maupun gelombang radio.
Gambar 21 menunjukkan rangkaian pengirim gelombang elektromagnetik. Di sisi
lain gelombang elektromagnetik yang terpancar itu dapat ditangkap melalui
rangkaian penerima gelombang elektromagnetik.
Masih
banyak lagi aplikasi gelombang elektromagnetik dalam kehidupan sehari-hari yang
tersebar dalam berbagai bidang. Kamu dapat lebih memperdalam pemahaman aplikasi
gelombang elektromagnetik dengan mengerjakan tugas akhir bab ini.
|
Rangkuman
1.
Al Hasan (965-1038) mengemukakan pendapat bahwa mata
dapat melihat benda-benda di sekeliling karena adanya cahaya yang dipancarkan
atau dipantulkan oleh benda-benda yang bersangkutan masuk ke dalam mata.
2.
Pendapat Newton dengan teori emisi adalah dari sumber
cahaya dipancarkan partikel-partikel yang sangat kecil dan ringan ke segala
arah dengan kecepatan yang sangat besar. Bila partikel-partikel ini mengenai
mata, maka mata akan mendapat kesan melihat benda tersebut.
3.
Menurut Christian Huygens cahaya pada dasarnya sama
dengan bunyi dan berupa gelombang.
Perbedaan cahaya dan bunyi hanya terletak pada panjang gelombang dan
frekuensinya.
4.
James Clerk Maxwell menyatakan bahwa Cepat rambat
gelombang elektromagnetik sama dengan cepat rambat cahaya yaitu 3x108
m/s.
5.
Maxwell berkesimpulan bahwa cahaya merupakan gelombang
elektromagnetik dan merupakan gelombang tranversal. Hal ini sesuai dengan
kenyataan bahwa cahaya dapat menunjukkan gejala polarisasi.
6.
Max Karl Ernst Ludwig Planck menyatakan bahwa cahaya
terdiri dari peket-paket energi yang disebut kuanta atau foton.
7.
Hukum Coulomb mengemukakan bahwa muatan listrik statik
dapat menghasilkan medan
listrik..
8.
Hukum Biot & Savart
mengemukakan bahwa aliran muatan listrik (arus listrik) dapat
menghasilkan medan magnet.
9.
Hukum Faraday mengemukakan
bahwa perubahan medan magnet dapat
menghasilkan medan
listrik.
10. Maxwell
mengemukakan bahwa perubahan medan listrik dapat
menimbulkan medan
magnet.
11. Menurut
Maxwell, kecepatan rambat gelombang elektromagnetik dirumuskan sebagai berikut c = 
12. Gelombang
elektromagnetik adalah rambatan perubahan medan
listrik dan medan
magnet yang saling tegak lurus.
13. Kerapatan
energi listrik (= energi listrik per satuan volume) :
UE = ½ eo .E2 dengan satuan 
UE =
½ eo .E2.c
dengan satuan 
14. Kerapatan
energi magnetik (= energi magnetik per satuan volume) :
UB =
dengan satuan 
UB =
dengan satuan 
15. Kerapatan
energi gelombang elektromagnetik :
U = UE + UB
U = ½ (eo E2
.c +
)
Karena E = B . c, maka
penulisan dalam bentuk lain adalah sebagai berikut.
U =
satuan 
Karena B =
, maka dapat ditulis juga sebagai berikut.
U =
satuan
16. Secara
umum intensitas atau energi per satuan luas dapat dituliskan dengan
atau
disebut dengan vektor poynting.
17. Intensitas
rata-rata (
) gelombang elektromagnetik adalah :
atau
18. Cepat
rambat gelombang elektromagnetik diberikan dengan persamaan
c =
atau c = λ . f
19. Urutan
spektrum gelombang elektromagnetik dari
frekuensi tinggi ke frekuensi rendah.
·
Sinar
gamma (γ)
Sinar
gamma (γ)
·
Sinar X (Rontgen)
·
Sinar ultra ungu
·
Cahaya tampak:
v
Ungu
v
Biru
v
Hijau
v
Kuning
v
Jingga
v
Merah
·
Sinar infra merah
·
Gelombang Radar
·
Gelombang TV
·
Gelombang Radio
20. Jarak
antara sensor radar ke sasaran :
s
= 
21. Menurut
Stefan dan Boltzman radiasi gelombang elektromagnetik adalah
Intensitas radiasi I = R = e .s.T4
Daya radiasi P = R .A
P
= e. s.T4.A
Energi radiasi E = W = P . t
E = e . s . T4. A . t
s = konstanta
Stefan-Boltzmann = 5,672 .10-8 Watt/m2 K.
22. Menurut
Wien panjang gelombang maksimum berbanding terbalik dengan suhu mutlak benda.
lm
. T = C .
C = konstanta Wien = 2,898 . 10-3 m.K
23.
Beberapa contoh aplikasi gelombang
elektromagnetik pada kehidupan sehari-hari
·
Teleskop Satelit
Inframerah
·
Diagnosa Menggunakan
sinar X
·
Teleskop Radio
·
Pemanfaatan Solar Sel
Untuk Menangkap Energi Cahaya Matahari
·
Oscilator Penghasil
Gelombang Elektromagnetik
Soal LatihanUlangan Bab 9
Soal Pilihan Ganda
Pilihlah jawaban yang benar!
- Gelombang elektromagnet yang mungkin memiliki panjang gelombang menggeser antara 0,01 Å – 10 Å adalah:
a.
infra merah
b.
ultra violet
c.
sinar X
d.
sinar
e.
gelombang tv
- Energi dari gelombang elektromagnet adalah berbanding lurus terhadap frekwensinya, maka dari pancaran gelombang elektromagnet di bawah ini yang paling besar energinya adalah:
a.
sinarmerah
b.
sinar ungu
c.
sinar gamma
d.
sinar X
e.
gelombang radio
- Suatu pemancar radio terdiri dari rangkaian L – C masing- masing besarnya 1/6 henry dan 1,5 pikofarad, kecepatan cahaya dalam udara ialah 3.108 m/det. Maka panjang gelombang radio yang dipancarkan adalah:
a.
100 p m
b.
150 p m
c.
200 p m
d.
250 p m
e.
300 p m
- Suatu lampu gas yang berpijar memancarkan energi maksimum terletak pada sinar merah dengan panjang gelombang 8000 Å. Maka suhu gas pijar itu, jika konstanta Wien = 2,898 x 10-3 m.K adalah:
a.
3326,5º C
b.
3327,5º C
c.
3328,5º C
d.
3329,5º C
e.
3330º C
- Suatu kapal diperlengkapi pemancar dan penerima gelombang radar untuk menduga dalamnya laut. Jika indek bisa air laut = 4/3, kecepatan cahaya di udara 3.108 m/det dan waktu yang dibutuhkan gelombang radar bolak- balik (dari permukaan laut kembali ke permukaan lagi) = 8.10-5 det. Maka dalamnya laut adalah:
a.
9 km
b.
6 km
c.
4 km
d.
2 km
e.
0,5 km
- Sebuah keping logam yang emisivitasnya = 0,05 luas permukaannya 2 cm2 berpijar dan memancarkan tenaga selama 5 det. Jika konstanta Stefan-Boltzmann = 5,67 x 10-8 watt/m2 (K)4 dan suhu permukaannya 1727º C. Maka energi total yang dipancarkan selama itu adalah:
a.
45,24 joule
b.
45,32 joule
c.
45,36 joule
d.
45,42 joule
e.
45,84 joule
- Jika frekuensi pada intensitas radiasi maksimum dari matahari 6.1014 Hz, konstante Wien = 2,9 x 10-3 m.K. Kelajuan cahaya dalam hampa 3.108 m/det maka suhu permukaan matahari adalah:
a.
1450 K
b.
2900 K
c.
4350 K
d.
5800 K
e.
7250 K
- Suhu filament sebuah lampu pijar (e = 0,7) adalah 1.000 K. s = 6.10-8 watt/m2.K4. Untuk lampu 25 watt maka luas permukaan filamennya….
a.
0,06 cm2
b.
0,06 m2
c.
0,6 m2
d.
0,6 cm2
e.
6 cm2
- Suhu di permukaan suatu bintang 11.810º C. Tenaga pancar maksimum yang datang dari cahaya bintang tersebut terletak pada panjang gelombang….
a.
1.500 Å
b.
2.000 Å
c.
2.400 Å
d.
2.750 Å
e.
3.050 Å
- Sebuah benda hitam mempunyai tenaga pancar maksimum yang terletak pada panjang gelombang 2.10-6 m. Suhu benda tersebut adalah….
a.
700 K
b.
950 K
c.
1.050 K
d.
1.450 K
e.
1.750 K
- Perbandingan jumlah energi yang dipancarkan dalam bentuk radiasi tiap sekon oleh benda hitam pada suhu 600 K dan 300 K adalah….
a.
2 : 1
b.
4 : 1
c.
8 : 1
d.
16 : 1
e.
25 : 1
- Jumlah kalor yang dipancarkan oleh sebuah benda yang suhunya lebih besar dari 0 K, berbanding lurus dengan….
a.
suhunya
b.
pangkat dua dari suhunya
c.
suhu sekitarnya
d.
massa
benda itu
e.
luas permukaan benda
- Gelombang elektromagnetik yang mempunyai frekuensi tertinggi adalah….
a.
sinar gamma
b.
sinar X
c.
sinar inframerah
d.
sinar ultra ungu
e.
gelombang radio
- Pernyataan di bawah ini merupakan sifat gelombang elektromagnetik, kecuali….
a.
gelombang elektromagnetik merambat dalam ruang hampa
b.
gelombang elekromagnetik adalah gelombang transversal
c.
frekwensi gelombang elektromagnetik sama dengan frekuensi
cahaya
d.
gelombang elektromagnetik dapat dipolarisasikan
e.
pada gelombang elektromagnetik berlaku hokum pemantulan
- Bila sinar ultraungu, sinar infra merah, dan sinar X berturut- turut ditandai dengan U, I dan X, maka urutan yang menunjukkan paket (kuantum) energi makin besar adalah….
a.
U, I, X
b.
U, X, I
c.
I, X, U
d.
I, U, X
e.
X, I, U
Catatan: energi sebanding dengan frekuensi
- Sinar X mempunyai panjang gelombang yang….
a.
sedikit lebih besar daripada 700 nm
b.
di antara 400 – 700 nm
c.
jauh lebih besar daripada 400 nm
d.
sama besar dengan 400 nm
e.
jauh lebih kecil daripada 400 nm
- Mna satu di antara contoh radiasi elektromagnetik berikut ini yang memiliki panjang gelombang terpendek?
a.
Gelombang radio
b.
Cahaya tampak
c.
Infra merah
d.
Sinar X
e.
Ultra violet
- Pada suatu saat terlihat kilat dan 10 detik kemudian terdengar suara gunturnya. Apabila kecepatan cahaya besarnya 3 x 108 m/detik dan kecepatan bunyi 340 m/detik, maka jarak antara tempat asal kilat dan pengamat adalah….
a.
34 m
b.
3400 m
c.
10200 m
d.
3 x 108 m
e.
3 x 109 m

Berdasarkan grafik intensitas (I) terhadap
frekuensi (f) seperti gambar di atas ini, dapat
disimpulkan bahwa….
a.
l1 = l2
b.
l1 > l2
c.
l1 < l2
d.
l1 = ½ l2
e.
l1 = 2 l2
- Jumlah kalor yang dipancarkan oleh sebuah benda yang suhunya lebih besar dari 10 K, berbanding lurus dengan:
a.
suhunya
b.
pangkat dua dari suhunya
c.
suhu sekelilingnya
d.
massa
benda itu
e.
luas permukaan benda
- Lamu pijar dapat dianggap bentuk bola. Jari- jari lampu pijar pertama adalah dua kali dari jari- jari lampu kedua. Suhu lampu pijar pertama dan kedua masing- masing 27º C dan 127º C, maka daya lampu pertama berbanding lampu kedua adalah:
a.
1 : 1
b.
3 : 2
c.
9 : 8
d.
16 : 9
e.
81 : 64
- Setiap detik di matahari terjadi perubahan 4 x 109 kg materi menjadi energi radiasi, bila laju cahaya dalam vakum adalah 3 x 1010 cm/detik, daya yang dipancarkan oleh matahari adalah….
a.
3,6 x 103 watt
b.
5,0 x 1010 watt
c.
1,2 x 1018 watt
d.
3,6 x 1026 watt
e.
4720 watt
Petunjuk: Energi
setara dengan massa
menurut E = m c2 (c = kecepatan cahaya)
- Perbandingan jumlah energi yang dipancarkan dalam bentuk radiasi per detik oleh sebuah benda hitam yang dipanaskan pada suhu 4000 K dan 2000 K adalah….
a.
1 : 1
b.
2 : 1
c.
4 : 1
d.
8 : 1
e.
16 : 1
- Bola dengan jari- jari 2,5 cm yang berada dalam keadaan seimbang dengan kelilingnya, ternyata menyerap daya 61,44 watt dari lingkungannya. Tetapan Stefan-Boltzman s = 6 x 10-8 watt/m2K4, emisivitas e = 1/p, maka suhu bola itu adalah….
a.
200 K
b.
400 K
c.
600 K
d.
800 K
e.
1000 K
- Perbandingan jumlah energi yang dipancarkan dalam bentuk radiasi per detik oleh sebuah benda hitam yang dipanaskan pada suhu 4000 K dan 2000 K adalah ….
a.
1 : 1
b.
2 : 1
c.
4 : 1
d.
8 : 1
e.
16 : 1
Soal
Uraian
Jawablah
dengan benar!
1.
Sebuah stasiun pemancar radio memancarkan
gelombang pada frekuensi 8800 Å. Berapa
panjang gelombang dari gelombang tersebut ?
2.
Gelombang radio ditemukan memiliki tekanan 10-8
N/m2 pada permukaan pemantul. Berapa daya per satuan luas dari
rambatan gelombang tersebut? Berapa
besar intensitas maksimum gelombang listrik dan intensitas maksimum
kerapatan fluks magnetiknya ?
3.
Untuk penerimaan yang bagus gelombang radio seharusnya
memiliki intensitas maksimum medan
listrik paling sedikit 10-4 volt/m ketika tiba di antena penerima.
a.
Berapa kerapatan fluks maksimum medan magnet gelombang seperti ini ?
b.
Berapa vektor poynting gelombang seperti ini ?
c.
Berapa tekanan radiasi gelombang ini ketika diserap?
4.
Sebuah pemancar radio memakai gelombang radio 20 m.
Kapasitas kondensator di dalam rantai oscilator 5 μF. Berapakah kapasitas
kondensator jika panjang gelombangnya diubah menjadi 100 m ? ( Tips : gunakan
frekuensi resonansi
f =
)
5.
Sebuah pemancar radio frekuensinya 4000 Hz. Kapasitas
kapasitor yang dihubungkan seri dengan antena = 5000 μF. Jika kuat arus di
dalam antena 0,15 ampere, berapakah tegangan pada kapasitor itu?
6.
Daya emisi suatu
permukaan 113 Watt/m2, koefisien emisivitasnya 0,03. s =
5,67.10-8 Watt m-2(K)-4. Berapa suhu mutlaknya?
7.
Berapakah daya radiasi matahari jika suhunya 5500 K dan
matahari dianggap benda hitam sempurna.
8.
Berapakah suhu suatu benda jika energi radiasi maksimum
berada pada cahaya yang panjang gelombangnya :
a.
8000 Å
b.
6000 Å
9.
Pada suhu berapa derajat Celcius energi radiasi
maksimum benda hitam sempurna berada pada sinar yang panjang gelombangnya 2000
Å
10. Sebuah
lampu busur memancarkan cahaya pada suhu 3000 0C.
a.
Berapa panjang gelombang sinar yang energi radiasinya
maksimum.
b.
Berapa besar energi radiasi tiap detik tiap satuan
luas.
11. Sepotong
platina menjadi merah pijar pada suhu 550 0C dan putih pijar pada
suhu 1600 0C.
Berapakah
panjang gelombang yang energi radiasinya maksimum pada suhu-suhu tersebut.
12. Sebuah
bola berdiameter 2 cm bersuhu 700 0C. Anggap benda tersebut benda
hitam sempurna. Berapakah energi yang dipancarkan tiap detik dari bola
tersebut?
13. Berapakah
energi yang diradiasikan oleh 1 cm2 timah tiap detik?. Emisivitas suhu tersebut 427 K.
14. Tenaga
radiasi dari suatu benda hitam 4 kW. Hitung suhu benda tersebut jika luas
permukaannya 0,2 m2
15. Berapa
perbandingan radiasi dari dua benda sejenis yang bersuhu 327 0C dan
270 C?
16. Berapa
besar energi yang dipancarkan oleh permukaan seluas 1 cm2, dalam
waktu 1 detik dari suatu benda hitam, jika panjang gelombang yang sesuai dengan
energi pancar maksimum ialah 4840 Å
17. Suatu
bola hitam dipanaskan dari 20 0C ke 27 0C.
a.
Berapa perubahan panjang gelombang yang sesuai dengan
energi panas maksimum?
b.
Hitung perbandingan energi pancarnya
18. Sebuah
radar memancarkan sinyal ke sebuah obyek di udara dengan frekuensi 6 . 109 Hz. Bila dalam selang
waktu 3.10-3 s, sinyal yang dipancarkan radar diterima kembali, hitunglah :
a.
panjang gelombang dari gelombang elektromagnetik yang
dipancarkan,
b.
jarak radar ke obyek
19. Pada
grafik pergeseran Wien, bila suhunya naik dari 1500 K ke 2500 K, tentukan
selisih panjang gelombang maksimumnya !
20. Perhatikan
tabel berikut!
Benda
|
Suhu (K)
T
|
Emisivitas
e
|
Luas (cm2)
A
|
Energi pancar tiap detik (W/m2)
|
Benda I
Benda II
|
2000
1000
|
1
0,5
|
4
4
|
R1
R2
|
Tentukan
perbandingan R1 : R2 !
RSS Feed
Twitter
21.08
Unknown












Posted in
0 komentar:
Posting Komentar