FISIKA KELAS X
BAB
VIII
KONSEP
DASAR LISTRIK DINAMIS

Apakah di sekitarmu masih
ada rumah yang belum menggunakan penerangan listrik. Tentunya sudah sangat
langka dijumpai rumah yang tidak menggunakan listrik. Listrik sudah bukan
menjadi hal yang asing bagi masyarakat, bahkan sudah menjadi kebutuhan yang
vital dalam kehidupan sehari-hari. Selain untuk penerangan listrik juga
diperlukan sebagai power supply bagi berbagai peralatan elektronik maupun
otomotif. Dalam hal ini termasuk listrik searah maupun listrik bolak-balik. Namun
tahukah kamu bahwa dua abad yang lalu listrik masih menjadi impian banyak
orang. Waktu itu ilmuwan masih mengembangkan konsep dan menyempurnakan teknologi
tentang listrik. Gabungan accu yang tampak sederhana seperti gambar di atas
dapat menghasilkan peneranganrumah yang cukup memadai d jaman itu. Thomas Alva
Edison (1847 -1931), salah satu
diantaranya merupakan seorang penemu terbesar di dunia. Dia menemukan 3.000
penemuan, diantara-nya lampu listrik, sistim distribusi listrik, lokomotif
listrik, stasiun tenaga listrik, mikrofon, kinetoskop (proyektor film),
laboratorium riset untuk industri, fonograf (berkembang jadi tape-recorder),
dan kinetograf (kamera film).
Di dalam bab ini kamu akan
memperdalam tentang kelistrikan, khususnya tentang listrik dinamis.
BAB VIII
KONSEP DASAR LISTRIK DINAMIS
![]() |
|||


Listrik
mengalir pada dasarnya adalah gerakan elektron-elektron karena adanya beda
potensial. Dua bahan yang berbeda potensialnya dapat dibuat menjadi sumber
listrik. Baterai, accu, elemen volta merupakan
beberapa contoh sumber listrik. Ada
pula yang dibuat dari bahan yang dapat di charged ulang seperti alkaline,
energizer. Lampu penerangan diperlukan pada malam hari terbuat dari bahan padat
maupun gas yang mudah berpijar. Rangkaian listrik satu loop atau lebih harus
disusun dengan benar agar arus dapat efektif dan daya maupun energi listrik
dapat dihemat. Dalam bab ini akan dibahas tentang listrik dinamis.
Peta Konsep Bab 8





![]() |
![]() |
![]() |
||||||||||||||
![]() |
![]() |
|||||||||||||||
![]() |
||||||||||||||||
![]() |
||||||||||||||||
![]() |
||||||||||||||||
![]() |
||||||||||||||||




Tujuan Pembelajaran
·
Menerapkan konsep kuat arus listrik
dalam persoalan fisika
·
Mendeskripsikan bermacam-macam sumber
arus listrik
·
Menyebutkan berbagai masam rangkaian
listrik
·
Menjelaskan konsep gaya gerak listrik (GGL) sumber arus
listrik
·
Menjelaskan susunan dan cara kerja
elemen listrik primer dan sekunder
·
Mengukur tegangan antara kutub-kutub
sumber tegangan dan tegangan jepit (tegangan terpakai)
|

Fisika kelistrikan mempunyai
aplikasi langsung pada kehidupan manusia karena terkait dengan fungsi listrik
sebagai power berbagai peralatan rumah tangga maupun industri. Kelistrikan
bahkan telah melahirkan anak cabang ilmu baru seperti elektronika dan
informatika yang sangat berkembang pesat
seiring perkembangan peralatan elektronika dan komputer. Namun demikian
kelistrikan tetap dikaji dan pelaksanaan riset tentang listrik tetap dilakukan
untuk penemuan-penemuan baru bagi
teknologi dan bagi ilmu fisika itu sendiri.
A. Konsep
Dasar Arus Listrik
Dalam pembahasan listrik statik dipelajari tentang
partikel yang bermuatan listrik di dalam atom, yaitu elektron dan proton.
Elektron adalah pembawa muatan listrik negatif yang dapat digunakan untuk
menjelaskan terjadinya arus listrik dan proton pembawa muatan positif.
Listrik dinamis adalah
ilmu yang mempelajari tentang listrik yang mengalir. Pada listrik statik,
muatan listrik yang telah dipelajari itu pada umumnya tidak mengalir sama
sekali atau kalau ada juga aliran, maka aliran tersebut berlangsung sangat
singkat dan sangat kecil sehingga tak dapat ditunjukkan dengan alat pengukur
arus.
Seperti yang telah kita
ketahui bahwa elektron-elektron itu adalah pambawa muatan negatif. Di dalam
suatu penghantar electron-elektron dapat berpindah dengan mudah, sedangkan di
dalam suatu isolator elektron-elektron tersebut sukar berpindah.
1.
Arus Listrik
Arus listrik adalah
aliran muatan listrik atau muatan listrik yang mengalir tiap satuan
waktu. Arah arus listrik dari arah dari potensial yang tinggi ke potensial
rendah, jadi berlawanan dengan arah aliran electron. Seandainya muatan-muatan
positif di dalam suatu penghantar dapat mengalir, maka arah alirannya sama
dengan arah arus listrik, yaitu dari potensial tinggi ke potensial rendah.
Perhatikan gambar di bawah ini !


+
+ +
+
+ + Penghantar +
|
Dua buah benda
bermuatan masing-masing A dan B dihubungkan dengan sebuah penghantar.
Bila potensial A lebih
tinggi dari pada potensial B, maka arus akan mengalir dari A ke B. Arus ini
mengalir dalam waktu yang sangat singkat. Setelah potensial A sama dengan
potensial B maka arus berhenti mengalir.
Supaya arus listrik tetap mengalir dari A ke B, maka
muatan positif yang telah sampai di B harus dipindahkan kembali ke A. Dengan
demikian maka potensial A selalu lebih tinggi daripada B. Jadi dapat disimpulkan
bahwa supaya arus listrik dapat mengalir dalam kawat penghantar, maka antara
kedua ujung kawat tersebut harus ada beda potensial.
2.
Kuat Arus
Listrik
Kuat arus listrik ialah banyaknya muatan listrik yang
mengalir tiap detik melalui suatu penghantar. Simbol kuat arus adalah I.
Satuan kuat arus listrik ialah Ampere yang diambil dari nama seorang
ilmuwan Perancis yaitu : Andrey Marie Ampere (1775 – 1836). Misalkan bahwa
dalam waktu t detik mengalir muatan listrik sebesar q coulomb dalam suatu penghantar berpenampang A,
maka dirumuskan:
|


I =
atau q
= I . t
Satuan I =
= Ampere (A). Satuan
lain untuk kuat arus misalnya miliampere (mA) dan mikroampere (µA), dengan
konversi 1 mA = 10-3 A dan
1µA = 10-6 A
Sedangkan kuat arus
untuk setiap satuan luas penampang dinamakan kerapatan arus. Rapat arus
dinyatakan dengan :
J =
dengan satuan A/m2
.
Jumlah muatan adalah n
x electron-elektron yang berpindah.
Atau q = n. e
Sehingga berlaku pula
n .e = I .t
Perhatikan lagi gambar 2, memperlihatkan muatan yang
bergerak pada penghantar dengan penampang A (m2), dan muatan-muatan
itu bergerak dengan kecepatan v (m/s). Misalkan dalam setiap satuan volume ada
n electron yang bergerak, dan setiap elektron itu memiliki muatan e = 1,6 x 10-19 C, maka dalam setiap selang waktu t elektron-elektron itu menempuh
jarak:
s = v . t
dengan satuan meter.
Sehingga jumlah
elektron-elektron itu dalam volume silinder (V = s.A) penghantar berjumlah
q = n .e .s .A
q = n.e.v.t. A dalam coulomb.
Kuat arus listriknya
sebesar
I = 
I =
n.e.v.A dalam ampere.
Sedangkan rapat arusnya
adalah
J =
=
J = n.e.v dalam
A/m2
Contoh :
- Jika kuat arus dalam sepotong kawat penghantar = 2 ampere, berapakah banyaknya muatan listrik yang mengalir melalui penampang kawat penghantar tersebut selama 1 menit ?
Penyelesaian
Diketahui :
I = 2 ampere
t = 1 menit = 60 detik
Ditanya:
q = ......?
Jawab:
q = I.
t
q = 2 A x 60 detik
q = 120 coulomb
- Jika sebuah kawat penghantar listrik dialiri muatan listrik sebesar 360 coulomb dalam waktu 1 menit, tentukan kuat arus listrik yang melintasi kawat penghantar tersebut !
Penyelesaian
Diketahui :
q = 360 coulomb
t = 1 menit = 60 detik
Ditanya:
I = ......?
Jawab:
I =
I =
= 6 A
Saat membahas listrik, tidak akan terlepas dari alat untuk listrik baik
alat ukur kuat arus listrik atau amperemeter, maupun untuk mengukur tegangan
atau beda potensial antara dua titik disebut volt meter.


Untuk mengukur kuat arus digunakan suatu alat yang disebut amperemeter. Ampermeter
terdiri dari galvanometer yang dihubungkan paralel dengan resistor yang
mempunyai hambatan rendah. Tujuannya adalah untuk menaikan batas ukur
ampermeter. Hasil pengukuran akan dapat terbaca pada skala yang ada pada ampermeter.
|
Amperemeter ini
dipasang sedemikian rupa (secara seri) sehingga arus yang hendak diukur
kekuatannya mengalir melalui amperemeter. Perhatikan gambar 5 dan 6 berikut
ini.


Gambar 5. Rangkain listrik sederhana,
beserta skemanya
Dengan memutus salah
satu penghantar dan menghubungkannya dengan amperemeter dapat diukur kuat arus
yang mengalir. Pemasangan alat semacam itu disebut secara seri.
|
Simbol amperemeter :

A
Perhatikan pada saat membaca skala yang
digunakan, karena tergantung pada batas ukur yang digunakan. Misalnya
menggunakan batas ukur 1A, pada skala tertulis angka dari 0 sampai dengan 10. Pada
saat jarum amperemeter menunjuk angka 10 berarti kuat arus yang mengalir hanya
1A. Jika menunjukkan angka 5 berarti kuat arus yang mengalir 0,5 A. Cara pembacaan skala amperemeter pada saat
digunakan untuk pengukuran besar kuat arus yang mengalir dalam suatu rangkaian
adalah sebagai berikut :
![]() |
|||
|
|||
Hasil pengukuran kuat arus dibaca dengan
cara sebagai berikut.
Besar kuat arus =
x batas ukur
Contoh:
|
1.
|
Berapa kuat arus yang mengalir pada
rangkaian berikut ini?
|
||
|
|
![]() |
||
|
|
Diketahui: skala maksimum
|
=
|
10
|
|
|
Batas ukur
|
=
|
5 A
|
|
|
|
|
|
|
|
Ditanya: I hasil pengamatan?
|
|
|
|
|
Jawab: I
|
=
|
|
|
|
|
=
|
2 A
|
Untuk mengukur kuat arus yang sangat besar (melebihi
batas ukurnya). Ini berarti kuat arus yang diukur lebih besar dari batas ukur
alat, maka harus memperbesar batas ukur dengan menggeser batas ukur jika masih
memungkinkan. Jika tidak memungkinkan harus memasang hambatan shunt secara
paralel pada ampermeter. Hambatan shunt dipasang paralel dengan amperemeter
(alat amperemeter dengan tahanan shunt disebut ammeter)
|
Sebuah amperemeter yang
mempunyai batas ukur maksimum IA ampere dan hambatan dalam amperemeter RA
Ohm, supaya dapat dipakai untuk mengukur arus yang kuat arusnya I = n x IA
ampere harus dipasang shunt sebesar :
Contoh:
Suatu amperemeter mempunyai hambatan dalam 4
ohm, hanya mampu mengukur sampai 5 mA.
Amperemeter tersebut akan digunakan untuk mengukur arus listrik yang besarnya mencapai
10 A. Tentukan besar hambatan shunt yang harus dipasang secara paralel pada amperemeter.
Penyelesaian:
Diketahui :
IA = 5 mA = 5.10-3 A
I =
10 A
RA = 20 W
Ditanya :
R sh = …?
Jawab :
I = n x IA
10 = n . 5.10-3
n =
2000
= 
= 2.10-3 W
Latihan
Kerjakan
soal-soal berikut ini di buku latihanmu!
1.
Arus sebesar 5 Ampere mengalir
dalam penghantar metal, berapa coulomb besar
muatan q yang berpindah selama 1 menit ?
2.
Berapa besar kuat arus listrik
yang memindahkan muatan 30 coulomb melalui sebuah penghantar tiap menit ?
3.
Kuat arus sebesar 8 ampere
mengalir melalui penghantar. Berapa jumlah elektron yang bergerak melalui
penghantar tersebut tiap menit, jika muatan 1 elektron = 1,6 . 10-19 C ?
4.
Di dalam penghantar kawat yang
penampangnya 1 mm2 terdapat 3.1021 elektron bebas per m3
. Berapa kecepatan elektron-elektron tersebut, jika dialiri listrik dengan kuat
arus 12 ampere. Berapa kuat arusnya ?
3.
Potensial
Listrik
Untuk
mengalirkan muatan listrik dari katoda ke anoda membentuk siklus yang tiada
henti sumber tegangan harus mengeluarkan energi. Energi ini diperlukan untuk
gerakan muatan-muatan listrik, terindikasi dengan nyala lampu yang dipasangkan.
Nyala lampu terjadi karena muatan-muatan listrik menimbulkan energi kalor
ketika melalui kawat filament lampu.
|
Banyaknya energi yang
dikeluarkan oleh sumber tegangan tersebut bergantung pada banyaknya muatan
listrik yang dipindahkan. Makin besar muatan yang dipindahkan, makin besar
energi yang harus dikeluarkan.
Beda
potensial antara kutub-kutub sumber tegangan pada saat sumber tegangan itu
belum mengalirkan arus dinamakan gaya
gerak listrik (ggl) yang diberi symbol ε. Satuan ggl adalah volt (V).
Beda
potensial antara titik A dan B di luar sumber tegangan disebut tegangan jepit
atau tegangan terpakai, dinyatakan dengan simbol VAB. Satuan beda
potensial ialah volt. Konversi lain yang
sering dipakai adalah satuan milivolt (mV).
Dimana
1 mV = 10-3 volt.
Dua titik mempunyai
beda potensial 1 volt, bila sumber arus mengeluarkan energi sebesar 1 joule
untuk setiap coulnmb muatan yang dipindahkannya A ke B.
Jika energi yang
dikeluarkan sumber tegangan = W joule,
muatan yang dipindahkan dari A ke B = q coulomb, maka beda potensial antara A
dan B =
VAB =
dalam
volt. Jadi
1 volt = 1 
Untuk mengukur ggl suatu sumber tegangan atau beda potensial dua titik
menggunakan alat voltmeter atau multimeter/AVO meter, dengan cara menghubungkan
kedua pencolok alat ukur listrik itu ke katoda dan anoda. Ingat jangan terbalik
kutub-kutubnya. Pencolok merah (+) ke anoda dan pencolok hitam (-) ke katoda.
Untuk
mengukur besar ggl atau beda potensial dengan menggunakan volt meter atau
multimeter yang saklarnya ditunjukkan pada tulisan DC V atau AC V, dan juga
dapat menggunakan basicmeter yang dirangkai dengan multiplayer.

|
Misalkan
terdapat suatu rangkaian sederhana terdiri sumber tegangan searah, lampu pijar
dan kabel-kabel penghubung seperti pada gambar 11 berikut ini. Dengan
menggunakan voltmeter akan diukurbeda potensial di ujung-ujung lampu. Menggunakan voltmeter berbeda dengan menggunakan ampermeter, dalam
menggunakan voltmeter harus dipasang paralel pada kedua ujung yang akan dicari
beda tegangannya.
|
Perlu
diingat bahwa dalam mengukur tegangan jepit, volt meter harus dipasang paralel
dengan sumber tegangan dan alat tersebut tidak mengukur potensial A maupun potensial
B, tetapi volt meter hanya mengukur beda atau selisih potensial antara titik A
dan titik B.
|
Cara pembacaan skala
votmeter pada saat digunakan untuk pengukuran ggl atau beda potensial dalam
suatu rangkaian adalah sebagai berikut :
|
||||
![]() |
||||
Hasil pengukuran ggl atau beda potensial
dibaca dengan cara sebagai berikut.
Besar tegangan =
x batas ukur
Untuk
mengukur beda potensial yang melebihi batas ukurnya, berarti beda potensial
yang diukur lebih besar dari kemampuan alat ukur. Sehingga harus diperbesar
batas ukurnya (Vv) dengan memasang hambatan depan/muka seri dengan voltmeter
yang memiliki hambatan dalam Rv..
|
Untuk mengukur beda potensial V = n x Vv
(batas ukur maksimumnya), harus dipasang hambatan depan (Rm). Besar
hambatan muka yang dipasang pada Voltmeter tersebut adalah:
Rm = (n - 1) Rv
Contoh:
Sebuah voltmeter mempunyai hambatan dalam 3
kW , dapat mengukur tegangan maksimal 5 volt. Jika ingin memperbesar
batas ukur voltmeter menjadi 100 volt, tentukan hambatan muka yang harus
dipasang secara seri pada voltmeter.
Penyelesaian:
Diketahui :
RV = 3 kW
VV = 5 V
V = 100 V
Ditanya :
R m = …?
Jawab :
V = n x VV
100 = n . 5.
n =
20
Rm = (n - 1) Rv
= (20 - 1) . 3
= 57 kW
Untuk memasang
amperemeter dan voltmeter sekaligus di dalam sebuah rangkaian , harus tetap
mengingat bahwa amperemeter harus terpasang seri dan voltmeter harus terpasang
paralel. Perhatikan gambar berikut.
|
Agar kamu lebih
terampil menggunakan alat-alat ukur listrik seperti amperemeter atau voltmeter,
lakukanlah percobaan berikut ini.
Kegiatan Percobaan
Mandiri
Tujuan :
Pengukuran kuat arus
listrik.
Alat
dan Bahan :
|
1.
|
bola lampu
senter 1 buah
|
|
2.
|
amperemeter
|
|
3.
|
1 buah batu
baterai 1,5 V
|
|
4.
|
kabel penghubung
kira-kira 30 cm
|
Petunjuk
Teknis:
|
1.
|
Rangkaian alat
seperti pada gambar di bawah ini.
|
|
|
![]() |
|
2.
|
Perhatikan,
apakah lampu menyala? Dan apakah jarum amperemeter bergerak menyimpang.
|
|
3.
|
Coba lepaskan
salah satu kabel penghubung pada lampu, apa yang Kamu lihat?
|
|
4.
5.
|
Sambungkan lagi
kabel yang kamu lepaskan dan perhatikan alat ukur kuat arus (amperemeter),
apa yang terjadi?
Buatlah
kesimpulan dari percobaanmu!
|
Latihan
Jawablah
pertanyaan-pertanyaan berikut di buku latihanmu!
1. Tentukan hasil
pengamatan yang ditunjukkan oleh amperemeter berikut ini!

2. Tentukan hasil
pengamatan yang ditunjukkan oleh voltmeter berikut ini!

3. Suatu ampermeter
mempunyai hambatan dalam 2 ohm, hanya mampu mengukur sampai 10 mA. Ampermeter
tersebut akan digunakan untuk mengukur arus listrik yang mencapai 10 A. Tentukan
besar hambatan shunt yang harus di pasang secara
paralel pada
amperemeter!
B. Rangkaian Listrik
Telah
diketahui bahwa bila dua buah benda yang memiliki potensial listrik berbeda
berinteraksi, potensial listrik dari dua buah benda tersebut dapat dibandingkan
mana yang memiliki potensial tinggi dan mana yang memiliki potensial rendah.


+
+ +
+
+ + +
A B
Benda A mempunyai
potensial listrik lebih tinggi dari pada B


-
- -
-
- - -
A B
Benda A mempunyai
potensial listrik lebih rendah dari pada B


+ -
+ -
A B
Benda A mempunyai
potensial listrik lebih tinggi dari pada B.
Arah elektron dari potensial rendah ke potensial tinggi,
karena benda yang berpotensial rendah berarti mengandung lebih banyak elektron
dibanding benda yang berpotensial tinggi.
Di dalam sebuah penghantar bila terdapat beda potensial,
maka terjadilah aliran elektron yang arahnya dari potensial rendah ke potensial
tinggi. Bila muatan positif dianggap dapat bergerak, maka muatan positif akan
bergerak dari potensial tinggi ke potensial rendah. Aliran muatan positif
itulah yang dinamakan arus listrik. Sehingga dapat dikatakan bahwa arah arus
listrik mengalir dari potensial tinggi ke potensial rendah atau arah arus
listrik berlawanan dengan arah aliran elektron.
Arah aliran listrik dua
buah benda yang bermuatan listrik dapat dilihat seperti gambar berikut :
![]() |
+ + + + Gambar 16.
+ A
+ + B + Benda A mempunyai potensial lebih tinggi dari
+ +
+ + benda B, sehingga arah arus listrik mengalir dari
A ke B
- -
- -
-
A - - B -
- - - -
Dua buah benda
bermuatan masing-masing A dan B dihubungkan dengan sebuah penghantar. Bila
benda A lebih tinggi dari pada potensialnya dari pada benda B, maka elektron
akan mengalir dari B ke A. Aliran ini terjadi dalam waktu yang sangat singkat.
Setelah potensial A sama dengan potensial B maka elektron berhenti mengalir,
karena telah tercapai keseimbangan potensial.
Supaya elektron tetap mengalir dari A ke B, maka elektron
yang telah sampai di B harus dipindahkan kembali ke A. Dengan demikian maka
potensial A selalu lebih tinggi daripada B. Jadi dapat disimpulkan bahwa supaya
elektron dapat mengalir dalam kawat penghantar, maka antara kedua ujung kawat
tersebut harus ada beda potensial. Supaya aliran elektron ini dapat berlangsung
dalam waktu lama beda potensial kedua ujung penghantar tidak sama dengan nol.
Untuk mengetahui arah arus listrik dan arah aliran
elektron dalam suatu rangkaian listrik tertutup (loop) dapat dilihat seperti
gambar berikut :
![]() |
B C B C
A D A D
Gambar 17.
Arah arus listrik :
A–B–C–D Arah
aliran elektron : D–C–B–A
Supaya arus listrik dapat mengalir dalam kawat
penghantar, maka antara kedua ujung kawat tersebut harus ada beda potensial.
Alat yang dapat membuat suatu titik agar potensialnya selalu lebih tinggi dari
pada potensial titik lainnya disebut sumber tegangan.
Contoh-contoh sumber
tegangan : dinamo, generator, baterai, akki, stop kontak dan lain-lain. Menurut
pemakaiannya sumber tegangan digolongkan menjadi tiga yaitu,
- sumber arus listrik primer seperti baterai (elemen Leclanche), elemen volta, elemen Daniel, dan lain-lain, yang apabila telah tercapai keseimbangan potensial tidak dapat diisi potensial kembali karena terjadi perubahan atau kerusakan satu atau beberapa komponen di dalamnya.
- sumber arus listrik sekunder seperti (accumulator, elemen alkaline (energizer), dan lain-lain, yang apabila telah tercapai keseimbangan potensial dapat diisi potensial kembali dengan cara diestrum listrik.
- sumber arus listrik mekanis seperti generator, dynamo, stop kontak dari PLN.
Kutub-kutub sumber tegangan sebelum mengalirkan arus
disebut gaya
gerak listrik (ggl) atau electromotive
force (emf), sedangkan kutub-kutub sumber tegangan selama mengalirkan arus
disebut beda potensial atau tegangan jepit. Atau dengan istilah lain, beda potensial antara kutub positif dan kutub
negatif dalam keadaan terbuka disebut gaya
gerak listrik dan dalam keadaan tertutup disebut tegangan jepit. Dalam hal ini ggl nilainya selalu lebih besar
daripada tegangan listrik.
1. Beberapa
Sumber Tegangan
a. Elemen Volta
Elemen Volta, ditemukan oleh Alessandro Volta
(1745-1827) ilmuwan dari Italia
Elemen Volta yang
paling sederhana ini terdiri dari sebuah bejana kaca yang berisi asam sulfat
encer. Sebuah lempeng tembaga (Cu) dan sebuah lempeng seng (Zn) dicelupkan ke
dalam larutan tersebut. Bila lempeng tembaga dan lempeng seng tersebut
dihubungkan dengan kawat penghantar maka akan ada arus yang mengalir sepanjang
penghantar tersebut. Ini terbukti dengan menyalanya lampu yang dipasang pada
penghantar tersebut. Hal ini juga membuktikan bahwa antara tembaga dan seng
terdapat beda potensial.


Beda potensial antara seng dan tembaga sebesar 1,5 volt.
Namun beda potensial ini tidak dapat bertahan dalam waktu lama karena pada seng
mengalami pelepasan ion-ion Zn 2+ yang bergabung dengan ion SO42-
dan menyebabkan plat seng menjadi korosif dan lama kelamaan habis. Selain itu
terjadi peristiwa polarisasi pada tembaga, yaitu tertutupnya permukaan tembaga
yang tercelup oleh gelembung-gelembung gas H2 yang berasal dari
ion-ion H+ yang bergerak menuju plat tembaga untuk mengambil elektron.
Di dalam praktek,
elemen volta ini jarang digunakan sebab kurang
praktis. Elemen Volta ini tidak dapat mengalirkan arus yang lama sebab dalam
reaksi kimia tersebut terjadi gelembung-gelembung gas hidrogen yang menempel
pada tembaga dan menghambat arus listrik yang mengalir.
Pada perkembangannya
elemen volta disempurnakan dengan menambahkan jembatan garam KCl. Namun secara
keseluruhan elemen Volta ini mengandung
kelemahan yaitu kurang praktis.
|

|
b. Elemen Kering/ Elemen Leclanche/ Baterai
Elemen
Kering atau baterai atau elemen Leclanche kering merupakan penyempurnaan elemen
Leclanche basah, terdiri dari sebuah bejana seng yang bagian dalamnya dilapisi
dengan kertas karton dan berisi campuran salmiak, serbuk arang dan batu kawi
yang berbentuk pasta.


Batang
arang ini mempunyai potensial yang lebih tinggi dari pada seng. Kutub positif
elemen kering ini adalah batang arang ( C ), sedangkan kutub negatifnya adalah
seng (Zn). Potensial kutub positif ini lebih tinggi daripada potensial kutub
negatif.
GGL yang diperoleh standar tiap baterai atau sel
adalah 1,5 volt. Bila dua baterai kita serikan berarti memperoleh ggl 3 volt.
Seperti elemen Volta elemen kering termasuk
elemen kimiawi yaitu mengubah energi kimia menjadi energi listrik, Elemen
Leclanche kering ini trermasuk elemen primer sehingga apabila potensialnya
habis, sudah tidak dapat digunakan lagi. Untuk mengatasi kelemahan itu
diciptakan baterai yang dapat disetrum lagi seperti baterai alkali atau baterai
nikel-besi yang dikembangkan oleh Thomas Alva Edison tahun 1900, energizer dan
lain-lain yang termasuk elemen sekunder.
c. Sel Bikromat
Banyaknya
penemuan sumber tegangan yang menggunakan berbagai plat katoda dan anoda untuk
mengatasi kelemahan sel Volta dan sel Leclanche
kering, misalnya
·
sel oksida
mercuri-seng (katoda = seng, anoda =
oksida mercuri) dengan larutan elektrolit potassium hidroksida yang menghasilkan ggl = 1,34 volt
·
sel
nikel-besi atau baterai Edison (katoda = besi,
anoda= oksida nikel, elektrolit potassium hidroksida) menghasilkan ggl = 1,15
volt
·
sel
nikel-cadmium atau baterai cadmium ( katoda = cadmium, anoda = oksida nikel,
elektrolit potassium hidroksida) dengan ggl = 1,15 volt; baterai ini menyempurnakan baterai Edison.
·
Dan masih
banyak lagi
Namun demikian
kekhawatiran terhadap bahan beracun dari elektrolit yang dipakai mendorong
ditemukannya sel bikromat.

|
Sel Bikromat dikembangkan
pada tahun 1850, berisi plat elektroda dari seng (katoda) dan karbon (anoda)
dalam tabung kaca yang berisi asam kromit, sel ini lebih aman penggunaannya
daripada sel yang menggunakan asam nitrat atau potassium hidroksida karena
beracun.
d. Akki (accumulator)
Akki
(accumulator), akki terdiri dari sebuah bak kecil yang terbuat dari karet keras
atau kaca yang berisi larutan asam sulfat encer.
Di
dalamnya terdapat dua kerangka P (positif) dan N (negatif) terbuat dari timbal
(Pb) yang berlubang-lubang berbentuk segiempat. Lubang-lubang kerangka P diisi
dengan timbal peroksida (PbO2) yang berupa lapisan berpori. Kerangka
P ini berwarna coklat dan merupakan kutub positif akki. Kerangka N berisi
lapisan timbal berpori (Pb), warnanya
abu-abu dan merupakan kutub negatif akki. Ggl yang dihasilkan kedua kutub ini
besarnya sekitar 2 volt.
|
Bila
akki mengalirkan arus listrik, maka lapisan timbal dan timbal peroksida
keduanya berubah sedikit demi sedikit menjadi timbal sulfat (PbSO4),
sehingga kemampuan akki untuk mengalirkan arus listrik menjadi berkurang. Untuk
memulihkan kembali kemampuan akki ini, maka akki harus “diisi” kembali dengan
cara menyetrumnya, yaitu dengan jalan mengalirkan arus searah dari sumber arus,
dengan arah yang bertentangan dengan arah arus yang dialirkan oleh aki
tersebut. Karena aliran listrik ini, timbal sulfat berubah menjadi timbal dan
timbal peroksida kembali.
Dalam
pemakaian elemen Volta, elemen kering, maupun
akki terjadi perubahan bentuk energi dari energi kimia menjadi energi listrik.
Sedangkan dalam pengisian akki terjadi perubahan bentuk energi yaitu dari
energi listrik menjadi energi kimia.
e. Dinamo/Generator
Dinamo,
terdiri dari sebuah magnet dan sebuah kumparan (gulungan kawat penghantar) yang
dapat berputar di antara kutub-kutub magnet tersebut. Bila kumparan tersebut
berputar, maka terjadi beda potensial pada kedua ujung-ujung kawat kumparan.
Dalam teknis prakteknya dapat diubah magnet yang berputar dan kumparan yang
diam. Generator adalah dinamo yang berukuran besar. Prinsip kerja dinamo atau
generator menggunakan induksi elektromagnetik yaitu terjadi perubahan
garis-garis medan
magnet tiap satuan waktu yang melalui kumparan kawat
ε = N
dimana ε adalah ggl
yang dihasilkan kedua ujung kumparan generator, N adalah jumlah lilitan kawat
kumparan,
adalah perubahan fluks
magnet tiap satuan waktu.
Dinamo
ini berfungsi untuk mengubah energi gerak (mekanik) menjadi energi listrik.

|
2. Kuat Arus
dalam Suatu Rangkaian Tertutup
Suatu rangkaian tertutup ialah rangkaian yang tiada
berujung dan tiada berpangkal. Arus listrik akan mengalir terus menerus dalam
siklus tertutup. Di luar baterei arah arus listrik ini dari kutub positif ke
kutub negatif. Sedangkan di dalam baterei arah arus listrik dari kutub negatif
ke kutub positif baterei. Perhatikan gambar 24 di bawah ini.


Arah aliran elektron
berlawanan dengan arah arus listrik. Sebuah lampu (L) dihubungkan pada
kutub-kutub sebuah sumber tegangan/baterei (ε) seperti pada gambar 25. Di luar
baterei elektron mengalir dari kutub negatif ke kutub positif, sedangkan di
dalam baterei elektron mengalir dari
kutub positif ke kutub negatif baterei.
|
|
|
|
|
|
Rangkaian seperti pada
gambar 25 dan 26 tersebut sering juga disebut rangkaian tetutup tak bercabang.
Kuat arus di dalam suatu rangkaian tak bercabang di mana-mana sama besarnya.
Sedangkan untuk suatu
rangkaian yang bercabang, berlaku hukum-hukum Kirchhoff.
- Hukum I Kirchhoff
Hukum-hukum Kirchhoff ada dua, namun yang akan dibahas terlebih
dahulu adalah Hukum I Kirchhoff, sedangkan Hukum II Kirchhoff akan dibahas di
bagian tersendiri.
Hukum I kirchhoff
berbunyi sebagai berikut. “ Jumlah kuat arus yang masuk pada suatu titik
percabangan sama dengan jumlah arus yang keluar dari titik itu”
Hukum I Kirchhoff
tersebut sebenarnya tidak lain sebutannya dengan hukum kekekalan muatan
listrik. Hukum I Kirchhoff secara matematis dapat dituliskan sebagai:
å I masuk = å I keluar
Dari
gambar di samping, dengan memasang amperemeter pada masing-masing cabang dapat
dibuktikan bahwa
å I masuk = å I keluar
I = I1 + I2
+ I3 = I'
Perhatikan pula contoh
berikut ini.

Bila P adalah titik
cabangnya, maka :
å I masuk = å I keluar
i1 + i2 + i3 = i4 + i5
Contoh Soal:
Perhatikanlah titik simpul A dari suatu rangkaian listrik
seperti tampak pada gambar! Kuat arus I1 = 10 A, I2 = 5 A
arah menuju titik A. Kuat arus I3 = 8 A arah keluar dari titik A. Berapakah
besar dan arah kuat arus I4?

|
Penyelesaian :
Menurut Hukum I Kirchhoff
å I masuk = å I keluar
|
||||||||||||||||||||
|
å I masuk = I1 + I2 = 10 +5 = 15 ampere
|
||||||||||||||||||||
|
I3 = 8 A arah keluar dari titik A
I4 harus berarah keluar juga agar seimbang.
|
||||||||||||||||||||
|
å I keluar =
I3 + I4 = 8 + I4
|
||||||||||||||||||||
|
||||||||||||||||||||
Latihan:
Kerjakan soal berikut di
buku latihanmu!
|
![]() |
Tugas
Jawablah pertanyaan berikut di buku tugasmu!
- Jelaskan terjadinya polarisasi ? Bagaimana cara mengatasinya ?
- Apakah elemen Daniel itu ? Dapatkah Anda menunjukkan bagian-bagian dalam elemen Daniel. Sebutkan. Apakah pada elemen Daniel terjadi polarisasi ?
- Apakah kelemahan-kelemahan elemen Volta ? Apa pula kelemahan-kelemahan baterai ?
- Apakah keuntungan dan kelemahan sebuah accumulator ?
- Apa perbedaan pokok dari elemen Leclanche kering dan elemen Leclanche basah ?
- Mengapa muatan-muatan positif dianggap dapat mengalir ? Mengapa tidak dapat mengalir ?
- Bukalah sebuah baterai kering yang baru dan sebuah lagi yang sudah tidak mempunyai beda potensial. Bagian-bagian manakah yang mengalami perbedaan ?
- Jelaskan reaksi kimia pada saat sebuah accu dipakai.
- Apakah keuntungan dan kelemahan sebuah dinamo atau generator ?
- Bila sebuah sumber tegangan memerlukan energi 25 joule untuk memindahkan muatan sebanyak 12,5 coulomb, Berapakah tegangan sumbernya ?
|
Kegiatan Percobaan Mandiri
Tujuan:
|
|||
|
Menyelidiki kuat arus listrik pada titik simpul.
Alat dan Bahan :
|
|||
|
|
|
||
|
|
1. bola lampu 3 buah masing-masing 1,5 V (L1,
L2, L3)
2. amperemeter 3 buah (A1, A2, A3) 3. Baterai 1,5 volt 3 buah 4. Power supply DC untuk 1,5 volt, 3 volt dan 4,5 volt 5. kabel penghubung 6. saklar penghubung (S) |
||
|
|
Petunjuk Teknis :
|
||
|
|
|
||
|
|
1. Rangkaian alat-alat seperti pada gambar di bawah ini:
|
||
|
|
|
||
|
|
|
||
|
|
2. Apakah semua lampu menyala?
|
||
|
|
|
||
|
|
3. Jika semua lampu menyala, bacalah angka yang
ditunjukkan oleh alat A1, A2 dan A3.
|
||
|
|
4. Catatlah angka yang ditunjukkan oleh A2 dan
A3 dengan titik P merupakan titik cabang rangkaian.
|
||
|
|
5. Tuliskan kesimpulan dari hasil percobaanmu!
|
||
3. Hukum Ohm
dan Hambatan listrik
Seorang
guru fisika dari Jerman bernama George Simon Ohm (1789-1854) berhasil
mendapatkan hubungan antara besarnya beda potensial dengan besarnya arus yang
mengalir. Ia menyimpulkan penemuannya ini ke dalam suatu hukum yang dikenal
dengan nama Hukum Ohm. Bunyi Hukum Ohm sebagai berikut.
“Kuat arus yang
mengalir dalam suatu penghantar sebanding dengan beda potensial antara
ujung-ujung penghantar itu, asalkan suhu penghantar itu tetap”
Secara ringkasnya hukum
ini dapat ditulis sebagai berikut;
V ~ I (V sebanding dengan I)
Dalam
persamaan ini, R merupakan suatu faktor perbandingan yang besarnya tetap untuk
suatu penghantar tertentu dan pada suhu tertentu pula. Faktor tetap R ini disebut hambatan listrik.
Definisi hambatan suatu penghantar adalah hasil bagi
beda potensial antara ujung-ujung penghantar itu dengan kuat arus dalam
penghantar itu.
Satuan hambatan listrik =
= Ohm. Simbolnya dalam huruf yunani W
(omega)
Satuan lainnya kilo ohm (KW) =
1000 W,
mega ohm (MW) =
106 W
Sebuah penghantar disebut mempunyai hambatan sebesar
satu ohm bila beda potensial sebesar satu ampere melalui penghantar itu.
Penghambat/resistor adalah komponen yang diproduksi
pabrik dan memiliki nilai hambatan tetap dengan toleransi tertentu.
|
Gambar skema penghambat dalam rangkaian listrik adalah:

|
Kegiatan Percobaan Mandiri
Tujuan:
Menyelidiki hubungan
antara tegangan (V) dan kuat arus (I)
|
||||||||||||||
|
Alat dan bahan:
|
||||||||||||||
|
- 3 buah baterai masing-masing 1,5 V
|
||||||||||||||
|
- 3 buah lampu pijar kecil
|
||||||||||||||
|
- kawat nikrom secukupnya
|
||||||||||||||
|
- ampere meter
|
||||||||||||||
|
Petunjuk Teknis :
|
||||||||||||||
|
Contoh
Soal:
- Kuat arus di dalam sepotong kawat penghantar sama dengan 2 ampere, apabila kedua ujungnya diberi beda potensial sebesar 12 volt. Berapakah hambatan kawat kedua kawat tersebut ?
Penyelesaian
Diketahui :
I = 2 A
V = 12 volt
Ditanya :
R = ...?
Jawab :
R =
=
= 6 ohm
Latihan
:
Kerjakan
soal berikut di buku latihanmu!
- Arus listrik 400 mA mengalir pada suatu penghantar. Jika beda potensial antara ujung kawat 40 V, carilah hambatan listrik kawat tersebut!
- Berapa besarnya arus yang akan mengalir di dalam sepotong kawat penghantar yang mempunyai hambatan sebesar 110 ohm bila dipasang pada suatu sumber tegangan 220 volt ?
- Metode amperemeter-voltmeter dipasang sedemikian rupa untuk maksud mengetahui besar hambatan R. Ampermeter A dipasang seri terhadap R dan menunjukkan 0,3 A. Voltmeter V dipasang pararel terhadap R dan menunjukkan tegangan sebesar 1,5 volt. Hitung besar hambatan R.
4. Hambatan Listrik
suatu Penghantar
Hambatan sepotong kawat penghantar dapat diukur secara langsung dengan alat ohmmeter. Sebuah alat yang dapat digunakan untuk mengukur hambatan, beda potensial dan kuat arus disebut multimeter. Multimeter ini merupakan satu kesatuan alat dari volt meter, ampere meter dan ohm meter. Dengan memutar sebuah saklar, alat itu dapat digunakan sebagai amperemeter, volt meter atau ohm meter tergantung mana yang diperlukan.
Hambatan
atau resistansi suatu penghantar berguna untuk mengatur besarnya kuat arus
listrik yang mengalir melalui suatu rangkaian listrik. Dalam radio dan
televisi, resistansi berguna untuk menjaga kuat arus dan tegangan pada nilai
tertentu dengan tujuan agar komponen-komponen listrik lainnya dapat berfungsi
dengan baik.
Bila
panjang kawat penghantar dinyatakan dengan huruf l, luas penampangnya
dinyatakan dengan huruf A, maka untuk berbagai jenis pengkantar, panjang dan
penampang berbeda terdapat hubungan sebagai berikut.
R = r 
Ternyata hambatan
sepotong kawat penghantar adalah:
1. Sebanding dengan panjang kawat penghantar
tersebut (l)
2. Berbanding terbalik dengan luas penampang kawat
penghantar (A)
3. Bergantung kepada jenis bahan penghantar (r)
Dalam persamaan ini r disebut hambatan jenis kawat penghantar,
yang besarnya bergantung kepada jenis bahan yang digunakan membuat kawat itu.
Persamaan dapat
diubah menjadi sebagai berikut : r = 
sehingga satuan r =
= W m
Tabel. Hambatan jenis beberapa
zat.

Contoh Soal:
Seutas kawat besi
panjangnya 20 meter dan luas penampangnya 1 mm2, mempunyai hambatan
jenis 10-7 ohmmeter. Jika antara ujung-ujung kawat dipasang beda
potensial 60 volt, tentukan kuat arus yang mengalir dalam kawat!
Penyelesaian:
|
Diketahui :
|
I
|
=
|
20 m
|
|
|
A
|
=
|
1 mm2 = 1 x 10-6m2
|
|
|
V
|
=
|
60 V
|
|
|
p
|
=
|
10-7 ohm
meter
|
|
|
|
|
|
|
Ditanya :
|
I
|
=
|
......?
|
|
Jawab :
|
|
||
|
|
R
|
=
|
|
|
|
|
=
|
|
|
|
R
|
=
|
2 ohm
|
|
|
I
|
=
|
|
|
|
|
=
|
|
|
|
I
|
=
|
30 A
|
Latihan
Kerjakan di buku latihanmu!
1.
Sebatang aluminium panjangnya
2,5 m, berpenampang = 5 cm2. Hambatan jenis aluminium = 2,63.10-8
ohm.meter. Jika hambatan yang ditimbulkan oleh aluminium sama dengan hambatan
yang ditimbulkan oleh sepotong kawat besi yang berdiameter 15 mm dan hambatan jenisnya = 10.10-7
ohm.meter, maka berapakah panjang kawat besi tersebut ?
2.
Sepotong penghantar yang
panjangnya 10 meter berpenampang 0,5 mm2 mempunyai hambatan 50 ohm.
Hitung hambatan jenisnya.
Hambatan kawat pijar pada
suhu 0 ºC adalah 6 ohm. Berapa hambatannya pada suhu 1000 ºC, jika koefesien
suhu
= 0,004
5. Penghambat
Seri dan Paralel
Di dalam suatu rangkaian arus sering terdapat lebih dari
satu penghambat. Penghambat-penghambat ini dapat tersusun secara seri atau
secara paralel atau gabungan antara seri dan paralel.
Yang akan dibicarakan
di sini yaitu penghambat yang tersusun secara seri dan paralel.
a. Penghambat
Seri
Yang dimaksud dengan
penghambat seri adalah penghambat-penghambat yang disusun secara berurutan,
yang satu di belakang yang lain.
Contoh penghambat seri
:

Pada gambar di atas R1, R2 dan R3 tersusun secara seri.
Didapat pengganti ketiga penghambat ini menjadi sebuah penghambat saja,
misalnya disebut saja Rs, sedemikian rupa sehingga kuat arus I dan
beda potensial VAB tidak berubah besarnya.
Dari gambar di atas dapat dituliskan bahwa :
VAB = VA
- VB = VA – VC + VC – VD +
VD – VB
= VAC + VCD + VDB
VAB = VA
- VB = VAC + VCD + VDB = I R1 + I R2 + I
R3
Padahal : VAB = I RS
Dengan demikian :
I RS = I R1 + I R2 + I R3
, sehingga :
RS =
R1 + R2 + R3
RS adalah
penghambat pengganti dari penghambat-penghambat yang tersusun secara seri
tersebut. Jadi kesimpulannya bahwa :
Besar penghambat
pengganti dari penghambat-penghambat yang tersusun secara seri sama dengan
jumlah dari penghambat-penghambat seri itu sendiri.
b. Penghambat
Paralel
Yang dimaksud dengan
penghambat paralel ialah penghambat-penghambat yang disusun secara berdampingan
atau sejajar.
Contoh penghambat
paralel :


R1, R2
dan R3 pada gambar di atas tersusun secara paralel.
Ketiga hambatan ini dapat diganti menjadi satu penghambat saja, misalnya disebut
Rp, sedemikian rupa sehingga kuat arus I dan beda potensial VAB
tidak berubah besarnya.
I =
I1 + I2 + I3
Jadi kesimpulannya
bahwa, penghambat-penghambat yang disusun secara paralel dapat diganti dengan
sebuah penghambat yang kebalikan harganya sama dengan jumlah kebalikan harga
hambatan-hambatan penghambat yang tersusun secara paralel itu.
Contoh Soal:
1. Dua buah penghambat yang besar hambatannya
masing-masing 2 ohm dan 4 ohm dipasang secara seri. Berapakah besar penghambat
penggantinya ?
Jawab :
RS = R1 + R2 =
2 ohm + 4 ohm
= 6 ohm
2. Empat buah penghambat yang besar hambatannya
masing-masing 2 ohm, 4 ohm, 4 ohm dan 1 ohm dipasang secara paralel. berapakah
besar penghambat penggantinya ?
Jawab :
1/Rp =
½ + ¼
+ ¼ +
1/1 = 2
RP = 1/2 ohm = 0,5 ohm.
Latihan
Kerjakan soal-soal berikut di
buku latihanmu!
1.
Hitung hambatan pengganti untuk
rangkaian paralel hambatan 0,6 ohm dan 0,2 ohm !
2.
Berapa ohm harus dihubungkan
paralel dengan hambatan 12 ohm agar mengahasilkan hambatan pengganti sebesar 4
ohm ?
3.
Berapa banyak hambatan 40 ohm
harus dipasang paralel agar menghasilkan arus sebesar 15 ampere pada tegangan 120 volt ?
4.
Hambatan yang disusun seperti
pada gambar dibawah ini, dipasang tegangan antara titik AC 30 volt. Tentukanlah
:
a. Hambatan penggantinya antara titik AC
b. Arus yang memasuki pada rangkaian.

5.
Pada suhu 00 C
resistor-resistor tembaga, karbon dan wolfram masing-masing mempunyai hambatan
100 ohm. Kemudian suhu resistor serentak dinaikkan menjadi 1000 C.
Jika
cu = 0,00393 / 0C,
c = 0,005 / 0C,
wo = 0,0045 / 0C. Maka tentukan hambatan penggantinya jika :
a. Resistor-resistor tersebut disusun seri.
b. Resistor-resistor
tersebut disusun pararel
6.
Hitunglah hambatan pengganti antara
titik AB dari rangkaian di bawah ini.

6. Komponen
Listrik dalam Praktek
Beberapa komponen
listrik dalam praktek anatara lain sebagai berikut.
a.
Hambatan sumbat
Hambatan
sumbat yaitu penghambat yang dapat diatur besar kecilnya menurut keperluan dan
terutama dipakai untuk mengukur besarnya hambatan suatu kawat penghantar.
Hambatan sumbat terdiri dari beberapa kumparan kawat penghambat yang dipasang
seri. Penghambat-penghambat ini berhubungan satu sama lain melalui pelat-pelat
tembaga atau kuningan. Pelat-pelat ini dapat dihubungkan yang satu dengan yang
di sebelahnya dengan mebggunakan “Sumbat”. Bila celah di antara dua pelat disumbat
maka penghambat yang ada di antaranya tidak terpakai.
b.
Hambatan geser (Rheostat)
Hambatan
geser yaitu dipakai untuk mengatur kuat arus dan terutama untuk mengubah
besarnya hambatan dalam suatu rantai aliran listrik.
c.
Sakelar
Dalam
instalasi pemasangan lampu listrik perlu diberi sakelar agar dapat memutus dan
menghubungkan arus listrik yang mengalir ke dalam lampu. Dengan sakelar dapat
menyambung atau memutuskan arus listrik dengan cepat tanpa mengubah susunan
rangkaian listrik. Jika sakelar dalam posisi on (tertutup) arus listrik akan
mengalir / tersambung dan jika sakelar dalam posisi off (terbuka) arus listrik
tidak mengalir / terputus.
Untuk
pemasangan alat-alat listrik di rumah, misal lampu listrik disusun secara
paralel, bertujuan :
- potensial pada ujung-ujung alat listrik sama besarnya dengan potensial sumber tegangan
- tiap alat listrik dapat dinyalakan / dipadamkan tanpa mempengaruhi alat listrik yang lain
- bila salah satu lampu putus maka lampu yang lain tetap menyala
d.
Sekering
Sekering
/ pengaman adalah alat yang digunakan untuk membatasi besar kuat arus listrik
yang mengalir dalam suatu rangkaian. Sekering dibuat dari kawat pendek dan
tipis dengan titik cair yang rendah. Kawat itu akan cair dan putus jika dilalui
arus yang melampaui batas tertentu. Sekering memiliki nilai yang telah
ditentukan menurut keperluan, misalnya 1A, 2A, 5A. Suatu alat listrik yang
memerlukan kuat arus 3A, maka nilai yang dipilih sebaiknya 4A.
Di
dalam sekering terdapat kawat pendek, tipis atau halus dan memiliki titik lebur
yang rendah. Kawat tersebut akan meleleh dan putus jika dilalui kuat arus
listrik yang melebihi batas kuat arus yang terdapat pada sekering. Hal ini
dapat terjadi apabila adanya hubungan singkat / korsluiting
Hubungan
singkat terjadi apabila dua kabel tanpa isolator dengan jenis muatan yang
berbeda saling bersentuhan. Hal ini menyebabkan arus listrik yang mengalir
menjadi lebih besar dan kawat penghantar menjadi panas serta berpijar, bahkan
dapat menghasilkan percikan api yang dapat dmenyebabkan kebakaran. Apabila
pemakaian energi listrik di rumah terlalu besar atau melebihi daya yang
ditentukan, maka kuat arus yang mengalir akan melebihi batas yang ditentukan.
Hal ini menyebabkan kawat sekering akan putus.
7. Hukum Ohm
Untuk Rangkaian Tertutup
Suatu rangkaian arus yang sederhana, terdiri sebuah
sumber tegangan, misalnya baterai dan
sebuah penghantar yang hambatannya R yang menghubungkan kutub-kutub baterai
tersebut.
a. Rangkaian Tertutup dengan Satu Sumber Tegangan
![]() |
|||
|
|||
Di luar sumber tegangan, arus mengalir dari P ke Q melalui hambatan yang besarnya R ohm. Di dalam sumber tegangan, arus
mengalir dari Q ke P melalui hambatan yang besarnya r ohm. Hambatan r ini
disebut hambatan dalam.
Kutub-kutub sumber tegangan sebelum mengalirkan arus
disebut gaya
gerak listrik (GGL) atau emf =
electromotiveforce, sedangkan kutub-kutub sumber tegangan selama megalirkan
arus disebut beda potensial atau tegangan jepit. Bila arus I mengalir melalui
rangkaian di atas, maka hambatan seluruhnya yang dilewati arus listrik adalah R + r.
Kuat arus I yang
mengalir dapat dituliskan sebagai berikut :
I
= 
Tegangan jepit ialah
beda potensial antara kutub-kutub
sumber tegangan pada waktu sumber tegangan tersebut mengalirkan arus. Tegangan
jepit pada gambar di atas ialah VPQ , dimana
VPQ = I
R
b. Rangkaian Tertutup dengan Beberapa Sumber Tegangan Disusun Seri
Beberapa sumber tegangan dapat dihubungkan secara seri,
yaitu kutub positif sumber yang pertama dihubungkan dengan kutub negatif sumber
yang berikutnya.
Contoh terlihat pada gambar berikut.
Bila ada n buah sumber
tegangan yang tiap-tiap ggl nya adalah :
e volt dihubungkan secara seri, maka ggl seluruhnya adalah n x e volt.
Dan bila hambatan dalam
masing-masing sumber adalah r, maka hambatan dalam seluruhnya sama dengan n x r
ohm. Kalau n buah sumber tersebut dihubungkan oleh hambatan luar sebesar R,
maka kuat arus yang mengalir sama dengan :
I =
c. Rangkaian Tertutup dengan Beberapa Sumber Tegangan Disusun Paralel
Apabila n buah sumber
tegangan tersebut dihubungkan secara paralel, maka ggl susunannya juga ε volt. (lihat gambar di bawah ini dan apabila
hambatan dalam tiap sumber = r ohm, maka hambatan dalam n sumber sama dengan
:
Sekarang bila
kutub-kutub susunan tersebut dihubungkan oleh sebuah hambatan yang besarnya R,
maka kuat arus yang mengalir adalah :
I = 

d. Rangkaian Tertutup dengan Beberapa Sumber Tegangan Disusun Campuran
Seridan Paralel
Bila
beberapa elemen (n buah elemen) yang masing-masing mempunyai GGL e dan tahanan dalam r disusun
secara seri, sedangkan berapa elemen (m buah elemen) yang terjadi karena
hubungan seri tadi dihubungkan paralel lagi, maka kuat arus yang timbul :

Kuat arus yang
mengalir sebesar :

Latihan
Kerjakan soal-soal berikut di buku latihanmu!
1.
Baterai 24 volt dengan hambatan
dalam 0,7 ohm dihubungkan dengan rangkaian 3 kumparan secara pararel,
masing-masing dengan hambatan 15 ohm dan kemudian diserikan dengan hambatan 0,3
ohm. Tentukan :
a. Buatlah sketsa rangkaiannya.
b. Besar arus dalam rangkaian seluruhnya.
c. Beda potensial pada rangkaian kumparan dan antara hambatan 0,3
ohm.
d. Tegangan baterai pada rangkaian.
2.
Suatu sumber listrik terdiri
dari 120 elemen yang disusun gabungan. Masing-masing elemen mempunyai GGL =
4,125 volt dan hambatan dalam 0,5 ohm. Kutub-kutubnya dihubungkan dengan sebuah
hambatan 30 ohm, sehingga kuat arus yang dihasilkan adalah 2 ampere. Bagaimana
susunan elemen ?
3.
Dua buah hambatan dari 12 ohm
dan 5 ohm dihubungkan seri terhadap baterai 18 volt yang hambatan dalamnya = 1
ohm. Hitunglah :
a. Arus rangkaian.
b. Beda potensial antara kedua hambatan tersebut.
c. Beda potensial pada kutub baterai.
4.
Dari rangkaian di bawah ini,
maka tentukan arus yang dihasilkan baterei.

5.
Hitunglah arus yang dihasilkan
baterai pada rangkaian yang di bawah ini.

6.
Tentukan arus yang dihasilkan
baterai pada rangkaian di bawah ini.

7.
Hambatan PA = BN = R.
a. Hitung arus yang melalui cabang ADB dan ACB.
b. Hitung beda potensial antara A dan B
c. Hitung berapakah hambatan PA.

8.
Untuk rangkaian di bawah ini
jika S1 dan S2 ditutup, maka voltmeter ( V ) akan
menunjukkan harga............

8. Hukum II
Kirchhoff
Hukum
II Kirchhoff berbunyi : “Jumlah aljabar gaya
gerak listrik ( GGL ) dalam satu rangkaian tertutup ( loop ) sama dengan jumlah
aljabar hasil kali I x R dalam rangkaian tertutup itu.”
Untuk menuliskan persamaan diatas, perlu
diperhatikan tanda dari pada GGL, yaitu sebagai berikut :
GGL bertanda positif
jika kutub negatif lebih dulu di jumpai loop dan sebaliknya ggl negatif jika
kutub positif lebih dulu dijumpai loop.
Untuk perjanjian arah arus menggunakan :
Kuat arus bertanda positif jika searah
dengan loop dan bertanda negatif jika berlawanan dengan arah loop.
Untuk memudahkan pengingatan Hukum II
kirchhoff dapat dimodifikasi dengan persamaan sebagai berikut.
Dengan perjanjian tanda untuk GGL sebagai berikut.
GGL bertanda positif
jika kutub positip lebih dulu di jumpai loop dan sebaliknya ggl negatif jika
kutub negatif lebih dulu dijumpai loop.
Untuk perjanjian arah arus tetap sama
menggunakan :
Kuat arus bertanda positif jika searah
dengan loop dan bertanda negatif jika berlawanan dengan arah loop.
Dimana arah I adalah arah acuan dalam loop itu.
Artinya arah arus yang keluar dari masing-masing sumber arus.
Sebagai contoh dari pemakaian Hukum II Kirchhoff
misalnya dari rangkaian listrik berikut ini.
- Rangkaian Satu Loop
Misalkan
kita ambil arah loop searah dengan arah I, yaitu a-b-c-d-a

Gambar 31. Rangkaian dengan satu loop
Kuat
arus listrik I di atas dapat ditentukan dengan menggunakan Hukum II kirchhoff
Jika harga e1, e2, r1, r2 dan R diketahui maka dapat ditentukan harga I
- Rangkaian Dua Loop atau Lebih
Rangkaian yang memiliki dua
loop atau lebih disebut juga rangkaian majemuk. Langkah-langkah dalam
menyelesaikan rangkaian majemuk ini sangat penting untuk diperhatikan.

Langkah-langkah
umum untuk menyelesaikan rangkaian listrik majemuk :
1)
menggambar rangkaian listriknya
2)
menetapkan arus (simbol dan
arah) dalam setiap cabang yang penting
3)
menyederhanakan
sistem susunan seri dan pararel jika mungkin
4)
menetapkan loop berikut arahnya
pada setiap rangkaian tertutup
5)
menulis setiap persamaan setiap
loop sesuai hukum II Kirchhof
6)
menulis
persamaan arus tiap percabangan sesuai hukum I Kirchhof
7)
menghitung persamaan dengan
teliti
Contoh
Penerapan Hukum II Kirchhoff .

Pada loop I : i1 R1 +
I3 R3 - I2 R2 =
0.....................( 1 )
Pada loop II : i4 R4 -
i3 R3 - i5 R5 =
0.....................( 2 )
Pada loop III ; i2 R2
+ i5 R5 + i.rd = e....................(
3 )
Hukum I Kirchoff
Pada titik A : I = I1 + i2...........................................(
4 )
Pada titik D : I4 + I5
= i...........................................( 5 )
Pada titik C : I2 + I3 =
i5......................................( 6 )
Dengan 6 buah persamaan di atas, dapat
dihitung i1 ; i2 ;
i3 ; i4 ; i5 dan i .
Contoh Soal :
Perhatikanlah gambar rangkaian listrik berikut:
|
|||||||
|
Ditanyakan:
|
|||||||
|
a.
|
Kuat arus listrik yang mengalir dalam rangkaian (I1,
I2, dan I3).
|
||||||
|
b.
|
Beda potensial antara A dan B (VAB).
|
||||||
|
Penyelesaian :
|
|||||||
|
a.
|
Di titik simpul A:
|
||||||
|
|
|
||||||
|
|
Untuk loop I atau loop C-A-B-D-C:
|
||||||
|
|
![]() |
||||||
|
|
Untuk loop II atau loop F-E-A-B-F:
|
||||||
|
|
![]() |
||||||
|
|
Subtitusi persamaan (1) dan (2):
|
||||||
|
|
![]() |
||||||
|
|
Eliminasikan persamaan 3 dan 4:
|
||||||
|
|
- 10 + 6 I2
+ 2 I3 = 0
– 10 – 6 I2 + 8 I3 = 0
|
||||||
|
|
|
||||||
|
|
I3 = 2 A ke
persamaan (2):
|
||||||
|
|
-10 + 6 I1
+ 2 (2) = 0
6 I1 = 6
|
||||||
|
|
I1 = 1 Ampere
I2
= I3 – I1 = 2 – 1 = 1 Ampere.
|
||||||
|
|
Jadi arus listrik pada cabang rangkaian B-D-C-A yaitu I1
= 1 A.
|
||||||
|
|
Arus listrik pada cabang rangkaian B-F-E-A yaitu I2
= 1A.
|
||||||
|
|
Arus listrik pada cabang rangkaian A-B yaitu I3
= 2 A.
|
||||||
|
|
{Semua harga I1, I2 dan I3bertanda
positif (+), berarti arah pemisalan yang telah kita tentukan yaitu arah I
sesuai}.
|
||||||
|
b.
|
Besar beda potensial antara A dan B (VAB) dapat
melalui tiga cara
·
untuk
lintasan yang menempuh jalan A – B (langsung),
·
melalui
A-C-D-B
·
melalui A-E-F-B
|
||||||
Untuk
jalan A-B (langsung):

Untuk
melalui A-C –D-B:

Untuk
jalur A-E-F-B:

Jadi
VAB = + 4 volt, analog dengan itu didapat VBA = - 4 volt
Latihan Soal:
Kerjakan penyelesaiannya di buku latihanmu!
1.
Dua baterei mempunyai potensial
masing-masing 25 volt dan 10 volt. Hambatan dalam masing-masing baterai adalah
0,4 ohm dan 1 ohm, kedua baterai tersebut dihubungkan seri dengan hambatan R =
2,5 ohm, seperti terlihat pada gambar dibawah ini. Tentukanlah :
a. Arus I pada rangkaian.
b. Misalkan potensial di a = 0, cari potensial relatif di b dan c.
c. Hitung beda potensial antara titik-titik a dan b , b dan c, c dan
a.

2.
Dua baterai dengan emf 20 volt
dan 8 volt dan hambatan dalamnya 0,5 ohm dan 0,2 ohm dihubungkan seri dengan
hambatan R = 5,3 ohm ( lihat gambar ! )
a. Hitung arus pada rangkaian tersebut.
b. Misalkan potensial di a = 0 hitung potensial relatif di
titik-titik b dan c.
c. Berapa beda potensial Vab’, Vbc’dan Vca’
?

3.
Ditentukan dua elemen
masing-masing dengan GGL 20 volt dan 12 volt dan hambatan dalamnya 1,5 ohm dan
0,5 ohm di rangkai dengan hambatan 18 ohm seperti pada denah di bawah ini.
Tentukanlah :
a. Tegangan jepit antara P dan N
b. Tegangan jepit antara A dan B

4.
Jika di ketahui : r1
= 0,5 ohm ; R1 = 1,5 ohm ; r2 = 1 ohm ; R2 = 2
ohm ; E1 = 2 V ; E2
= 1 V ; E3 = 1,5 V ; E4 = 2,5 V ; R5 = 2 ohm ;
r3 = 0,5 ohm ; R3 = 1 ohm ; r4 = 1 ohm R4 = 2 ohm. Hitunglah I1,
I2 dan I3.

5.
Pada gambar di samping.
Hitunglah besar tentukan arah dari I1, I2 dan I3
?

6.
Hitunglah Vab

9. Prinsip
Jembatan Wheatstone
Prinsip Jembatan Wheatstone dipakai untuk mengukur besar
tahanan suatu penghantar.

Jembatan wheatstone terdiri
dari empat tahanan disusun segi empat dan Galvanometer.
·
R1 dan R2 biasanya
diketahui besarnya.
·
R3 tahanan yang
dapat diatur besarnya sehingga tidak ada arus yang mengalir lewat rangkaian
B-C-G (Galvanometer).
·
RX tahanan yang akan
diukur besarnya.
Bila arus yang lewat G = 0,
maka :
RX
. R2 = R1 . R3
Jika
ternyata dijumpai RX . R2 ¹ R1 . R3 maka digunakan metode trnsformasi ∆↔Y.

Susunan resistor bentuk delta (Δ atrau TT) dapat
ditransformasikan ke bentuk Bintang (Y atau T)
Rumus equivalensi dari bentuk delta ke bentuk bintang, sebagai berikut :
|
|
|
|
|
|
Sebaliknya rumus equivalensi dari bentuk bintang (Y) ke bentuk delta (D), sebagai berikut :
|
|
|
|
|
|
Perhatikan contoh berikut.
Rangkaian ini tidak dapat
diselesaikan dengan hokum Ohm maupun jembatan Wheatstone dengan asumsi bahwa R3
tetap dialiri arus listrik artinya R1 . R5 ¹ R2 . R4

Langkah berikutnya adalah
mengubah salah satu bentuk D (boleh D ABC atau D BCD)
menjadi bentuk Y. Misalkan dipilih D ABC.
Sebagai berikut.

Dengan
demikian R1, R2,
dan R3 sudah ditiadakan sehingga rangkaian berubah menjadi sebagai
berikut.

Akhirnya
dapat diselesaikan dengan menghitung seri hambatan RB dengan R4
dan RC dengan R5. Kedua hasil seri tersebut diparalel dan
hasilnya diseri dengan RA.
Latihan
Kerjakan soal-soal berikut di buku latihanmu!

Bila R 1 = R5
= 3 ohm, dan R 3 = 5 ohm
serta R4 = R4 = 4 ohm hitunglah hambatan totalnya
C. Energi dan Daya Listrik
1. Energi Listrik
Bila pada ujung-ujung suatu kawat penghantar yang hambatannya
R terdapat beda potensial V, maka di dalamnya mengalir arus sebesar I = V/R
. Untuk mengalirkan arus ini sumber arus
mengeluarkan energi. Sebagian dari energi ini berubah menjadi kalor yang
menyebabkan kawat penghantar menjadi panas. Hal ini terjadi karena
electron-elektron bebas dalam kawat atom-atom kawat yang dilaluinya. Berdasar
pada hasil percobaan J.P. Joule, besarnya kalor yang timbul ditentukan oleh
factor-faktor :
1. besarnya hambatan kawat yang dilalui arus
2. besarnya arus yang mengalir
3. waktu atau lamanya arus mengalir
Besarnya energi yang dikeluarkan oleh sumber arus untuk
mengalirkan arus listrik adalah : W = V I t
dimana : V dalam Volt
i
dalam ampere dan
t
dalam detik atau sekon
Karena
V =
I R
maka W =
I2 R t
Karena I = V/R
Maka W = 
Apabila
semua energi listrik berubah menjadi kalor, maka banyaknya kalor yang timbul W = 0,24
I2 R t kalori
dimana 1 kalori = 4,2 joule
1 joule = 0,24 kalori
Contoh :
Berdasarkan
rangkaian di samping tentukan
- Energi listrik yang dibangkitkan oleh baterai selama 1 menit.
- Energi listrik yang berubah menjadi panas pada R = 4 ohm selama 1 menit.
|
Diket: V
|
=
|
12 V
|
|
R2
|
=
|
4 ohm
|
|
R2
|
=
|
2 ohm
|
|
t
|
=
|
1 menit = 60 sekon
|
Ditanyakan
:
|
a. W = ....? t = 60 s
|
|
b. W 1….? R1 = 4 ohm …?.
|
Jawab :
|
a.
|
![]() |
|
b.
|
![]() |
2. Daya Listrik
Daya
suatu alat listrik adalah usaha yang dilakukan alat itu tiap detik. Usaha yang
dilakukan oleh sumber tegangan sama dengan energi yang dikeluarkan sumber
tegangan tersebut.
Jadi
daya suatu alat listrik = usaha yang dilakukan atau
P = W / t
waktu
Karena W = V . i . t
maka : P
= Vit / t
P = V.i
Atau :
P = I2 R t/t
P = I2 R
atau :
P =
/t
P = 
Satuan
daya = volt Ampere
= Joule / detik atau
watt
Contoh :
|
|||||||||||||||
|
|||||||||||||||
|
|||||||||||||||
|
|||||||||||||||
3. Kilo Watt Jam (KWh) sebagai Satuan Energi Listrik
Dalam
kehidupan sehari-hari satuan daya watt sekon terlalu kecil sehingga lazim
digunakan satuan yang lebih besar yaitu : kilo watt jam (KWh).
Sebuah
lampu dari 100 watt yang dinyalakan selama 10 jam menggunakan tenaga listrik
sebesar 1 kilo watt jam atau 1 KWh. Meteran listrik dirumah tangga sudah ditera
menggunakan satuan KWh untuk pemakaian listrik. Petugas tinggal mencatat data
tersebut setiap bulannya. Selisih catatan pemakaian energi bulan ini dikurangi
catatan pemakaian energi bulan lalu adalah jumlah energi yang digunakan , bila
dikali dengan taris listrik per KWh menjadi biaya yang harus dibayarkan
pelanggan kepada PLN.
4.
Hukum-hukum Faraday
a. Hukum I Faraday
Hukum I Faraday berbunyi sebagai berikut.
“Massa zat yang diendapkan
selama proses elektrolisa sebanding dengan jumlah muatan listrik yang melalui
larutan itu”
m = z . q
atau
m = z . I . t
m = massa zat yang diendapkan.
q = I . t = jumlah muatan
listrtik yang melalui larutan.
z = tara Kimia listrik zat,
yaitu massa zat
yang dipisahkan oleh muatan 1 coulomb selama proses elektrolisa satuan
kg/coulomb.
b. Hukum II Faraday
Hukum II faraday
berbunyi sebagai berikut.
“ Massa sebagai zat yang dipisahkan oleh suatu arus listrik pada proses
elektrolisa berbanding lurus dengan tara kimia
listrik masing-masing “ .
Misalkan zat A dan B bersama-sama dipisahkan
oleh suatu arus listrik yang besarnya sama dan dalam waktu yang sama pula, maka
:
mA : mB = zA ; zB
AR = massa
atom relatif; v = valensi atom
AR/v = berat ekivalen
zA : zB
=
Latihan
Kerjakan di buku Latihanmu!
1.
Hitung usaha dan daya rata-rata
yang diperlukan untuk memindahkan muatan
96.000 coulomb dalam waktu 1 jam pada beda potensial 50 volt.
2.
Kuat arus yang sebenarnya 5
ampere mengalir dalam konduktor yang mempunyai hambatan 20 ohm dalam waktu 1
menit. Tentukanlah :
a. Besar energi listrknya.
b. Besar daya listriknya.
3.
Sebuah tungku listrik yang
mempunyai daya 300 watt hanya dapat dipasang pada beda tegangan 120 volt.
Berapa waktu yang diperlukan untuk mendidihkan 500 gram air dari 28 0C
sampai pada titik didih normalnya. Kalor jenis air = 1 kalori per gram 0C.
4.
Kawat penghantar dengan
hambatan total 0,2 ohm menyalurkan daya 10 KW pada tegangan 250 volt, menuju
pada sebuah pabrik mini. Berapa efisiensi dari transmisi tersebut.
5.
Sebuah Voltmeter yang mempunyai
hambatan 1000 ohm dipergunakan untuk mengukur potensial sampai 120 volt. Jika
daya ukur voltmeter = 6 volt, berapa besar hambatan multiplier agar pengukuran
dapat dilakukan?
6.
Sebuah galvanometer dengan
hambatan 5 ohm dilengkapi shunt agar dapat digunakan untuk mengukur kuat arus
sebesar 50 ampere. Pada 100 millivolt jarum menunjukkan skala maksimum. Berapa
besar hambatan shunt tersebut.
7.
Dalam larutan perak nitrat
dialirkan arus 4 amper. Jika tara kimia listrik
Ag = 1,12 mg/c,
berapa mg perak yang dipisahkan dari larutan selama dialiri arus 50 detik.
8.
Arus listrik 10 ampere
dialirkan melalui larutan CuSO4.
Berapa lama diperlukan untuk memperoleh 50 gram tembaga murni. massa atom relative Cu =
63,5 Cu bervalensi 2.
9.
Arus tetap sebesar 5 ampere
mengendapkan seng pada katoda yang massanya 3,048 gram pada aliran arus selam 30
menit. Tentukan massa
atom seng bila valensi seng = 2.
10. Dua batang kawat terbuat dari perak dan platina dihubungkan secara
seri. Kawat perak panjangnya 2 meter, penampangnya 0,5 mm2, hambatan
jenisnya 1,6.10-8 ohm meter.
Sedangkan kawat platina panjang 0,48 m. Penampangnya 0,1 mm2 dan
hambatan jenisnya 4.10-8ohm meter. Hitung berapa kalori panas yang
timbul pada kawat platina, jika ujung-ujung rangkaian tersebut diberi tegangan
12 volt selama 1 menit.
D. Penerapan Listrik AC dan DC dalam Kehidupan
Sehari-hari
1. Pemasangan Jaringan Transmisi Listrik AC di
Jalan
Dari pembangkit
listrik menuju ke pelanggan yaitu rumah tinggal, pertokoan, industri maupun
instansi. Arus listrik DC dikirim/ditransmisikan melalui sistem jaringan
bertegangan tinggi.. Sistem tegangan tinggi dipilih dan bukan sistem arus
tinggi sebab berkaitan dengan luas penampang penghantar.
Menurut hukum Ohm V = I R bila dipilih arus
tinggi dengan menjaga tegangan konstan, I =
Sedangkan bila dipilih tegangan tinggi dengan menjaga arus
konstan, V = I . R maka R harus
sebesar-besarnya. Sedangkan R =
2. Pengamanan Jaringan
Listrik AC dalam Rumah
Pemakaian daya listrik jaringan listrik AC (arus bolak-balik) di rumah atau
di kantor dibatasi oleh pemutus daya yang dipasang bersama dengan KWh meter.
Pemutus daya tersebut memiliki spesifikasi arus tertentu: 2A, 4A. 6A, 10A, 15A.
Pemutusan daya 2A digunakan untuk membatasi pemakaian 440 W, pemutusan daya 6A
digunakan untuk membatasi pemakaian daya 220 x 6 = 1320 Volt dan seterusnya.
|
||||||||||||||||
|
Pemasangan
sekering pada alat listrik untuk mengantisipasi adanya arus yang tiba-tiba
membesar yang memungkinkan alat listrik dapat rusak atau terbakar. Dengan
adanya sekering, jika arus tiba-tiba membesar maka sekering akan putus dan
alat listrik tidak rusak. Sekering di pasaran memiliki nilai tertentu yaitu:
3 A, 5 A, 13 A, 15 A. Bentuk sekering digambarkan pada gambar 33.
|
||||||||||||||||
|
||||||||||||||||
|
Contoh :
|
||||||||||||||||
|
Sebuah pembersih vakum memiliki spesifikasi 440 W/220 V.
Jika nilai sekering yang ada 3 A, 5 A, 13 A dan 15 A. Sekering mana yang
harus dipilih?
|
||||||||||||||||
|
Penyelesaian :
Diketahui :
|
||||||||||||||||
|
P = 440 W
V = 220 V
Nilai sakering 3 A, 5 A, 13 A dan 15 A |
||||||||||||||||
|
Ditanyakan: Sekering mana yang dipilih?
|
||||||||||||||||
|
||||||||||||||||
3. Pemakaian Alat-alat Rumah Tangga
|
|
|||||||||||||||||||||||
|
|||||||||||||||||||||||
|
Hubungan antara W dan Q tersebut kita tuliskan:
|
|||||||||||||||||||||||
|
Contoh :
|
|||||||||||||||||||||||
|
Sebuah teko listrik 400 watt / 220 volt digunakan untuk
memanaskan 1 kg air yang kalor jenisnya 4200 J/kg 0C pada suhu 200 C.
Berapakah suhu air setelah dipanaskan selama 2 menit?
|
|||||||||||||||||||||||
|
|||||||||||||||||||||||
|
Ditanyakan: t2 = .......
|
|||||||||||||||||||||||
400 x 120 = 1 x
4200 x (t2 - 20)
|
|||||||||||||||||||||||
|
t2 = 31,43 ºC
|
|||||||||||||||||||||||
|
4. Daya Listrik Sesungguhnya pada Alat Listrik
|
|||||||||||||||||||||||
|
|
|||||||||||||||||||||||
|
Pada alat listrik
rumah tangga umumnya tertulis spesifikasi daya dan tegangannya. Sebagai
contoh pada lampu pijar tertulis 60 W/220 V, artinya lampu pijar tersebut
akan memiliki daya 60 Watt jika terpasang pada tegangan 220 Volt, dikatakan
lampu menyala normal, jika lampu pijar terpasang pada tegangan lebih kecil
dari 220 Volt lampu akan meredup, sebaliknya jika lampu terpasang pada
tegangan lebih besar dari 220 Volt, maka lampu akan menyala lebih terang.
Tegangan 220 V pada alat listrik tersebut merupakan tegangan efektif. Pada
bohlam 24 W/ 12 V, tegangan 12 V maksimum, karena sumbernya berasal dari arus
DC. Daya sesungguhnya yang digunakan oleh suatu alat listrik memenuhi
persamaan:
|
|||||||||||||||||||||||
|
P2 =
![]() ![]() ![]() |
|||||||||||||||||||||||
Contoh :
|
|||||||||||||||||||||||
|
Lampu pijar memiliki spesifikasi 40 watt / 220 volt.
Berapakah daya yang terpakai pada lampu jika dipasang pada tegangan 110 volt?
|
|||||||||||||||||||||||
|
Penyelesaian
:
|
|||||||||||||||||||||||
|
Ditanyakan : P2 =….?
|
|||||||||||||||||||||||
|
Jawab :
|
|
||||||||||||||||||||||
|
|
![]() |
||||||||||||||||||||||
5. Penerapan
Hukum Ohm pada Alat Listrik
Coba kamu perhatikan bola lampu di
rumah! Bila bola lampu diberi tegangan (V), apa yang terjadi? Yang terjadi
adalah arus mengalir melalui filamen, sehingga bola lampu menyala.
Tegangan
yang diberikan pada suatu alat listrik seperti bola lampu harus disesuaikan
dengan tegangan yang seharusnya diperuntukkan bagi alat tersebut. Jika lampu
220 V diberi tegangan 110 V, filamen lampu akan dialiri oleh arus yang lebih
kecil dari yang seharusnya sehingga lampu 220 V tersebut, menyala redup.
Sebaliknya jika lampu 110 V diberi tegangan 220 V, filamen lampu akan dialiri
oleh arus yang terlalu besar dari yang seharusnya sehingga lampu 110 V
filamennya terbakar.
Jadi
suatu alat listrik harus sesuai antara tegangan yang ada di rumah dan tegangan
yang tercantum di alat listrik tersebut.
6. Hubungan Antara
Joule dengan KWh pada Penggunaan Energi Listrik
Dalam kehidupan sehari-hari satuan daya
watt sekon terlalu kecil sehingga lazim digunakan satuan yang lebih besar yaitu
kilo watt jam (KWh). Penggunaan energi listrik di rumah tangga diukur dengan
menggunakan satuan kilowatt jam atau kilowatt hour disingkat KWh dimana 1 KWh =
3,6 . 106 J
Sebuah
lampu dari 100 watt yang dinyalakan selama 10 jam menggunakan tenaga listrik
sebesar 1 kilo watt jam atau 1 kwh. Persamaan yang digunakan untuk menghitung penggunaan
energi listrik tiap hari adalah
W = P . t dalam satuan KWh
Untuk
beberapa alat listrik jumlah energi total yang digunakan adalah
W = W1
+ W2 + W3 + ….
Pemakaian
energi listrik tiap bulan sebesar
W = P . t x 30
hari
Biaya
yang harus dibayarkan tiap bulannya = W x Tarif per KWh
6. Penerapan
Listrik DC dalam Kehidupan Sehari-hari
Pemakaian listrik DC (arus searah) sebagai sumber tegangan
banyak dipakai pada berbagai peralatan elektronik atau otomotif. Lap top,
televisi, radio, tape recorder, kamera,dan peralatan lain sering menggunakan
listrik DC sebagai power supplynya.
Arus listrik DC diperlukan
untuk memfungsikan rangkaian komponen elektronika yang menginput arus lemah.
Untuk keperluan itu penggunaan adaptor sebagai pengubah sekaligus
memperkecil tegangan arus AC menjadi
arus DC sangat mutlak diperlukan
Di dalam computer, televise,
tape, tadio yang memakai sumber arus listrik AC dari stop kontak PLN, adaptor
di dalam peralatan tersebut mengubah dan menyearahkan arus AC menjadi arus DC
dengan tujuan komponen-komponen dalam peralatan tersebut tidak terbakar dan
rusak.
|
Penggunaan baterai maupun
accu pada berbagai peralatan yang harus berfungsi dan digunakan di luar rumah
seperti mobil, sepeda motor, traktor mutlak perlu untuk starter atau penerangan
kendaraan-kendaraan itu.
|
Latihan
Kerjakan di buku latihanmu!
1. Elemen pemanas 400 watt / 220 volt digunakan
untuk memasak air sebanyak 1 kg dari suhu 20 0C hingga mendidih pada
suhu 100 0C. Jika kalor jenis air 4200 J/kg 0C, berapakah
lama air akan mendidih?
2. Sebuah TV berwarna 1000 W/220 V memerlukan
sakering pengaman jika nilai sakering yang ada adalah 3 A, 5 A, 13 A, 15 A.
Berapakah nilai sakering yang dipakai?
3. TV berwarna 600 watt / 220 volt tiap hari
dinyalakan rata-rata selama 8 jam. Berapakah energi listrik yang terpakai oleh
TV setiap hari?
4.
Lampu pijar
100 watt / 250 volt dipasang pada tegangan 200 Volt. Berapa arus yang mengalir
pada lampu?
5.
Air terjun
sebuah bendungan tingginya 100 meter memiliki debit aliran 50 m3s-1. Air terjun
digunakan untuk memutar generator. Jika percepatan gravitasi 10 ms–2 dan massa jenis air 100 kgm-3
serta 80 % energi air terjun berubah
menjadi energi listrik. Berapakah daya listrik yang dihasilkan?
Rangkuman
1.
Kuat arus listrik dapat mengalir bila antara kedua ujung
penghantar ada beda potensial. Alat ukur kuat arus listrik adalah amperemeter.
2.
Beda potensial listrik antara
dua titik adalah selisih potensial titik yang satu dengan titik lainnya. Alat
ukur tegangan/beda potensial adalah voltmeter.
3.
Kuat arus adalah jumlah muatan
yang mengalir tiap satuan waktu, dirumuskan:
I = 
I = kuat arus listrik (coulomb/sekon
= ampere)
Q = muatan listrik (coulomb)
t = waktu (sekon)
4.
Arah arus listrik mengalir dari
potensial tinggi (+) menuju ke potensial rendah (–). Arah arus elektron dari
potensial rendah menuju ke potensial tinggi.
5.
Besar kuat arus di dalam suatu
penghantar sebanding dengan beda potensial. Hal ini dikenal sebagai hukum ohm.
I = 
6.
Hambatan suatu penghantar pada
suhu tertentu ditentukan oleh panjang (l), hambatan jenis penghantar (r) dan
luas penampang kawat penghantar (A), dirumuskan:
R = r 
7.
Beberapa sumber tegangan searah
yang dirangkai paralel tidak akan merubah besar tegangan total, namun hanya
meningkatkan arus listrik yang masuk.
8.
Bunyi hukum I Kirchhoff yaitu
kuat arus listrik yang masuk ke suatu titik simpul sama dengan jumlah kuat arus
listrik yang keluar dari titik simpul tersebut.
Persamaan Hukum I Kirchhoff
yaitu: S Imasuk = S Ikeluar
S dibaca
‘sigma’ artinya jumlah
Imasuk = arus
listrik masuk titik percabangan/simpul
Ikeluar = arus listrik keluar titik percabangan/simpul
9.
Bunyi Hukum II Kirchhoff yaitu
di dalam sebuah rangkaian tertutup, jumlah aljabar gaya gerak listrik (
) dengan penurunan tegangan (IR) sama dengan
nol.
Dirumuskan : Se + SIR = 0
Se = jumlah GGL atau sumber arus
listrik (baterai)
I = arus listrik
R = hambatan listrik
10. Besar energi W yang terjadi pada hambatan R yang dialiri arus I
selama t adalah:
W = V I t = I2 Rt
= 
11. Daya listrik adalah energi listrik tiap waktu. Besar daya listrik
P =
= VI = I2R
= 
12. Satuan energi listrik dalam rumah tangga menggunakan satuan KWh
(KiloWatt hour).
1 kWh = 3,6 x 106
J
Biaya listrik adalah hasil
kali energi listrik yang terpakai dengan tarif listrik.
13. Energi listrik W = P . t = V I t = pada proses pemanasan akan
berubah menjadi kalor Q = mc
t ditulis:
W = Q
Pt = mc Dt
VIt = mc Dt
I2Rt =mcDt
14. Spesifikasi alat listrik dinyatakan dalam daya P dan tegangan V.
Jika alat listrik memiliki spesifikasi P1/V1 dipasang pada tegangan V2, daya yang dipakai
Jika alat listrik memiliki spesifikasi P1/V1 dipasang pada tegangan V2, daya yang dipakai
P2 = 


Thomas Alfa Edison itulah nama lengkap si
jenius yang lahir pada tanggal 11 Februari 1847 di Milan,
Ohio. Ia
adalah anak paling bungsu. Setelah berumur 7 tahun, ia masuk sekolah. Tapi malang, tiga bulan
kemudian ia dikeluarkan dari sekolah. Gurunya menilainya terlalu bodoh, tak
mampu menerima pelajaran apa pun. sebenarnya Edison walaupun terbilang tidak
pandai di sekolahnya tapi dia amat kritis dan gemar bertanya makanya oleh
gurunya disebut "Edison, berotak
udang". Maka Nancy Edison sang ibu memutuskan untuk mengajar sendiri
anaknya yang cerdas tersebut apalagi ia juga punya latar belakang sebagai guru.
Diduga,
sistem pengajaran pada masa itu, amat mementingkan hapalan, dan hal tersebut
kurang cocok buat Edison yang cacat rungu tak
heran jika ia dianggap bodoh oleh sang guru. Namun kekurangan tersebut, tak
membuat Edison putus asa. Edison
yang haus akan ilmu melahap buku apa saja yang tersedia. Anak ini sangat gemar
membaca. la membaca berbagai jenis buku. Berjilid-jilid ensiklopedi dibacanya
tanpa jemu. Ia juga membaca buku sejarah Inggris dan Romawi, Kamus IPA karangan
Ure, dan Principia karangan Newton, dan buku Ilmu Kimia karangan Richard G.
Parker.
Suatu
saat, usai mempelajari buku School of Natural Philosophy karya RG Parker (
isinya petunjuk praktis untuk melakukan eksperimen di rumah) dan Dictionary Of
Science, anak dan ibu memutuskan untuk membuat laboratorium kecil-kecilan di
rumah. Disinilah karier Edison sebagai penemu
berawal. Selain itu, ia juga anak yang sangat memahami kondisi ekonomi
orangtuanya. Pada umur 12 tahun ia tak enggan jadi pengasong koran, kacang,
permen, dan kue di kereta api. Sebagian keuntungannya diberikan kepada orang
tuanya. Hebatnya, saat berjualan di dalam kereta api itu, ia gemar pula
melakukan berbagai eksprimen.
Beranjak
dewasa ia lalu bekerja sebagai telegrafis. Disini bakatnya sebagai penemu mulai
terasah untuk mengatasi tantangan profesi. Mulanya berita-berita telegrafi
dikirim berupa titik dan garis dalam kode morse. Lama kelamaan mesin penerima
telegram menyampaikan berita dengan bunyi. Sudah tentu ini merepotkan Edison. Untuk menutupi keterbatasan pendengarannya,
selama enam tahun kariernya sebagai telegrafis, ia dipaksa untuk terus
menyempurnakan pesawat telegrafi.
Setelah
bertahun-tahun bereksperimen , Januari 1869 ia mulai mendapatkan kemajuan dalam
menciptakan pesawat telegrafi dupleks, yang mampu mentransmisikan dua berita
sekaligus dalam satu kabel, berikut printernya (untuk mengkonversikan sinyal
listrik menjadi hurup). Edison kemudian
mengambil langkah besar. Pada usia yang baru 21 tahun, memutuskan untuk menjadi
inventor penuh. Ia kemudian hijrah ke New
York City.
Tahun
1870 ia berhasil menciptakan stock ticker (pencatat harga saham dan emas) yang
dijualnya seharga 40.000 dolar. Dari uang tersebut ia kemudian pindah ke
Newark, New Jersey, disini dengan menampung sebanyak 150 pekerja ia memproduksi
stock ticker dan alat-alat telegrafi lain. Dalam pekerjaan ini ia dibantu oleh
Kruesi (ahli mesin) da Charles Bachelor (ahli mekanik dan tukang gambar).
Bachelor juga menjadi "telinga" buat Edison
untuk projek-projek yang membutuhkan daya dengar. Bila konsep telah dituangkan
dalam bentuk gambar, maka Kruesi si ahli mesin membuat modelnya.
Perusahaannya
terus berkembang pesat seiring dengan penemuan-penemuannya kala itu seperti
pena listrik dan mimeograf keduanya merupakan alat penting dalam industri mesin
perkantoran masa itu.
Dari
hasil tersebut ia menjadi kaya, usia 24 tahun ia menikah dengan Mary Stilwell
salah seorang karyawatinya. Pada tahun 1876 mereka pindah ke Menlo
Park masih di Kota
New Jersey. Di kota
inilah Edison mengalami puncak kreativitas. Ia
berhasil menemukan alat relay yang bekerja berdasarkan tekanan, bukan magnet
yang umum saat itu, untuk memvariasikan dan menyeimbangkan arus listrik. Akhir
1877 ia berhasil menciptakan transmiter dengan tombol karbon yang sampai saat
ini masih dipakai pada speaker dan mikropon telephon.
Pada bulan Desember 1877 Edison berhasil menemukan alat yang cukup menghebohkan
yaitu mesin pengubah sinyal suara kedalam bentuk tulisan morse yang diberi nama
fonograf.
Namun penemuan lainnya
yang paling terkenal dari Edison ini adalah
Penemuan Lampu Pijar. Yang mana pada masa itu orang masih menggunakan lampu gas
untuk penerangannya. Pada pertengahan Oktober 1879, saat ditemukan filamen
karbon. Dalam percobaan pembuatan lampu pijar untuk sampai pada temuannya ini
Edison telah menggabungkan 3000 teori yang telah diuji yang diringkas menjadi 2
teori saja, dalam eksperimennya Thomas Alfa Edison yang mengalami kegagalan
sebanyak 9000 kali, bahkan ia berkata beruntung menemukan 8999 cara yang salah
dalam membuat bola lampu. Pada waktu itu Edison
berhasil mendirikan Edison Electric Light Company dengan dana penelitian
sebesar 30.000 dolar. Seiring dengan penemuan lampu pijarnya tersebut ia juga
berhasil mematenkan seluruh seluruh perangkat sistem yang diperlukan untuk
memungkinkan penerangan tersebut seperti sakelar, dinamo, dan lain-lain. Dia
bahkan merancang dan membangun sistem pusat pembangkit tenaga listrik yang
pertama di dunia, pada September 1882.
Soal Latihan
Akhir Bab 8
Soal Pilihan Ganda
Pilihlah salah satu jawaban yang benar
- Dari 5 rangkaian listrik berikut ini yang paling tepat untuk mengukur arus dan tegangan pada hambatan R adalah….
a.
b.
c.
b.
c.
d.
e. 
e. 
- Pada voltmeter, jika tegangan 100 mV jarum menyimpang 900. Jika jarum menyimpang 270, maka tegangan yang terukur adalah…
- 3 mV
- 24,3 mV
- 30 mV
- 63 mV
- 333,3 mV
- Hasil pengukuran kuat arus dengan ampere analog dinyatakan seperti gambar di atas. Tentukan kuat arus tersebut.
- 0,67 A
- 0,8 A
- 1,25 A
- 1,5 A
- 4 A
- Sebuah Amperemeter akan digunakan untuk mengukur kuat arus 10 A. Padahal amperemeter hanya mampu mengukur sampai 2 A. Agar dapat digunakan, amperemeter perlu dipasang resistor shunt. Jika resistor amperemeter 20 W, berapa resistor shuntnya?
- 4 W
- 5 W
- 16 W
- 20 W
- 25 W
Gambar berikut untuk mengerjakan soal nomor 5 s.d nomor 8

- Berdasarkan gambar di atas pemasangan Amperemeter yang benar ditunjukkan pada nomor…
- 1 dan 2
- 2 dan 3
- 1,2, dan 3
- 2 saja
- 3 saja
- Berdasarkan gambar di atas pemasangan Voltmeter yang benar ditunjukkan pada nomor…
- 1 dan 2
- 1 dan 3
- 1,2 dan 3
- 1 saja
- 3 saja
- Nama alat ukur dan kegunaan yang ditunjukkan nomor 3 adalah…
- Voltmeter, mengukur tegangan di R2 dan R3
- Amperemeter, mengukur arus di (R2 dan alat ukur nomor 2) dan R3
- Voltmeter, mengukur tegangan di (R2 dan alat ukur nomor 2) dan R3
- Amperemeter, mengukur arus di R2 dan R3
- Amperemeter, mengukur arus di R1, R2 dan R3
- Nama alat ukur dan kegunaan yang ditunjukkan nomor 1 adalah…
- Amperemeter, mengukur arus di R1
- Voltmeter, mengukur tegangan di R1
- Voltmeter, mengukur arus di R1
- Amperemeter, mengukur arus di R2 dan R3
- Voltmeter, mengukur tegangan di R2 dan R3
- Untuk memperbesar batas ukur maksimum sebuah Voltmeter dapat digunakan…
- Shunt yang dirangkai seri
- Shunt yang dirangkai paralel
- Multiplier yang dirangkai seri
- Multiplier yang dirangkai paralel
- Hambatan pengganda yang dirangkai secara paralel
- Untuk memperbesar batas ukur maksimum sebuah Amperemeter dapat digunakan…
- Shunt yang dirangkai seri
- Shunt yang dirangkai paralel
- Multiplier yang dirangkai seri
- Baterai yang dirangkai paralel
- Hambatan pengganda yang dirangkai secara seri
- Satuan kuat arus listrik adalah…
- ohm volt
- coulomb/sekon
- joule sekon
- coulomb sekon
- joule/sekon
- Pernyataan di bawah ini benar, kecuali…
- Arus listrik mengalir dari titik berpotensial tinggi ke titik berpotensial rendah
- Arus elektron mengalir dari titik berpotensial tinggi ke titik berpotensial rendah
- Arus listrik mengalir dari kutub positif ke kutub negatif baterai
- Arus elektron mengalir dari kutub negatif ke kutub positif baterai
- Arus listrik dapat mengalir jika ada besa potensial
- Suatu sinar kilat antara awan dan bumi yang beda potensial antara keduanya 109 volt, menghasilkan perpindahan muatan 40 C dalam waktu 10-2 s. Arus rata-ratanya adalah…
- 4 x 10-2 A
- 4 x 10-1 A
- 4 x 103A
- 4 x 108 A
- 4 x 1012 A

- Grafik di atas menunjukkan kuat arus yang mengalir dalam hambatan R sebagai fungsi waktu. Hitung banyaknya muatan listrik yang mengalir dalam hambatan tersebut selama 7 sekon pertama…
- 9 C
- 12 C
- 18 C
- 30 C
- 42 C
- Alat pemanas listrik memakai arus 500 mA, apabila dihubungkan dengan sumber 110 V. Hambatannya adalah…
- 0,22 W
- 5,5 W
- 55 W
- 220 W
- 550 W
- V (volt)
3
0,02 I (A)
Dari percobaan hubungan tegangan (V) dengan kuat arus (I) pada
resistor dihasilkan grafik V-I pada gambar di atas. Jika V = 4,5 volt, maka
besar kuat arus yang mengalir adalah…
- 0,03 mA
- 0,675 mA
- 20 mA
- 30 mA
- 6,75 x 105 mA
- Dua buah baterai yang identik masing-masing memiliki GGL 1,5 V dan hambatan dalamnya 0,5 W. Sumber tegangan ini dipasang pada senter yang lampunya memiliki hambatan 9 W ,berapa beda potensial ujung-ujung lampu…
- 0,3 V
- 2,7 V
- 3 V
- 3
V - 30 V
- Sumber tegangan V volt dihubungkan dengan hambatan R ohm, menghasilkan arus I ampere. Jika hambatan dinaikkan 2R ohm, maka besarnya kuat arus menjadi…ampere.
- 8 I
- 4 I
- 2 I
- I
- ½ I
- Sumber tegangan 220 volt dihubungkan dengan hambatan 10 W menghasilkan arus 22 A. Jika hambatannya dinaikkan menjadi 20 W, maka besarnya tegangan menjadi… V.
- 110
- 220
- 242
- 440
- 880
- Sebuah hambatan listrik ketika diberi tegangan sebesar 40 V akan mengalir kuat arus sebesar 120 mA. Bila dialiri kuat arus sebesar 600 mA akan dihasilkan tegangan sebesar…
- 100 V
- 200 V
- 300 V
- 400 V
- 500 V
- Jika sebuah hambatan tegangannya diperbesar maka...
- Arus membesar
- Arus mengecil
- Hambatan membesar
- Hambatan mengecil
- Hambatan jenisnya mengecil
- Seutas kawat panjang 1,0 m membawa arus 0,50 A ketika diberi beda potensial 1,0 V pada ujung-ujungnya. Hitung hambatan jenis bahan kawat jika luas penampangnya adalah 2,0 x 10-7 m2.
- 2,5 x 10-7Wm
- 1 x 10-6 Wm
- 1 x 10-7 Wm
- 4 x 10 –6 Wm
- 4 x 10 –7 Wm
- X dan Y adalah dua buah kawat dari bahan yang sama. Untuk X, haambatannya adalah 10 W, panjang 1,0 m dan luas penampang 0,060 mm2; untuk Y, panjang 1,8 m dan luas penampang 0,090 mm2, tentukan nilai hambatan Y.
- 1,2 W
- 12 W
- 120 W
- 3 W
- 30 W
- Seutas kawat memiliki hambatan 2,0 W pada suhu 00C, dan 2,8 W pada suhu 1000C. Berapa suhu kawat tersebut sewaktu hambatannya 3,0 W.
- 25 0C
- 50 0C
- 75 0C
- 100 0C
- 125 0C
- Sebuah kumparan kawat tungsten yang memiliki hambatan 30 W pada 20 0C digunakan untuk mengukur suhu. Hambatannya ketika mengukur suhu 70 0C (a tungsten adalah 4,5 x 10-3 0C-1) adalah...
- 6,75 W
- 30,67 W
- 36,75 W
- 38,5 W
- 105 W
- Berapa hambatan jenis kawat besi yang memiliki panjang 0,5 cm dan diameter 1,33 mm, jika hambatan kawat tersebut 0,0365 W
- 9,7 x 10-8 Wm
- 9,7 x 10-7 Wm
- 1,82 x 10-6 Wm
- 1,82 x 10-5 Wm
- 1,37 x 104 Wm
- Suatu logam mempunyai hambatan jenis 2 x 10-6 Wm pada suhu 25 0C. Tentukanlah hambatan jenis logam tersebut pada suhu 100 0C jika koefisien suhunya 0,004 /0C
- 2,6 x 10-2 Wm
- 2,6 x 10-3 Wm
- 2,6 x 10-4 Wm
- 2,6 x 10-5 Wm
- 2,6 x 10-6 Wm
- Kuat arus pada Amperemeter A adalah....
10 A 15 A
8 A
- 3 A
- 7 A
- 13 A
- 17 A
- 33 A
- Kuat arus listrik yang melalui R1 adalah ...

- 2 A
- 4 A
- 6 A
- 10 A
- 18 A

Jika R1 = 5 W, R2
= R3 = R4 = 20 W, E1
= 20 V. Berapa arus total yang mengalir...
- 7 A
- 5 A
- 1 A
- 0,8 A
- 0,4
Kuat arus yang mengalir pada B-C adalah...A
- 0,5
- 1
- 1,5
- 8
- 10
- Pernyataan yang benar mengenai Hukum I Kirchoff ...
- Pada rangkaian yang bercabang, jumlah kuat arus yang masuk lebih besar dari jumlah kuat arus yang keluar dari titik percabangan.
- Pada rangkaian yang bercabang, jumlah kuat arus yang masuk lebih kecil dari jumlah kuat arus yang keluar dari titik percabangan.
- Pada rangkaian yang bercabang, jumlah kuat arus yang masuk sama dengan jumlah kuat arus yang keluar dari titik percabangan.
- Pada rangkaian yang tidak bercabang, jumlah kuat arus yang masuk lebih besar dari jumlah kuat arus yang keluar dari titik percabangan.
- Pada rangkaian yang bercabang, jumlah kuat arus sama dengan nol.

Lima buah resistor yang masing-masing besarnya sama 20 W tersusun
seperti pada gambar di atas, berapa hambatan penggantinya?
- 4 W
- 20 W
- 50 W
- 53,3 W
- 100 W

Dari rangkaian seperti gambar di atas, R1 = 2 W, R2 = 2 W, R3
= 6 W, R4 = 2 W, R5 = 2 W, R6
= 2 W, R7 = 2 W, R8 = 4 W, R9
= 2 W, R10 = 2 W. tentukanlah hambatan listrik antara titik A dan titik B
- 7,1 W
- 8 W
- 8,44 W
- 9 W
- 14 W

Tentukan hambatan pengganti RAB ...
- 12 W
- 24 W
- 49 W
- 150 W
- 175 W
- Jika rangkaian pada gambar nomor 35 dengan beda potensial antara A dan B 12 volt, maka arus yang mengalir dari A ke B ...
- 0,2 A
- 0,5 A
- 1 A
- 1,5 A
- 5 A

Panjang kawat AC pada gambar di atas adalah 1 m. Jika R = 300 W dan Rx = 900 W pada
saat galvanometer dalam keadaan seimbang, maka panjang L1 adalah ...
- 13,30 cm
- 22,67 cm
- 25,00 cm
- 33,30 cm
- 75,00 cm

Pada rangkaian listrik seperti pada gambar di atas, tentukanlah kuat
arus I, IAB, dan ICD
- 6 A, 4 A dan 2 A
- 6 A, 2 A dan 4 A
- 8 A, 6 A dan 2 A
- 8 A, 2 A dan 6 A
- 8 A, 6 A dan 4 A

Besar arus listrik I pada gambar di atas adalah ...
- 8 A
- 10 A
- 12 A
- 14 A
- 16 A

Berapa arus yang melalui gambar di atas...
- 0,5 A
- 0,75 A
- 1 A
- 1,5 A
- 3,5 A
- Dari gambar no. 41, jika titik A ditanahkan, berapa tegangan VCA ...
- 12 V
- 11,25 V
- 6 V
- 3 V
- 2 V
- Sebuah kawat penghantar dengan hambatan 11,5 W dihubungkan dengan sumber tegangan 6V yang berhambatan dalam 0,5 W. Tentukan tegangan jepitnya...
- 6,26 V
- 6 V
- 5,75 V
- 2,5 V
- 0,25 V

Arus
listrik 3 A mengaliri kawat yang tampak pada gambar di atas. Tegangan antara A
dan D (VAD) adalah ...
- 10 V
- 15 V
- 26 V
- 28 V
- 42 V

Dari gambar di samping jika R1 = 4 W, R2 = 2 W, R3
= 6 W, E1 = 8 V, E2 =
18 V. Tentukan besarnya kuat arus yang mengalir melalui R1.
- –3,9 A
- –1 A
- 0,38 A
- 1 A
- 3,9 A
- Dari gambar nomor 44, tentukan kuat arus yang mengalir melalui R3.
- 6,9 A
- 4 A
- 3,38 A
- 2 A
- 0,9 A
- Lampu neon 250 V, 100 watt digunakan pada rangkaian listrik yang dilindungi dengan sekering 3 A. Jumlah maksimum lampu yang dapat dipasang pada waktu bersamaan adalah ...
- 8 buah
- 7 buah
- 6 buah
- 5 buah
- 4 buah
- Suatu penghantar berhambatan 30 W mengalirkan arus listrik 1,5 mA. Daya listriknya adalah ...
- ,5 x 10-2 watt
- 4,5 x 102 watt
- 6,75 x 10-5 watt
- 6,75 x 10-3 watt
- 8,65 x 10-5 watt
- Sebuah keluarga menyewa listrik PLN sebesar 450 W dengan tegangan 110 V. Jika penerangan keluarga menggunakan lampu 100 W, 220 V. Berapa jumlah lampu maksimum yang dapat dipasang.
- 40 buah
- 20 buah
- 18 buah
- 4 buah
- 2 buah
- Sebuah setrika listrik memiliki spesifikasi 240 W, 220 V. Jika listrik di sebuah rumah tegangannya drop, mencapai 146,67 V dan biaya rekening listrik Rp 200,00 perkwh, berapa biaya listrik yang harus dibayar tiap satu jam penggunaan.
- Rp 24,00
- Rp 108,00
- Rp 220,00
- Rp 240,00
- Rp 540,00
- Elemen volta tidak dapat mengalirkan arus yang lama sebab …
- dalam reaksi kimia terjadi gelembung-gelembung gas yang menempel pada seng dan menghalangi arus yang mengalir
- dalam reaksi kimia terbentuk isolator-isolator
- dalam reaksi kimia terjadi gelembung-gelembung gas yang menempel pada tembaga dan menghambat arus listrik
- keping-keping seng dan tembaga yang terendam H2SO4 mudah rusak
- larutan elektrolitnya bersifat merusak
- Bila beda tegangan dua buah kutub sangat besar dan hambatan penghantar kecil, maka kuat arus pada penghantar :
- tidak ada
- besar
- kecil
- sedang
- tidak tentu
- Jika kutub-kutub sebuah sumber tegangan dihubungkan dengan kawat penghantar, maka pernyataan-pernyataan di bawah ini yang paling tepat ialah :
- arah electron berlawanan dengan arah arus
- arus mengalir dari potensial yang tinggi ke potensial yang rendah
- arus bergerak searah dengan elektron
- elektron mengalir dari potensial tinggi ke potensial rendah
- electron tidak dapat mengalir
- Perbedaan tegangan di antara dua buah titik dalam penghantar listrik disebabkan oleh …
- besarnya arus listrik
- perbedaan hambatan pada titik tersebut
- panjangnya penghantar
- perbedaan besar muatan pada kedua titik itu
- perbedaan hambatan kedua titik itu
- Supaya arus dapat terus mengalir dalam suatu penghantar, maka …
- harus ada hambatan yang besar sepanjang penghantar
- harus ada beda potensial pada ujung-ujung penghantar
- harus ada beda arus yang mengalir pada penghantar
- harus ada hambatan jenis yang besar sepanjang penghantar
- harus ada energi yang besar
- Pernyataan di bawah ini benar, kecuali…
- Arus listrik mengalir dari titik berpotensial tinggi ke titik berpotensial rendah
- Arus elektron mengalir dari titik berpotensial tinggi ke titik berpotensial rendah
- Arus elektron mengalir dari kutub negatif ke kutub positif baterai
- Arus listrik dapat mengalir jika ada beda potensial
- Arus listrik dari kutub negatif ke kutub positif baterai
- Sebuah keluarga menyewa listrik PLN sebesar 500 W dengan tegangan 110 V. Jika untuk penerangan, keluarga itu menggunakan lampu 100 W, 220 V, maka jumlah lampu maksimum yang dapat dipasang adalah……….
- 5 buah
- 10 buah
- 15 buah
- 20 buah
- 25 buah
- Dalam sebuah rumah tangga digunakan beberapa alat listrik, masing-masing lampu 75 watt, setrika 350 watt, pompa air 150 watt, pemanas air 600 watt, dan TV 300 watt. Jika rumah menggunakan jaringan PLN dengan tegangan 220 V, maka alat listrik yang paling besar hambatannya adalah……..
- lampu
- setrika
- pompa air
- pemanas air
- TV
- Sebuah setrika listrik 250 watt, 220 volt, dipakai selama 1,5 jam. Energi listrik yang diperlukan adalah………
- 90 joule d. 22.500 joule
- 375 joule e. 1.350.000 joule
- 15.000 joule
Kuat arus yang
ditunjukkan amperemeter mendekati……..
a.
3,5 mA
b.
35 mA
c.
3,5 A
d.
35 A
e.
45 A
- Sebuah bola lampu berukuran 30 V, 90 W. Jika hendak dipasang pada sumber tegangan 120 V dengan daya tetap, maka lampu harus dirangkaikan seri dengan hambatan……..
- 10 ohm d. 40 ohm
- 30 ohm e. 50 ohm
- 30 ohm
- Alat pemanas listrik memakai 5 A, apabila dihubungkan dengan sumber 110 V hambatannya adalah (dalam ohm)……..
- 0,05 d. 110
- 5 e. 550
- 22
- Hambatan listrik dalam suatu kawat R, hambatan ini akan menjadi………..
- 2R, jika penampangnya digandakan
R, jika penampangnya digandakan- 2R, jika temperaturnya digandakan
R, jika jejarinya digandakan- 2R, jika diameternya digandakan
- Sebuah bola lampu listrik dibuat 220 V, 50 W. Pernyataan-pernyataan berikut yang benar adalah……….
- dayanya selalu 50 watt
- tegangan minimum yang diperlukan untuk menyalakannya adalah 220 V
- tahanannya adalah 484 ohm
- diperlukan arus sebesar 5/22 A bila menyalakannya
- menghasilkan energi sebesar 50 joule dalam 1 detik bila dihubungkan dengan sumber tegangan 220 volt
- Dua alat pemanas apabila dipergunakan secara sendiri-sendiri akan membutuhkan waktu masing-masing 20 menit dan 30 menit untuk mendidihkan air satu panci. Apabila keduanya dihubungkan secara seri, maka air satu panci akan mendidih dalam waktu…….
- 10 menit d. 25 menit
- 12 menit e. 50 menit
- 15 menit
![]() |
- Lampu L1 dan L2 dipasang paralel dan dihubungkan dengan baterai E. Jika titik A dan B dihubungkan pendek (short circuit), pada lampu L1 dan L2 akan terjadi………
- L1 dan L2 tidak menyala karena putus
- L1 putus dan L2 tetap menyala
- L1 tetap menyala dan L2 putus
- L1 dab L2 menyala semakin terang
- L1 dan L2
tidak menyala dan tidak puts

- Enam buah lampu dipasang dalam rangkaian listrik seperti di atas. Semua lampu memiliki kesamaan (daya dan tegangan yang tertulis). Di antara lampu-lampu tersebut yang nyalanya paling terang adalah……….
- P d. S
- Q e. T dan U
- R
- Amir membeli amperemeter arus searah. Setelah diuji, amperemeter tersebut dapat mengukur kuat arus sampai 1A. Ia menghubungkan amperemeter tersebut pada baterai 12 volt melalui hambatan listrik bertanda (48 ohm; 0,5 watt) maka……..
- amperemeter akan menunjuk 0,5 A
- jarum amperemeter tidak akan bergerak
- amperemeter menunjuk 0,125 A
- hambatan listrik tidak akan terbakar
- amperemeter menunjuk 0,25 A, tak lama kemudian hambatan listrik akan terbakar
- Arus sebesar 10 A mengalir di dalam sebuah kawat penghantar yang mempunyai hambatan 0,15 ohm. Laju pembentukan panas di dalam kawat ini adalah……..
- 12 W d. 19 W
- 15 W e. 20 W
- 17 W
- Tentang rangkaian di samping diketahui……..
R1 = 1 ohm R2
= 4 ohm
R3 = 2 ohm R4 = 1 ohm
R5 = 1 ohm R6 = 5 ohm
R7 = 2 ohm C1 = 100
F
E = 10 volt. Kuat arus yang
melalui R7 adalah…….
a.
2 A
b.
1 A
c.
0,625 A
d.
1,1 A
e.
1,67 A
![]() |
- Rangkaian arus searah seperti pada gambar di atas. Beda potensial pada hambatan 4 ohm adalah……….
- 0,5 V d. 2,0 V
- 1,0 V e. 2,5 V
- 1,5 V
- Hambatan paling besar yang
diperoleh dari kombinasi hambatan yang masing-masing besarnya 10 ohm, 20
ohm, 25 ohm, dan
50 ohm adalah………. - 4,76 ohm d. 50 ohm
- 20 ohm e. 105 ohm
- 25 ohm
- Solder listrik pada tegangan 124 volt menggunakan arus
A dan dipakai selama 30 menit. Kepala solder dibuat dari
tembaga, massanya 20 gr dan kalor jenisnya 0,9 kal/grº C. Jika hanya 10%
energi listrik dipakai untuk menaikkan suhu kepala solder, kenaikan suhu
yang dicapai adalah (1 joule = 0,24 kalori)…… - 625º C d. 125º C
- 150º C e. 100º C
- 525º C
- Lima buah alat listrik yang masing-masing bertuliskan :
P = refrigerator 230 V, 80 W
Q = AC (Air
Conditioner) 230 V, 1.500 W
R =
setrika listrik 230 V, 1.000 W
S = pompa air 110 V, 750 W
T = lampu 12 V, 60 W
Dari kelima alat tersebut yang mempergunakan energi listrik dalam
setiap satuan waktu paling besar adalah……….
- P d. S
- Q e. T
- R
- Pada percobaan dengan menggunakan alat ukur jembatan wheatstone pada rangkaian di samping ini, terlihat jarum galvanometer pada posisi nol, maka…..
a.
R1 . R2 = R3
. R4
R1 . R2 = R3
. R4
b.
R1 + R2 = R3
+ R4
c.
R1 . R3 = R2
. R4
d.
R1 . R4 = R2
. R3
e.
R1 + R3 = R2
+ R4
- Pada sebuah lampu listrik mengalir arus I ampere dalam waktu t detik. Bila besar hambatan R ohm, maka besar energi listriknya adalah………



- i2 R t joule
- I R2 t joule
- Tiga buah lampu pijar yang masing-masing dibuat untuk dipakai pada 15 watt dan 12 volt dirangkaikan secara paralel. Ujung-ujung rangkaian itu dihubungkan dengan jepitan sebuah akumulator dengan GGL 12 volt dan hambatan dalam 0,8 ohm. Arus listrik yang melalui akumulator itu besarnya………
- 3,75 A
- 3,00 A
- 2,25 A
- 1,50 A
- 1,25 A
- Tiga resistor masing-masing 3 ohm, 4 ohm, dan 6 ohm dihubungkan paralel, kemudian kedua ujungnya dihubungkan dengan sebuah baterai yang GGL-nya 8 volt dan hambatan dalamnya 2/3 ohm. Tegangan jepit rangkaian adalah………
- 52,00 volt d. 5,33 volt
- 8,00 volt e. 2,67 volt
- 7,61 volt
- Sebuah penghantar berhambatan listrik R dialiri arus listrik I dalam waktu t, maka energi W yang dilepaskan oleh penghantar tersebut dinyatakan dengan rumus………
- W = R I T d. W = R2 I
- W = R I2 t e. W
=

- W = I2 R
- Pada rangkaian seperti gambar di samping, masing-masing hambatan R adalah 6 ohm. Tegangan baterai adalah 9 volt, sedangkan hambatan dalam baterai diabaikan. Arus I adalah………
a.
1,5 A
b.
0,5 A
0,5 A
c.
4,5 A
d.
1,0 A
e.
3 A
- Sebuah lampu pijar dari 25 ohm
dihubungkan pada tegangan
220 V selam 5 menit, energi yang diterima dari aliran tersebut adalah……… - 580.800 joule
- 581.200 joule
- 580.860 joule
- 587.400 joule
- 593.200 joule
- Alat listrik yang mempunyai hambatan terbesar ialah……….
|
Huruf
|
Nama Alat
|
Tegangan Kerja
|
Daya
|
|
a.
|
Pemanas
|
120 V
|
400 watt
|
|
b.
|
Motor
|
120 V
|
200 watt
|
|
c.
|
Lampu
|
120 V
|
150 watt
|
|
d.
|
Pesawat televisi
|
220 V
|
110 watt
|
|
e.
|
Pompa air
|
220 V
|
125 watt
|
- Empat buah elemen masing-masing dengan GGL 2,5 V hambatan dalam 0,3 ohm disusun secara seri, kemudian dipakai untuk menyalakan lampu. Kuat arus yang melalui lampu 0,5 ampere. Hambatan lampu tersebut adalah………..
- 14,9 ohm d. 18,0 ohm
- 15,4 ohm e. 18,8 ohm
- 16,2 ohm
- Dua buah bola lampu masing-masing
tertulis 60 W, 120 V, dan
40 W, 120 V. jika kedua bola lampu tersebut dihubungkan seri pada tegangan 120 V, maka jumlah daya pada kedua bola lampu tersebut adalah………. - 100 W d. 20 W
- 50 W e. 18 W
- 24 W
- Sepotong kawat dengan hambatan R, jika dilalui arus sebesar i menghasilkan kalor tiap detik sebesar H. Untuk arus listrik sebesar 2I kalor yang dihasilkan tiap detik adalah……….
H d. 2H
H e. 4H- H
- Pesawat televisi dinyalakan rata-rata 6 jam sehari. Pesawat tersebut dihubungkan pada tegangan 220 volt dan memerlukan arus 2,5 A. harga energi listrik tiap kWH adalah Rp. 15,00.
Televisi
tersebut memerlukan energi listrik sehari seharga……….
- Rp. 90,00 d. Rp. 49,50
- Rp. 37,50 e. Rp. 60,00
- Rp. 30,00
- Untuk mempertinggi batas ukur suatu amperemeter dan voltmeter diperlukan………..
- hambatan cabang, baik untuk amperemeter maupun voltmeter
- hambatan muka, baik untuk amperemeter maupun voltmeter
- hambatan cabang untuk amperemeter dan hambatan muka untuk voltmeter
- hambatan muka untuk amperemeter dan hambatan cabang untuk voltmeter
- jembatan wheatstone baik untuk amperemeter maupun voltmeter
- Sebuah galvanometer yang hambatannya 50 ohm akan mengalami simpangan maksimum jika dilalui arus 0,01 A. Agar dapat digunakan untuk mengukur tegangan hingga 100 V harus dipasang…………
- hambatan muka sebesar 9.950 ohm
- hambatan muka sebesar 5.000 ohm
- hambatan cabang sebesar 9.950 ohm
- hambatan cabang sebesar 5.000 ohm
- hambatan muka dan hambatan cabang masing-masing sebesar 2.500 ohm
Sebuah rangkaian
listrik tertutup atas 2 elemen dan 2 hambatan seperti pada gambar dengan
ketentuan :
E1 = 12 V; R1
= 2 ohm dan
E2 = 6 V; R1 = 3 ohm
Kuat arus yang mengalir
dalam rangkaian adalah……….
a.
1,1 A
b.
1,2 A
c.
1,5 A
d.
3,6 A
e.
5 A
- Himpunan alat listrik di bawah ini yang anggotanya sumber tegangan arus
searah adalah…..
- dinamo, motor, adaptor
- baterai, elemen volta, aki
- generator, turbin, elemen kering
- aki, generator, adaptor
- motor, alternator, elemen Weston
- Sebuah elektromotor digunakan untuk mengangkat beban bermassa 2 kg vertical ke atas ( g = 9,8 m/s2 ). Bila elektromotor bekerja pada tegangan 10 volt dan arus yang mengalir 1,96 A dalam waktu 4 detik dapat mengangkat beban tersebut setinggi 2 m, maka efisiensi elektromotor tersebut ialah……
- 40 % d. 80 %
- 50 % e. 100 %
- 75 %
- Sebuah bola lampu pijar ketika dipasang ternyata nyalalnya merah. Setelah diteliti didapatkan bahwa pada bola lampu tersebut tertulis 60 W , 220 V , sedangkan tegangan yang ada adalah 110 V. Jika I adalh intensitas lampu sekarang pada jarak 2 m dan Io adalah intensitas bila tegangan listrik 220 V juga pada jarak 2 m dan hambatan lampu dianggap tetap, maka I/Io adalah…….
- ½ d. 1/16
- ¼ e. 1/32
- 1/8
|
||
|
||
|
||
|
||
|
||
|
Soal-soal Uraian
Kerjakan soal-soal berikut dengan benar!
- Lima buah kawat yang panjangnya 50 cm mempunyai hambatan jenis 2,5 Wm dan luas penampangnya 5 mm2 dirangkai paralel, kawat tersebut dihubungkan dengan sumber arus searah dengan beda potensial 10 V, tentukan :
- besarnya tahanan tiap-tiap kawat tersebut
- tahanan penggantinya
- kuat arus yang melalui kawat tersebut
- Pada gambar di bawah ini, tentukan :

- hambatan penggantinya
- kuat arus I
- beda potensial antara titik a dan c
- beda potensial antara titik b dan c
- kuat arus yang melalui hambatan 20 W
- Pada gambar di bawah ini, jika I = 2 A, hitung :

- hambatan penggantinya
- tegangan antara titik a dan e
- tegangan antara titik b dan d
- arus Ibd
- tegangan antara titik c dan d
- Dari gambar berikut ini, tentukan :

- tegangan antara titik A dan B (VAB)
- hambatan totalnya (Rtot)
- arus totalnya (Itot)
- arus I1
- arus I2
- Pada rangkaian di bawah ini, rangkaian diberi tegangan 48 V. Hitunglah :

- hambatan penggantinya
- kuat arus total
- beda potensial antara titik c dan a
- kuat arus yang mengalir pada hambatan 6 W dan 12 W
- beda potensial antara titik a dan b
- kuat arus pada hambatan 30 W

Sebuah baterai dari 18 V dengan hambatan dalam 1 ohm duhubungkan
dengan 2 resistor, tampak pada gambar di atas. Hitung :
a.
kuat arus pada rangkaian
b.
tegangan pada masing-masing
resistor
c.
tegangan jepit
- Pada gambar berikut hitung :

- hambatan penggantinya
- arus total yang melewati rangkaian
- tegangan antara titik a dan b
- arus I1
- arus I2
- Pada gambar rangkaian di bawah

- hitung I1, I2, I3
- berapa Vab
- Rangkaian jembatan Wheatstone seperti ditunjukkan dalam gambar adalah seimbang ketika P = 10 W, Q = 50 W, R = 30 W dan X = 1050 W. Tentukan :

- nilai dari hambatan S
- hambatan penggantinya
- arus yang mengalir pada rangkaian
- tegangan yang melewati hambatan X
- arus yang mengalir pada Rx
- Dua buah lampu listrik masing-masing dengan spesifikasi 120 V, 60 W dan 120 V, 40 W di susun seri dan dihubungkan dengan sumber tegangan 120 V. Tentukan :
- hambatan penggantinya
- kuat arus yang mengalir dalam rangkaian
- daya disipasi pada lampu 120 V, 60 W
- daya disipasi pada lampu 120 V, 40 W

Dari
gambar di atas R1 = 16 W, R2
= 4 W, R3 = 16 W, R4 = 4 W, E = 12
V dan r = 0,8 W Tentukan :
- hambatan penggantinya
- kuat arus yang melalui rangkaian
- tegangan antara titik B dan C
- kuat arus yang melalui R2 dan R3
- tegangan jepit baterai
- Sebuah aki dari 6 volt haambatan dalamnya 0,1W dihubungkan dengan 4 buah hambatan 1 W, 2 W, 3 W dan 6 W yang disusun secara paralel. Hitunglah :
- hambatan penggantinya
- arus totalnya
- tegangan jepitnya
- arus yang mengalir pada hambatan 6 W
- Dua puluh baterai, masing-masing dengan data E = 6 V dan r = 0,4 W disusun seperti tampak pada gambar di bawah ini.

Tentukan :
- hambatan pengganti RAD
- ggl sistem ( Etot)
- hambatan dalam total (rtot)
- kuat arus (I)
- tegangan jepit VPQ

Perhatikan
gambar di atas. Tentukan :
- ggl penggantinya
- hambatan dalam pengganti
- arus (I)
- tegangan jepit Vab
- tegangan jepit Vcd
- Untuk rangkaian berikut ini, tentukan :

- kuat arus (I)
- tegangan jepit E1 (6 V)
- energi listrik yang diberikan baterai E1 selama t = 60 s
- tegangtan jepit E2 (3 V)
- energi listrik yang diberikan baterai E2 selama t = 60 s
- energi listrik pada masing-masing hambatan
- Dari rangkaian gambar di bawah ini, E1 = 10 V, E2 = 9 V dan E3 = 4 V, sedangkan r1 = 1 Ω, r2 = 0,5 Ω, r3 = 0,5 Ω, R1 = 2 Ω, R2 = 4 Ω, R3 = 6 Ω, R4 = 8 Ω dan R5 = 3 Ω.

Tentukan
:
- kuat arus pada rangkaian dan arahnya
- beda potensial antara titik a dan d
- potensial titik-titik b, e dan f, jika titik d tanahkan
- Lampu listrik tertulis data 75 W, 180 V. Dipasang pada tegangan 180 V, Jika lampu tersebut dihidupkan selama 5 jam, tentukan :
- tahanan (R)
- kuat arus (I)
- energi yang dipakai (W)
- harga yang harus dibayar jika 1 kwh Rp. 175,00

Dua buah
hambatan listrik masing-masing R1 = 5 W, R2 = 2 W disusun
secara paralel, kemudian dihubungkan dengan sumber tegangan 120 V.
- hitung kuat arus yang mengalir tiap-tiap hambatan
- berapa daya listrik tiap-tiap hambatan
- berapa energi listrik pada setiap hambatan apabila arus listrik mengalir selama 5 jam
- hitung biaya total energi listrik selama 5 jam jika tarif listrik adalah Rp. 200,00 per KWh
|
NO
|
Alat listrik
|
Jumlah
|
Pemakaian rata-rata
|
|
1.
2.
3.
4.
5.
|
Lampu 5 watt
Lampu 25 watt
Lampu 60 watt
TV 60 watt
Setrika 300 watt
|
2
2
1
1
1
|
12 jam/hari
4 jam/hari
2 jam/hari
4 jam/hari
5 jam/minggu
|
( 1 bulan = 30 hari = 4 minggu )
- hitunglah daya total yang digunakan dalam sebulan
- hitung energi yang digunakan selama sebulan
- jika harga listrik Rp 350,00 per KWh, berapa biaya yang harus dibayar dalam 1 bulan
- Sebuah setrika listrik memiliki spesifikasi 240 W, 220 V. Jika listrik di sebuah rumah tegangan jatuhnya mencapai 146,67 V dan biaya rekening listrik Rp. 200,00 per KWh, maka tentukan :
- hambatan dalam setrika
- daya yang digunakan setrika
- energi listrik yang digunakan dalam 1 jam
- biaya listrik yang harus dibayar
RSS Feed
Twitter
21.01
Unknown













































Posted in
0 komentar:
Posting Komentar