FISIKA KELAS X
BAB I
PENGUKURAN
BERBAGAI BESARAN

Dalam kehidupan
sehari-hari tentunya Kamu memerlukan alat penunjuk waktu. Setiap orang
memerlukan penunjuk waktu untuk memantau segala aktivitasnya. Kamu sering
melihat jam dinding atau menggunakan arloji sebagai jam tangan. Jam beker
sering menolong membangunkan Kamu dengan membunyikan alarm untuk mengingatkan
waktu bangun dari tidur sudah tiba. Di jaman dahulu orang menggunakan jam
matahari sebagai alat penunjuk waktu yang tidak memerlukan energi penggerak dan
tidak pernah mengalami kerusakan.
Waktu merupakan
salah satu besaran dalam fisika yang selalu Kamu akrabi kesehariannya. Kamu
sering menjadwalkan semua aktivitasmu dengan mencatat waktunya dan selalu
mengandalkan jam tanganmu atau telepon genggam yang juga ada penunjuk waktunya.
Secara tidak kamu sadari, sudah seringkali Kamu melakukan pengukuran besaran
waktu. Dalam bab ini kamu akan memperdalam besaran-besaran lain dalam fisika
beserta pengukuran besaran-besaran itu.
Pengantar
Buku teks pelajaran fisika ini ditulis untuk
membantu proses belajar mengajar guru siswa untuk satuan pendidikan SMA kelas
X. Buku Fisika berdasarkan kurikulum Revisi 2006 yang menyempurnakan Standart
Kompetensi dan Kompetensi Dasar dari kurikulum 2004. Diterbitkannya buku teks
pelajaran fisika ini juga bertujuan untuk memberikan bahan bacaan untuk
memahami fisika bagi para siswa baik ketika berada di sekolah maupun ketika
sudah berada di rumah.
Dengan demikian buku teks pelajaran fisika ini
ditulis untuk dapat dipelajari dengan mudah oleh para siswa dengan atau tanpa
adanya guru. Sistematika buku ini menyajikan konsep-konsep fisika yang
kontekstual dengan memberikan contoh-contoh yang dapat dimengerti dengan mudah
oleh para siswa. Analisa, latihan dan tugas diberikan agar lebih memantakan
para siswa mendalami deskripsi konseptual fisika. Untuk keperluan itu beberapa
pengerjaan boleh berkelompok namun penilaian tetap bersifat individual. Di
akhir tiap-tiap bab terdapat soal latihan akhir bab dimana untuk lebih
merangsang para siswa mengerjakannya disajikan pula kunci jawabannya.
Soal Latihan blok disajikan untuk mengukur
kompetensi siswa setelah mendalami beberapa bab. Soal semester disajikan untuk
mengukur kompetensi siswa setelah satu semester mempelajari fisika.
Kegiatan Percobaan dalam buku ini dapat dilakukan
di laboratorium atau di dalam kelas oleh para siswa bersama bimbingan guru dan
diakhiri dengan pembuatan laporan oleh para siswa secara individual
Akhirnya cara paling tepat mempelajari buku ini
adalah membacanya dengan alur yang runtut bukan dibaca cepat atau
terpisah-pisah. Itulah cara belajar fisika yang benar : membaca buku teks
fisika dengan penuh nikmat.
Peta Konsep Bab 1
![]() |
Kata
Kunci (Key-words)
·
Angka Penting
·
Besaran Pokok
·
Besaran Skalar
·
Besaran
Turunan
·
Besaran Vektor
·
Dimensi
·
Konversi
·
Pengukuran
·
Satuan
·
Sistem Metriks
·
Sistem MKS
·
Sistem cgs
·
Sistem
Internasional
Daftar
Konstanta
Cepat rambat cahaya c 3,00 x 108
m/s
Konstanta Coulomb k 8,99
x 109 N.m2/C2
Konstanta gas umum R 8,314 J/K.mol
Konstanta gravitasi umum G 6,67
x 10-11 N.m/kg2
Muatan elektron e 1,60 x 10-19
C
BAB I
PENGUKURAN BERBAGAI BESARAN
Advance Organizer
Tahun 2006, Kasus
SUTET mencuat di berbagai media cetak maupun visual menjadi pemberitaan yang
hangat. Menara listrik dan kabel jaringan listrik yang dekat dengan pemukiman
penduduk diprotes warga, hingga ada pendemo yang sampai menjahit mulutnya. Pendemo
beranggapan bahwa adanya kelahiran anak-anak cacat di wilayah itu disebabkan
oleh jaringan instalasi listrik. Ada
besaran fisika yang terkait dengan kasus itu, menurut Kamu besaran apakah itu?
Arus listrik? Tegangan listrik? Coba pikirkan sekali lagi, besaran yang
ditimbulkan oleh kuat arus listrik yang menjangkau medan di sekitar penghantar
listrik.
Sebenarnya yang
dimaksud pada kasus itu adalah besaran kuat medan magnet, yang menurut Oersted
disekitar kawat berarus timbul medan magnet, yang arahnya dapat ditentukan
dengan kaidah tangan kanan. Besar medan magnet dapat diukur dengan alat
teslameter dan arahnya dicari dengan kompas.
Dalam bab ini Kamu
akan belajar lebih jauh tentang berbagai besaran dan pengukuran besaran-besaran
itu. Kamu akan mengetahui lebih banyak besaran-besaran yang dikelompokkan
menjadi besaran pokok dan besaran turunan. Selain itu Kamu akan mengetahui juga
pengukuran besaran dan satuan yang sesuai untuk masing-masing besaran. Dengan
demikian Kamu dapat menyikapi setiap fenomena dalam kehidupan sehari-hari dengan
tepat dan benar.

Tujuan Pembelajaran Bab 1
·
Membandingkan besaran pokok dan
besaran turunan serta dapat memberikan contohnya dalam kehidupan sehari-hari.
·
Menerapkan pengukuran berbagai
besaran pokok seperti panjang, massa dan waktu.
·
Menuliskan jumlah angka penting
hasil pengukuran
·
Membedakan dimensi dari
masing-masing besaran pokok maupun besaran turunan.
|
Apabila di sebuah ruang tunggu
praktek dokter di kotamu ada seorang yang akan memeriksakan anaknya bercerita
berulang-ulang dengan nyaring bahwa, Ia semalam telah mengukur suhu badan
anaknya menggunakan barometer, ternyata suhu badan anaknya 40 kg. Bagaimana
reaksi orang-orang lain yang mendengar pernyataan itu? Bisa dipastikan banyak
yang tersenyum atau menahan tawa.Kenapa? karena ada kejanggalan yang tidak
selazimnya dari pernyataan itu.
Suhu badan sebagai salah satu
besaran harus dinyatakan dengan tepat nilai. satuan maupun alat ukur yang
digunakannya. Ketepatan itu akan menghilangkan kejanggalan sehingga meniadakan
bias pentafsiran. Dalam fisika besaran-besaran dan pengukurannya menjadi salah
satu hal mendasar yang harus dipahami oleh para siswa sebelum mempelajari
konsep-konsep lainnya. Pada bab ini kamu akan memperdalam pengukuran berbagai
besaran pokok maupun turunan yang pernah kamu pelajari juga di kelas VII semasa
SMP
A. Besaran
Fisika dan Satuan
1. Pengertian Besaran fisika, Besaran Pokok dan Turunan
Seringkah Kamu
mengamati benda-benda atau kejadian yang ada di sekitarmu?
Hangatnya sinar matahari; kenapa air
bisa membeku menjadi es; berapa ukuran
baju kamu. Tanpa Kamu sadari dalam pengamatan dan melakukan kegiatan
sehari-hari kita sedang belajar fisika. Dalam belajar Fisika berarti kita mempelajari
benda, kejadian, energi serta gejala alam di sekitar kehidupan kita. Contoh lain
kejadian yang ada di sekitar kita adalah; Seorang dokter memeriksa suhu badan pasiennya, pedagang di pasar
menimbang gula yang bermassa 1 kg,
seorang pegawai PLN memeriksa kuat arus
listrik di sebuah rumah, sedih, gembira,
lelah,. Dari contoh-contoh kejadian tersebut ada yang dapat kita ukur, akan
tetapi ada juga yang tidak terukur.
Sesuatu yang dapat diukur dan hasilnya dapat dinyatakan
dengan nilai dan satuan disebut Besaran
Fisika. Jadi suhu, massa, kuat arus merupakan besaran fisika, karena dapat diukur.
Suhu dapat diukur dengan termometer, massa
diukur dengan neraca timbangan, kuat arus listrik dapat diukur dengan
ampermeter, Sedangkan sedih, gembira, lelah bukan besaran fisika karena tidak dapat diukur.
Menurut Bueche
besaran menurut arahnya dibedakan menjadi dua, yaitu besaran skalar yang hanya
memiliki besar, dan besaran vektor yang selain memiliki besar memiliki arah
pula. Besaran vektor akan dibahas lebih mendalam pada bab 2 buku ini. Sedangkan
besaran Fisika menurut cara penurunannya dikelompokkan menjadi Besaran Pokok
dan Besaran Turunan. Besaran pokok adalah besaran yang sudah ditetapkan
terlebih dahulu dan merupakan besaran dasar. Besaran pokok meliputi tujuh macam
besaran seperti pada tabel 1.
Tabel 1 Tujuh Besaran Pokok
Besaran Pokok
|
Keterangan
|
Satuan
|
Lambang Satuan
|
|
1
2
3
4
5
6
7
|
Panjang
Massa
Waktu
Suhu
Kuat
Arus
Intensitas
Cahaya
Jumlah
Zat
|
Panjang
dari suatu benda
Jumlah
materi dalam benda
Lama
atau selang waktu
Derajat
panas dingin suatu benda
Jumlah
muatan listrik yang mengalir
Daya pancaran
cahaya per luas
Jumlah
partikel dalam benda
|
meter
kilogram
sekon
kelvin
amper
candela
mol
|
m
kg
s
K
A
Cd
Mol
|
Besaran lain di luar besaran pokok dinamakan besaran
turunan. Besaran turunan diartikan sebagai besaran yang dijabarkan atau
diturunkan dari besaran-besaran pokok ataupun besaran turunan lainnya.
Seringkali besaran turunan diistilahkan sebagai besaran terjabar.
Seorang petani ingin mengukur luas ladangnya. Ia tidak dapat langsung
mengukur luasnya menggunakan alat bantu apa pun, melainkan ia harus mengukur
panjang dan lebarnya, dimana keduanya merupakan besaran pokok. Kemudian petani tersebut harus
menghitung luas ladangnya dengan cara : Luas = panjang x lebar. Luas temasuk
salah satu contoh besaran turunan.
Menurut Alonso dan Finn menyatakan suatu besaran
turunan harus operasional dalam arti harus mengisyaratkan secara eksplisit atau
implisit bagaimana besaran yang didefinisikan itu dapat diukur. Sebagai contoh,
mengatakan bahwa kecepatan adalah kelajuan yang menyebabkan benda bergerak,
bukan definisi operasional bagi kecepatan. Tetapi mengatakan bahwa kecepatan
adalah jarak yang ditempuh dibagi dengan waktu, adalah definisi operasional
dari kecepatan.
Besaran turunan ada
banyak sekali yang bisa disebutkan. Contoh-contoh besaran turunan yang umum
dipakai dalam kehidupan sehari-hari antara lain terdapat dalam tabel 2 berikut ini.
Tabel 2
Besaran Turunan
Besaran
|
Definisi operasional
|
Berasal dari besaran pokok
|
Berasal dari besaran turunan
|
Luas
|
Panjang dikali lebar
|
2 besaran panjang
|
_
|
Volume
|
Luas alas dikali
tinggi
|
1 besaran panjang
|
Luas
|
Massa
Jenis
|
Massa
dibagi volume
|
Massa
|
volume
|
Kecepatan
|
Perpindahan dibagi
waktu
|
Panjang dan waktu
|
_
|
Kelajuan
|
Jarak dibagi waktu
|
Panjang dan waktu
|
_
|
Percepatan
|
Kecepatan dibagi
waktu
|
Waktu
|
Kecepatan
|
Gaya
|
Massa
dikali percepatan
|
Massa
|
Percepatan
|
Usaha/Kerja
|
Gaya
dikali perpindahan
|
Panjang (perpindahan)
|
Gaya
|
Tekanan
|
Gaya
dibagi luas
|
_
|
Gaya
dan luas
|
Analisa
Kerjakan
di buku latihanmu!
Setiap benda yang bermassa bergerak dengan kecepatan tertentu memiliki energi kinetik. Dengan energinya benda
dapat melakukan usaha untuk berpindah
tempat. Usaha yang dilakukan benda dalam selang waktu tertentu dikenal dengan daya.
Dari pernyataan di atas yang bercetak
miring, Sebutkan besaran-besaran yang termasuk dalam besaran Pokok dan besaran
Turunan ?
Tugas
Kerjakan
di buku tugasmu!
Bukalah tajuk utama suatu harian/koran
yang kau temukan. Catat edisi (hari, tanggal dan judul, tajuknya). Selidikilah
kata-kata yang termasuk besaran, lalu tulislah nama besarannya (besaran fisika
atau bukan) serta jenis kelompok besaran pokok atau turunan? Tulislah hasil
tugasmu itu di buku tugas.
2. Menerapkan Satuan
Besaran Pokok dalam Sistem Internasional
a. Pengertian Satuan dan Satuan
Internasional
Kebanyakan masyarakat kita tidak terbiasa
menggunakan besaran secara lengkap dalam komunikasi lesan atau tulisan. Sebagai
contoh, orang menyebut jarak suatu tempat hanya dengan jauh atau dekat.
Semestinya besaran jarak yang dikomunikasikan itu diikuti dengan nilai besaran
beserta satuannya. Satuan adalah sesuatu yang menyatakan hasil pengukuran.
Umpamanya dikatakan bahwa, sekolah saya berjarak 850 meter dari rumah, bukan
sekedar sekolah saya jaraknya jauh. 850 merupakan nilai jarak dan meter satuan
dari besaran jarak. Komunikasi menggunakan
besaran secara kuantitatif itu sangat penting dibiasakan sejak dini dari pada
sekedar komunikasi kualitatif. Bukankah lebih enak rasanya mengatakan bahwa,
tadi pagi saya mandi dengan air bersuhu 33 ºC daripada mengatakan tadi pagi mandi dengan air panas.
Disamping itu sering kita jumpai
masyarakat banyak yang menyatakan hasil pengukuran dengan menggunakan satuan
sehari-hari yang berlaku lokal di daerahnya masing-masing. Misalnya untuk
satuan panjang masih menggunakan : bahu, jengkal, depa, bata dan sebagainya,
untuk satuan massa
masih digunakan : pikul, gayung, tumbu dan lain-lain. Sistem satuan pada
dasarnya memiliki satuan standar atau baku.
Satuan baku
tersebut harus memenuhi syarat-syarat antara lain bersifat tetap, berlaku universal, mudah digunakan
setiap saat dengan tepat. Bila syarat-syarat itu dipenuhi boleh dikatakan
satuan yang bersangkutan sudah baik dan baku
Sistem satuan yang dipakai standar sejak tahun 1960 melalui pertemuan
para ilmuwan di Sevres, Paris
menyepakati, terutama digunakan dalam dunia pendidikan dan pengetahuan
dinamakan sistem metriks yang dikelompokkan menjadi sistem metriks besar atau
MKS (Meter Kilogram Second) yang disebut sistem internasional atau disingkat SI
dan sistem metriks kecil atau CGS (Centimeter Gram Second). Satuan beberapa
besaran pokok dapat dilihat dalam tabel
berikut ini.
Tabel 3. Satuan
besaran pokok dalam sistem metrik
No
|
Besaran Pokok
|
Satuan Sistem
Internasional/MKS
|
Satuan Sistem
CGS
|
1
2
3
4
5
6
7
|
panjang
massa
waktu
suhu
kuat arus listrik
intensitas cahaya
jumlah zat
|
meter
kilogram
detik
Kelvin
ampere
candela
kilo mol
|
centimeter
gram
detik
Kelvin
stat ampere
candela
mol
|

|
1) Satuan
Internasional untuk Panjang
Hasil pengukuran besaran panjang
biasanya dinyatakan dalam satuan meter, centimeter, millimeter atau kilometer.
Satuan besaran panjang dalam SI adalah meter. Pada mulanya satu meter
ditetapkan sama dengan panjang sepersepuluh juta dari jarak kutub utara ke katulistiwa
melalui Paris). Kemudian dibuat batang meter standart dari campuran Platina –
Iridium. Satu meter didefinisikan sebagai jarak dua goresan pada batang ketika
bersuhu 0 C. Meter standart ini disimpan di Internasional
Bureau of Weights an Measure di Sevres dekat Paris.
Batang
meter standart dapat berubah dan rusak karena dipengaruhi suhu, serta kesulitan
dalam menentukan ketelitian pengukuran, maka tahun 1960 batang meter standart
dirubah. Satu meter didefinisikan sebagai jarak 1650763,72 kali panjang gelombang
sinar jingga yang dipancarkan oleh atom gas krypton 86 dalam ruang hampa pada
suatu lucutan listrik.
Pada
tahun 1983 Konferensi Internasional tentang timbangan dan ukuran memutuskan
satu meter merupakan jarak yang ditempuh cahaya pada selang waktu
1/299792458 sekon. Penggunaan kecepatan
cahaya ini, karena nilainya dianggap selalu konstan.
2) Satuan Internasional untuk Massa
Pernakah kamu pergi
ke pasar tradisional?. Dalam pembicaraan sehari-hari pedagang di pasar sering
menggunakan satuan massa
untuk besaran berat, misalnya berat beras itu 50 Kg, berat gula pasir tersebut
80 ons. Hal ini dapat membingungkan. Dalam SI satuan berat adalah Newton, nilainya
dapat berubah–rubah karena dipengaruhi gaya gravitasi bumi, sedangkan massa
mempunyai satuan Kg, ons, gr atau ton. Dan nilainya tetap.
Dalam
hubungan perdagangan tradisional dan internasional sangatlah diperlukan suatu besaran massa yang standart.
Besaran massa
dalam SI dinyatakan dengan satuan kilogram (Kg). Para
ahli mendefinisikan satu kilogram sebagai massa
sebuah silinder yang terbuat dari bahan campuran Platina dan Iridium yang
disimpan di Sevres dekat Paris.
Massa standart
1 Kg dapat juga disamakan dengan massa
satu liter air murni pada suhu 4 C.
3) Satuan Internasioanl untuk Waktu
Pada awalnya satuan waktu dinyatakan atas dasar waktu
rotasi bumi pada porosnya yaitu 1 hari. Karena waktu berputar bumi tidak tetap
maka waktu 1 hari berubah-rubah. Dalam SI, satuan waktu dinyatakan dalam satuan
detik atau sekon. Para ahli mendefinisikan satu detik sama dengan selang waktu
yang diperlukan oleh atom cesium-133 untuk melakukan getaran sebanyak
9192631770 kali.
b. Mengkonversi berbagai satuan besaran Pokok maupun besaran
Turunan.
Hasil suatu
pengukuran besaran pokok belum tentu dinyatakan dalam satuan yang sesuai dengan
keinginan kita atau yang kita perlukan. Contohnya panjang meja 150 cm, sedangkan
kita memerlukan dalam satuan meter, contoh lainnya dari satuan gram dinyatakan
dalam kilogram, dari satuan jam menjadi
sekon. Untuk mengkonversi atau merubah dari suatu satuan ke satuan yang lainnya
diperlukan tangga konversi. Penggunaan tangga konversi sudah kalian pelajari di
kelas VII.
Untuk satuan Besaran
turunan dapat dijabarkan dari satuan besaran-besaran pokok yang mendifinisikan
besaran turunan tersebut. Contoh satuan besaran-besaran turunan dapat
diperlihatkan pada tabel 4 berikut ini.
Tabel 4.
Beberapa besaran turunan beserta satuannya
No
|
Besaran
Turunan
|
Penjabaran
dari Besaran Pokok
|
Satuan Sistem MKS
|
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
|
Luas
volume
massa jenis
kecepatan
percepatan
gaya
usaha
daya
tekanan
momentum
|
panjang x lebar
panjang x lebar x tinggi
massa : volume
jarak :
waktu
kecepatan : waktu
massa x percepatan
gaya x jarak
usaha : waktu
gaya :
luas
massa x kecepatan
|
m2
m3
kg/m3
m/s
m/s2
newton
= kg.m/s2
joule
= kg.m2/s2
watt
= kg.m2/s3
pascal = N/m2
kg.m/s
|
Satuan dari setiap besaran turunan diperoleh dari penjabaran satuan
besaran-besaran pokok yang menyertai penurunan definisi dari besaran turunan
yang bersangkutan. Oleh karena itu seringkali dijumpai satuan turunan dapat
berkembang lebih dari satu macam karena penjabaran besaran turunan dari
definisi yang berbeda. Sebagai contoh, satuan percepatan dapat ditulis dengan m/s2 dapat juga ditulis dengan N/kg.
Kelak akan diketahui kesamaan satuan-satuan yang sepintas berbeda itu dengan
ditinjau dari dimensinya. Satuan besaran turunan dapat juga dikonversi.
Perhatikan beberapa contoh di bawah ini.
·
1 dyne = 10-5
newton
·
1 erg = 10-7
joule
·
1 kalori = 0,24 joule
·
1 kWh = 3,6 x 106
joule
·
1 liter = 10-3
m3 = 1 dm3
·
1 ml = 1 cm3 = 1 cc
·
1 atm = 1,013 x 105
pascal
·
1 gauss = 10-4
tesla
Berikut ini adalah contoh pengkonversian dari satuan besaran turunan yang
dapat dikonversikan berdasarkan penjabaran dari konversi satuan besaran pokok
yang diturunkan.
Contoh 1:
Nyatakan satuan
kecepatan 36 Km/jam kedalam satuan m/s ?
Kecepatan =
Kecepatan 36 Km/jam =
=
= 10
= 10 m/s
Contoh 2 :
Konversikan satuan massa
jenis air 1 gr/cm3 kedalam satuan Kg/m3
Jawab:
Massa Jenis = 
Massa Jenis 1 gr/cm3
=
=
=
X 

= 103 Kg/m3
Analisa
Kerjakan di buku
latihanmu!
1. Kakak sedang mengendarai
motornya dengan kelajuan 72 km/jam. Konversikan satuan kelajuan kendaraan Kakak
dalam satuan m/s ?
2. Sebongkah Es dapat terapung
dipermukaan air karena massa jenis es lebih kecil dari air. Es bermassa jenis
0,8 gr/cm3 dan air 1 gr / cm3. Konversikan satuan massa
jenis es dan air dalam satuan kg/m3 ?
3. Adik sedang sakit batuk.
Ibu memberinya obat sehari 3X1 sendok makan. 1 Sendok makan sama dengan 5 ml.
Nyatakan satuannya dalam cc, liter, dm3 dan m3 ?.
Tugas
Buatlah kliping
(boleh fotokopi) tentang sistem konversi besaran apapun yang Anda jumpai. Carilah
sumber-sumber informasi di perpustakaan, media cetak atau browsing internet. Susun dan kelompokkanlah ke dalam besaran pokok
dan besaran turunan dalam tabel yang terpisah.
c. Awalan satuan dan Sistem satuan di
luar Sistem Metriks

Disamping satuan sistem metriks juga dikenal satuan
lainnya yang sering dipakai dalam kehidupan sehari-hari misalnya liter,
inchi, yard, feet, mil, ton, ons dan lain-lain. Namun demikian satuan-satuan tersebut dapat dikonversi atau
diubah ke dalam satuan sistem metriks dengan patokan yang ditentukan. Misalkan
patokan untuk besaran panjang berlaku sistem konversi sebagai berikut.
Gambar 2. Satuan ml
sebagai satuan volume
·
1 mil = 1760 yard (1
yard adalah jarak pundak sampai ujung jari tangan orang dewasa).
·
1 yard = 3 feet (1 feet
adalah jarak tumit sampai ujung jari kaki orang dewasa).
·
1 feet = 12 inci (1
inci adalah lebar maksimal ibu jari tangan orang dewasa).
·
1 inci = 2,54 cm
·
1 cm = 0,01 m.
Satuan mil, yard, feet, inci tersebut dinamakan satuan
sistem Inggris, sehingga bayangkanlah patokan ukuran yang dipakai adalah ukuran
orang Inggris yang dewasa.
Untuk besaran massa
berlaku juga sistem konversi satuan sehari-hari maupun sistem Inggris ke dalam
sistem SI. Contohnya sebagai berikut.
·
1 ton = 907,2 kg
·
1
kuintal = 100 kg
·
1 ons (oz)
= 0,02835 kg
·
1 pon
(lb) = 0,4536 kg
·
1 slug =
14,59 kg
Untuk satuan waktu dalam kehidupan sehari-hari dapat
dikonversi ke dalam sistem SI yaitu detik atau sekon. Contohnya sebagai
berikut.
·
1 tahun = 3,156 x 107 detik
·
1 hari = 8,640 x 104 detik
·
1 jam = 3600 detik
·
1 menit = 60 detik.
Di dalam sistem metriks juga dikenal
sistem awalan naik sampai ke sistem makro
sistem mikro, dari acuan sistem MKS. Perhatikan tabel 5 berikut ini.
Tabel 5. Awalan satuan sistem metrik
besaran panjang
SISTEM
|
AWALAN SATUAN
|
DISINGKAT
|
KONVERSI
|
Konversi Makro
|
Eksa
|
E
|
1018
|
Peta
|
P
|
1015
|
|
Tera
|
T
|
1012
|
|
Giga
|
G
|
109
|
|
Mega
|
M
|
106
|
|
Kilo
|
k
|
103
|
|
Hekto
|
h
|
102
|
|
Deka
|
da
|
101
|
|
MKS
|
Meter
|
1
|
|
Konversi Mikro
|
Centi
|
c
|
10-2
|
Mili
|
m
|
10-3
|
|
Mikro
|
m
|
10-6
|
|
nano
|
n
|
10-9
|
|
piko
|
p
|
10-12
|
|
femto
|
f
|
10-15
|
|
atto
|
a
|
10-18
|
Dalam bidang teknologi
dewasa ini banyak berkembang penelitian
jagad mikro dengan konversi sistem mikro
contohnya teknologi nano yang menyelidiki jagad
renik
Gambar 3. Untaian DNA dan Sel
embrio
seperti sel,
virus, bakteriofage, DNA dan lain-lain.
Selain itu penelitian jagad makro menggunakan konversi sistem makro
karena obyek penelitiannya mencakup wilayah lain dari jagad raya, yaitu obyek
alam semesta di luar bumi.
Tugas
Kerjakan di buku tugasmu!
Konversikan satuan –
satuan berikut ini ? Kerjakan di buku tugasmu!
a. 1 cm =
…….mm e. 10 gr = ….. Mg = …..mg = …..Kg
b. 3 km =
…….Mm f. 3 ons = ……gr = ………Kg
c. 254
cm =
…….inci g. 30 ms = …….menit =……….jam
d. 3 feet =
…….cm h. 0,5 hm = …….µm =.. ……..pm
B. Pengukuran

Fisika
merupakan ilmu pengetahuan yang didasarkan pada eksperimen. Dalam eksperimen
tersebut dilakukan pengamatan, pengukuran, menganalisis dan membuat laporan
hasil eksperimen. Untuk memperoleh data yang akurat dalam eksperimen diperlukan
pengukuran dan penulisan hasil pengukuran dalam satuan yang benar serta seuai
dengan aturan penulisan amgka penting.
Pengukuran
adalah membandingkan suatu besaran dengan suatu satuan. Misalnya kamu mengukur
panjang meja guru dengan mistar, didapat panjang meja 121,2 cm. Panjang meja
merupakan besaran, 121,2 adalah nilai dari pengukuran dan cm satuan dengan
menggunakan mistar. Untuk mendapatkan pengukuran yang akurat, maka kamu perlu memperhatikan beberapa aspek pengukuran
dan disamping itu pentingnya untuk memilih instrument yang sesuai. Beberapa aspek pengukuran adalah
sebagai berikut : Ketepatan , Kalibrasi Alat,
Ketelitian , Kepekaan.
Pada
bagian ini Kamu akan memperdalam pengukuran besaran, terutama besaran pokok.
1. Mengukur Panjang dengan Alat Ukur
Mistar, Jangka Sorong, dan Mikrometer Sekrup
Pernahkah kamu
mengukur tinggi badanmu ? Barangkali kamu pernah melakukannya sendiri. Dengan
menggunakan penggaris panjang atau meteran kita dapat mengukur tinggi badan
kita. Mengukur adalah membandingkan suatu besaran dengan satuan yang sudah baku.
Dalam melakukan pengukuran orang selalu
berhadapan dengan benda atau objek yang diukur, alat ukur, dan satuan yang
digunakan baik yang baku
maupun yang tidak baku.
Satuan yang tak baku
merupakan satuan yang nilainya tidak tetap dan tidak standart. Seorang petani
tradisional mungkin melakukan pengukuran panjang dan lebar sawahnya menggunakan
satuan bata, dan tentunya alat ukur yang digunakan adalah sebuah batu bata.
Tetapi seorang insinyur sipil mengukur lebar jalan menggunakan alat meteran
kelos untuk mendapatkan satuan meter.
Alat ukur adalah
alat yang digunakan dalam pengukuran dan mempunyai satuan yang baku. Banyak sekali alat ukur yang sudah
diciptakan manusia baik yang tradisional maupun yang sudah menjadi produk
teknologi modern. Untuk melengkapkan hasil pengukuran agar lebih bermakna harus
disertai satuan.
Satuan Panjang dalam SI adalah meter.
Untuk mengukur panjang suatu benda haruslah dipilih alat ukur yang sesuai
dengan panjang benda yang diukur. Perhatikan tabel beberapa alat ukur panjang
di bawah ini.
Batas ukur alat
|
Nama alat ukur yang
digunakan
|
Batas Ketelitian
|
Beberapa
meter
Beberapa
cm sampai 1 m
Diantara
1 cm sampai 10 cm
Kurang
dari 2 cm
|
Meteran pita
Mistar
Jangka Sorong
Mikrometer
sekrup
|
0,1 cm
0,1 cm
0,01 cm
0,001 cm
|
a. Mistar

Mistar mempunyai ketelitian 1 mm atau 0,1 cm.
Bagian skala terkecil mistar adalah 1mm.
Untuk menghindari kesalahan pembacaan hasil pengukuran akibat paralaks (beda
kemiringan dalam melihat ), maka ketika membaca mata harus melihat tegak lurus
terhadap skala.
Gambar 4. Mistar/penggaris

Contoh
mengukur panjang dengan mistar.
Tentukan panjang karet penghapus A dan B ?


Karet penghapus B
Jawab ;
* Panjang karet penghapus A
Ujung depan dititik 0 dan ujung belakang di
2 cm lebih 3mm. Jadi panjangnya 2,3 cm.
* Panjang karet penghapus B
Ujung
depan di titik 3 cm dan ujung belakang di 4 cm lebih 7 mm. Jadi panjang
karet penghapus B 4,7 cm – 3 cm =
1,7 cm.

Meteran pita tidak berbeda
jauh penggunaannya seperti mistar. Perbedaannya hanya terletak pada skalanya
yang lebih banyak, dan terbuat dari bahan yang mudah digulung, misalnya plat
logam atau plastik.
Alat ukur ini banyak
digunakan oleh mekanik ahli bangunan yang memerlukan pengukuran obyek-obyek berukuran
panjang.
Gambar 5. Meteran pita
b.
Jangka Sorong
Jangka sorong
merupakan alat ukur panjang yang mempunyai ketelitian 0,1 mm atau 0.01 cm.
Jangka sorong dapat digunakan untuk mengukur diameter kelereng dan diameter
bagian dalam pipa. Jangka sorong mempunyai 2 bagian penting.
- Bagian tetap (rahang tetap), skala tetap terkecil 1mm atau 0,1 cm.
- Bagian yang dapat digeser (rahang geser). Pada rahang geser ini dilengkapi skala nonius. Skala tetap dan nonius mempunyai selisih 0,1mm.
Contoh Pengukuran dengan jangka sorong.
Tentukan diameter kelereng ?

c. Mikrometer Sekrup
Mikrometer sekrup
merupakan alat ukur panjang yang paling teliti disbanding dengan jangka sorong
dan mistar, dengan ketelitian 0,01 mm atau 0,001 cm. Mikrometer sekrup dapat
digunakan untuk mengukur ketebalan plat alumunium, diameter kawat yang kecil
dan benda yang mempunyai ukuran kecil dan tipis.
Bagian-bagian skala mikrometer sekrup :
- Skala utama
- Skala terkecil dari skala utama adalah 0,1 mm.
- Skala putar
Skala terkecil dari skala putar 0,01
mm, dengan batas ukur dari 0,01 mm – 0,50 mm
Contoh Pengukuran panjang dengan mikrometer sekrup.
Tentukan diameter kawat ?
2. Mengukur Massa Benda
Untuk
mengukur masssa benda dapat digunakan alat ukur timbangan dacin, timbangan
pasar, neraca Ohauss dua lengan dan tiga lengan, timbangan berat badan serta
neraca digital.
a. Pengukuran Massa benda dengan neraca dua lengan


Gambar 6. Neraca untuk
menimbang emas Gambar
7. Neraca dua lengan
Untuk menentukan hasil pengukuran massa
benda dengan neraca dua lengan baik itu timbangan dacin, Ohauss, timbangan
pasar, cukup dengan cara meletakkan beban pada salah satu lengan, dan
meletakkan massa kalibrasi standar pada lengan satunya. Amati sampai punggung
lengan pada posisi sama mendatar.
b. Pengukuran Massa benda dengan neraca Ohauss tiga lengan

Bagian – bagian Neraca Ohauss tiga lengan
·
Lengan depan
memiliki anting logam yang dapat digeser dengan skala 0, 1, 2, 3, 4,…..10gr,
terdiri 10 skala tiap skala 1 gr.
·
Lengan tengah,
dengan anting lengan dapat digeser, tiap skala 100 gr, dengan skala dari 0,
100, 200, ………500 gr.
·
Lengan
belakang, anting lengan dapat digeser dengan tiap skala 10 gram, dari skala 0,
10, 20 , ……..100 gr.
Gambar 8. Neraca Ohauss
Untuk menentukan hasil pengukuran massa benda dengan cara
menjumlahkan skala yang ditunjukan pada skala lengan depan, tengah dan belakang
Contoh Mengukur massa
dengan neraca Ohauss tiga lengan
Sebuah buku fisika
kelas X ditimbang, setelah keadaan setimbang didapat keadaan lengan depan,
tengah dan belakang seperti pada gambar disamping.
Tentukan massa buku tersebut ?





Jawab:
1. Posisi anting
depan
5,8 gram
2. Posisi anting
tengah
300,0 gram
3. Posisi anting
belakang 40,0 gram +
Massa
buku fisika
345,8 gram
3. Mengukur Luas dan
Volume benda
Bagaimanakah
kita mengukur luas meja Belajar kita ? Volume minyak tanah dalam drum, volume
patung ?. Untuk benda–benda berbentuk teratur kita dapat mengukurnya secara
tidak langsung. Pertama kali kita hitung dulu ukuran benda yang misalnya
panjang, lebar, tinggi, diameter benda. Selanjutnya kita hitung luas atau
volume benda dengan rumus yang sesuai dengan bentuk benda. Misalnya luas meja
dengan rumus panjang x lebar; Volume drum merupakan hasil kali luas alas dengan
tinggi drum.
Untuk benda yang
berbentuk tidak teratur kita dapat menggunakan gelas ukur dan gelas pancuran.
Volume benda yang diukur sama dengan volume air digelas pancuran.

Gambar 9. Gelas
berpancuran untuk mengukur volume batu
4. Mengukur Massa Jenis Zat
Untuk mengukur massa jenis zat dapat
diukur secara langsung dan tak langsung. Secara tak langsung, terlebih dahulu
kita mengukur massa
dan volume benda. Kemudian menentukan massa
jenis benda dengan rumus massa
dibagi dengan volume benda, atau r =
. Untuk massa
jenis zat cair dapat dihitung secara langsung dengan alat yang dinamakan Hidrometer.
4.
Mengukur Kuat
Arus listrik atau Medan
Magnet.

Alat ukur besaran arus listrik dapat berupa ampermeter, galvanometer,
multitester/ AVO meter, sedangkan untuk mengukur medan magnet dapat dipakai
alat teslameter. AVO meter bahkan dapat dipakai untuk mengukur besaran listrik
lainnya seperti hambatan listrik atau beda potensial listrik.
Dengan kemajuan teknologi banyak
alat ukur yang dapat menunjukkan datum-datum atau data pengukuran secara tepat
dan akurat, karena sudah menggunakan teknologi digital. Menggunakan amperemeter
digital mungkin lebih disukai daripada menggunakan alat
ukur sejenis yang manual.
Menggunakan teslameter digital lebih menguntungkan dari
pada teslameter jarum yang manual. Produsen alat-alat ukur digital telah
membuat sistem kalibrasi khusus pada alat-alat tersebut.
Orang yang hendak menggunakan alat ukur
dalam pengukuran hendaknya memahami cara menggunakannya dan cara membaca skala
yang ditunjuk selama pengukuran. Salah satu contoh adalah, untuk membaca
pengukuran arus listrik biasanya digunakan cara sebagai berikut.
Arus listrik = 
Gambar 14. Mengukur kuat arus listrik menggunakan
ampermeter yang disusun seri
Hal yang perlu diingat dalam pembacaan
arus listrik menggunakan amperemeter adalah bahwa amperemeter harus dirangkai
seri dengan komponennya.
Pengukuran besaran-besaran lain
memerlukan cara pembacaan yang berbeda-beda sesuai dengan alat ukur yang
digunakan.
Latihan
Kerjakan di buku latihanmu!
Tentukan hasil
pengukuran panjang, massa, volume dari alat ukur berikut ini ?
1.
Jangka Sorong
A.
B.
C.
2. Mikrometer
sekrup

A. B.
3.
Neraca tiga lengan



4.
Gelas ukur
kimia

5.
Mengukur Waktu
Di masa lalu kala penghuni kota
masih sedikit orang tidak memerlukan alat penunjuk waktu secara individual.
Mereka cukup disediakan satu jam kota,
berupa jam matahari karena di saat itu teknologi yang masih sederhana.

Gambar 15. Jam matahari sebagai jam kota peninggalan
masa lalu yang tidak pernah rusak
Kini jaman sudah modern, dalam kegiatan
sehari-hari kita menggunakan jam tangan untuk menunjukkan kondisi jam, menit
dan detik setiap saat. Namun tidak menutup kemungkinan Kamu mampu membuat
sebuah jam matahari di dinding tembok rumahmu untuk keperluanmu sendiri, paling
tidak Kamu sudah berhemat terhadap pemakaian baterei. Hal ini juga memunculkan
peluang untuk membuat jam matahari secara massal. Bukankah Indonesia negara
tropis yang setiap hari ada matahari? Dengan alat dan bahan sederhana seperti
lembaran papan/triplek, cat, kuas, kawat, dan lain-lain, kamu dapat membuat
banyak jam matahari dan memasarkannya. Nah, Kamu sudah potensial mempunyai
pendapatan sendiri, dan membuka peluang sebagai seorang wirausaha.
Sedangkan contoh alat ukur waktu yang lainnya adalah jam dinding, jam ayun, stop watch, jam digital, jam analog
dan jam matahari.


Gambar 16. Berbagai contoh jam
a. Stop
Watch

Stop watch digunakan untuk
mengukur interval waktu yang pendek. Ada
dua jenis stop watch yaitu, digital
dan manual atau analog. Stop watch
digital memiliki pengukuran yang lebih teliti dibandingkan dengan jenis analog.
Batas ketelitian stop watch
Gambar
17. Stop watch digital

Ticker timer biasanya dilengkapi dengan pita
kertas, digunakan untuk menentukan
catatan waktu dan jarak yang ditempuh pita kertas. Pita kertas dihubungkan
dengan benda yang bergerak. Dengan mengetahui jarak dan waktu gerak pita, maka
kita dapat menentukan kecepatan pita atau benda. Waktu yang diperlukan untuk
menempuh jarak dua titik pada pita kertas kira-kira 1/50 detik
Gambar 18. Ticker timer atau 0,02 s. Berikut ini gambar waktu
antara dua titik pada pita.

Gambar
19. Pola waktu pada pita yang ditandai oleh ticker timer
C. Batas Ketelitian Alat Ukur
Ketika mengukur lebar meja dengan menggunakan mistar penggaris, misalnya
didapat hasil pengukuran 100 cm. Hasil pengukuran tersebut dapat ditulis dalam
bentuk ( 100
0,1) cm, dimana 0,1 cm
adalah batas ketelitian alat ukur mistar penggaris. Dengan demikian
lebar meja tersebut berkisar 99,9 cm dan 100,1 cm.
Sedangkan
ketidakpastian dalam pengukuran adalah perbandingan batas ketelitian dengan
nilai yang benda yang diukur. Dari contoh di atas dapat dirumuskan;
% Ketidakpastian =
x 100 % =
x 100 % = 0,1 %
Tugas
Kerjakan di buku tugasmu!
1. Diameter kawat dari
hasil pengukuran dengan mikrometer sekrup adalah 8,9 mm. Tentukan kisaran nilai pengukuran dan
tentukan prosentase ketidakpastiannya.
2. Tulislah hasil
pengukuran disertai batas ketelitian alat
dan hitunglah prosentase ketidakpastian
dari pengukuran diameter kelereng dengan menggunakan jangka sorong, jika
nilai pengukurannya sebesar 3,14 cm.
1. Kesalahan Sistematis
dan Acak
Dalam melakukan pengukuran
kemungkinan terjadinya kesalahan tidak dapat dihindari. Hal ini disebabkan
tidak kesempurnaan dalam
pengukuran. Adapun faktor-faktor yang
mempengaruhi kesalahan dalam pengukuran adalah kesalahan pada alat ukur, cara
menggunakan dan kondisi lingkungan tempat pengukuran. Faktor-faktor tersebut
dapat dikelompokkan menjadi kesalahan Sistematis dan Acak.
Kesalahan sistematis
meliputi kesalahan yang disebabkan pada keadaan atau kondisi alat ukur.
Misalnya kesalahan kalibrasi, kesalahan titik nol alat, batas daya tahan
penggunaan alat ukur.
Sedangkan kesalahan acak merupakan
kesalahan pengukuran yang disebabkan oleh gangguan yang bersifat tidak pasti atau
bersifat acak. Misalnya kesalahan pengukuran kuat arus listrik disebabkan
gangguan tegangan listrik yang tidak stabil, gangguan kondisi cuaca yang
mempengaruhi pembacaan alat ukur.
2. Pengukuran
Tunggal dan Pengukuran Berulang
Biasanya
pengukuran hanya dilakukan satu kali dan disebut dengan penukuran tunggal sudah
dapat memperoleh hasil pengukuran. Setiap hasil pengukuran pasti mengandung
kesalahan, baik kesalahan acak maupun sistematis. Kesalahan acak dapat
dikurangi dengan mengulang-ulang pengukuran. Jadi pengukuran terhadap satu obyek
dilakukan beberapa kali pengambilan datanya.
Jika kesalahan acaknya kecil maka dapat dikatakan pengukurannya teliti. Kesalahan
sistematis dapat terjadi terus menerus sepanjang alat ukur dan atau orang yang
mengukur sama
Sumber kesalahan
sistematis adalah kesalahan alat dan kesalahan perorangan. Kesalahan alat misalnya kesalahan titik nol, kesalahan komponen. Kesalahan perorangan misalnya cacat alat indera, kebiasaan salah.
Penulisan
hasil pengukuran
x =
± ∆ x atau x =
±
Pengukuran tunggal dilakukan satu kali
pengambilan data dengan ketidakpastian sebesar ∆ x
= ½ . skala terkecil
Sedangkan
pengukuran berulang dilakukan beberapa
kali pengambilan data (N kali) dengan ketidakpastian sebesar ∆ x = 
Analisa
Jawablah di buku tugasmu!
Ukurlah
hambatan suatu resistor dengan menggunakan dua alat ukur ohmmeter yang berbeda.
Ohmmeter pertama dengan menggunakan batu baterai yang baru, sedangkan yang
lainnya batu baterai yang lama. Bandingkan hasil pengukurannya, jika berbeda,
berikan alasannya.
Latihan
Kerjakan di buku latihanmu!
Sebuah
gelang perunggu diukur massanya berulang lima kali dengan hasil sebagai berikut
30 gr ; 30,2 gr ; 29,5 gr; 19,8 gr; 30, 3 gr.
Carilah hasil pengukuran gelang tersebut, nyatakan dengan
ketidakpastiannya!
D. Pengolahan Data Hasil Pengukuran
Berdasarkan data-data besaran fisika
dari hasil pengukuran dapat ditentukan hubungan antara besaran-besaran
tersebut. Misalnya dari besaran massa dan volume dapat ditentukan besaran massa
jenis benda. Besaran kuat arus dan beda potensial berhubungan dengan besarnya
hambatan. Hubungan antara gaya pegas, konstanta pegas dan pertambahan panjang
pegas serta hubungan besaran-besaran fisika yang lainnya.
Hubungan besaran fisika tersebut
dapat dinyatakan dalam bentuk grafik. Berdasarkan grafik akan ditentukan
gradien hubungan antar besaran – besaran yang ada.
Perhatikan
contoh berikut ini.
Tabel ini
hasil pengukuran massa dan volume air laut. Berdasarkan tabel pengukuran
didapat grafik seperti pada gambar. Tentukan massa jenis air laut?
Tabel hasil pengukuran
Jumlah
air laut
|
Satu
gelas
|
Dua
gelas
|
Tiga
gelas
|
Massa
|
300 gr
|
600 gr
|
900 gr
|
Volume
|
250 cm3
|
500 cm3
|
750 cm3
|
Grafik
hubungan massa dengan volume air laut
Massa air laut ( gram)
900
600
= 900 - 300
=
600
300
volume ( cm3)
250 500 750
Jawab : Dari grafik hubungan
massa dan volume di dapat hubungan kemiringan grafik atau gradien grafik yang merupakan besaran
massa jenis 
Jadi massa jenis air
laut berdasarkan data-data pengukuran adalah 1,2 gr/cm3
Analisa
Jawablah di buku
latihanmu!
1. Berikut ini adalah tabel
hasil catatan waktu dan jarak yang ditempuh seorang pembalap sepeda. Berdasarkan
tabel buatlah grafik hubungan jarak dan waktu, dengan besaran jarak pada
sumbu y dan waktu pada sumbu x. Tentukan pula kelajuan pembalap sepeda
tersebut.
Jarak
|
0 km
|
10 km
|
20 km
|
30 km
|
40 km
|
Waktu
|
0 jam
|
0,25 jam
|
0,5 jam
|
0,75 jam
|
1 jam
|
2. Tabel berikut ini menyatakan hasil pengukuran
besaran T2 terhadap m dari percobaan getaran pegas. T =
periode getaran; m = massa benda. Hubungan besaran-besaran tersebut dinyatakan
dengan persamaan T = 2
, dimana k = konstanta pegas. Buatlah grafik
dengan T2 pada koordinat
sumbu y dan m pada koordinat sumbu x dan Tentukan besarnya konstanta pegas ?
T2 (s2)
|
1
|
2
|
3
|
m (kg)
|
1
|
2
|
3
|
E. Angka Penting
Ketika kamu mengukur panjang suatu benda dengan alat ukur
yang berbeda tentu hasil pengukurannya berbeda pula. Misalnya mengukur tebal
buku dengan mistar penggaris didapat hasilnya 1,7 cm sedangkan dengan jangka
sorong sebesar 1,76 cm. Tentu saja pengukuran dengan jangka sorong lebih teliti dibandingkan dengan mistar
penggaris.
Pada hasil pengukuran dengan mistar nilainya 1,7. Angka 7
dibelakang koma merupakan angka taksiran (angka ragu), karena angka ini
diperoleh dari menaksir angka 7 dan 8. Angka 1 merupakan angka pasti (eksak). Jika
menggunakan jangka sorong kita peroleh hasil pengukuran 1,76. Angka 6 merupakan
angka taksiran sedangkan angka 1 dan 7 adalah angka pasti. Angka taksiran
(angka ragu) dan Angka pasti merupakan angka penting dalam pengukuran.
Angka penting (angka
berarti atau angka benar) adalah semua angka yang diperoleh dari hasil
pengukuran, yang terdiri atas satu atau lebih angka pasti (eksak) dan satu
angka terakhir yang ditaksir atau diragukan.
1. Aturan Penulisan Angka Penting.
a.
Semua angka bukan nol adalah angka
penting
Contoh: 141,5
m memiliki
4 angka penting
27,3 gr memiliki 3 angka
penting
b. Semua angka nol yang terletak
di antara angka-angka bukan nol termasuk angka penting.
Contoh: 340,41
kg memiliki 5 angka penting
5,007
m memiliki 4 angka penting
c.
Semua angka nol di sebelah kanan
angka bukan nol tanpa desimal tidak termasuk angka penting, kecuali diberi
tanda khusus garis mendatar atas atau bawah termasuk angka penting
Contoh: 53000 kg memiliki
2 angka penting
530000 kg memiliki 5 angka penting
d.
Semua angka nol di sebelah kiri
angka bukan nol tidak termasuk angka penting.
Contoh: 0,00053 kg memiliki
2 angka penting
0,000703 kg memiliki
3 angka penting
e. Semua
angka nol di belakang angka bukan nol yang terakhir tetapi dibelakang tanda
desimal adalah angka penting.
Contoh: 7,0500
m memiliki 5 angka penting
70,5000 memiliki 5 angka penting
f. Untuk
penulisan notasi ilmiah. Misalnya 2,5 x 103 , dimana 103 disebut orde.
Sedangkan 2,5 merupakan mantis. Jumlah
angka penting dilihat dari mantisnya dalam hal ini memiliki 2 angka penting.
Contoh
lain 2,34 x 102 memiliki
3 angka penting
2. Pembulatan
Bilangan Penting.
Bilangan dibulatkan
sampai mengandung sejumlah angka penting yang diinginkan dengan menghilangkan
satu atau lebih angka di sebelah kanan tanda koma desimal.
a Bila
angka itu lebih besar daripada 5, maka angka terakhir yang dipertahankan harus
dinaikkan 1.
Contoh:
34,46 dibulatkan menjadi 34,5
b. Bila angka itu lebih kecil daripada 5, maka angka terakhir yang
dipertahankan tidak berubah.
Contoh:
34,64 dibulatkan menjadi 34,6
c. Bila
angka itu tepat 5, maka angka terakhir yang dipertahankan harus dinaikkan 1
jika angka itu tadinya angka ganjil, dan tidak berubah jika angka terakhir yang
dipertahankan itu tadinya angka genap.
Contoh:
34,75 dibulatkan menjadi 34,8
34,65 dibulatkan menjadi 34,6
3. Operasi Angka
Penting
a. Penjumlahan dan pengurangan dua angka penting atau lebih akan
menghasilkan angka penting yang hanya memiliki satu angka taksiran atau ragu.
Contoh: 3,2514 3,2515
0,215 +
0,215 _
3,4664
à 3,466 3,0365 à 3,036
b. Hasil perkalian atau pembagian mempunyai angka
penting yang sama dengan banyaknya angka penting dari faktor angka pentingnya
paling sedikit.
Contoh: 3,14 (3 angka penting) 28,68 (4
angka penting)
2
x (1 angka penting)
1,3 : (2
angka penting)
6,28 à 6 ( 1
angka penting ) 22,0615 à 22 (2
angka penting )
c. Bilangan
eksak adalah bilangan yang pasti (tidak diragukan nilainya), diperoleh dengan
membilang.
Contoh:
Banyaknya siswa dalam kelas 40 orang
40 orang adalah bilangan eksak
Perkalian
bilangan eksak dengan angka hasil pengukuran menghasilkan angka yang jumlah
angka pentingnya sama dengan jumlah angka penting dari angka hasil pengukuran.
Contoh: 2,34 (3 angka
penting) x 4 (eksak) = 9,36 à 9,36 (3
angka penting)
d. Hasil
pengukuran yang dipangkatkan maka hasilnya adalah bilangan yang mempunyai angka
periting sebanyak angka penting bilangan yang dipangkatkan.
Contoh: (9,2)2
(2 angka penting) = 84,64 à 85 (2
angka penting)
e.
Akar dari angka hasil pengukuran
memiliki angka yang sama banyak dengan angka penting bilangan yang ditarik
akarnya.
Contoh:
(2 angka penting) =
8,660254 à 8,7 ( 2 angka penting )
Latihan
Kerjakan di buku latihanmu!
1. Berikut ini hasil pengukuran panjang dua batang kayu. Tentukan jumlah
panjang kedua batang dan selisih kedua panjang batang kayu tersebut sesuai
dengan aturan angka penting. Dimana
semua pengukuran dalam satuan meter.
5,678 0,6343 5,678 7,998
1,1108 + 1,887 + 3,23
- 2,0434
–
……… ……… …….. ………
3,1 6,978 3,3333 6,28
0,11 x 0,23 x
0,33
: 0,314
:
…… ……… …….. ………
2.
Eko akan membuat sebuah bingkai
berbentuk bujur sangkar. Kebetulan mempunyai sepotong kayu. Setelah diukur
panjangnya 2,43 m. Dengan menggunakan aturan angka penting bisakah Kamu
membantu Eko menentukan panjang masing-masing sisi bingkai.
3.
Suatu taman bunga kecil berbentuk bujur sangkar dihitung luasnya 81 m2
. Hitunglah panjang sisi-sisi taman tersebut. Jika sisi-sisi taman diperkecil menjadi 2,5 m Tentukan luas
taman tersebut sekarang.
Kegiatan Percobaan
|
|||
|
|||
A.
Judul Percobaan : Pengukuran Besaran
B.
Petunjuk Percobaan :
1. Baca literatur yang berkaitan dengan
besaran dan satuan (jangka sorong, mikrometer sekrup, Neraca Tiga lengan)
2. Baca dengan cermat petunjuk percobaan
3. Lakukan percobaan menurut
langkah-langkah yang disajikan
4. Buatlah laporan hasil percobaan
(individu) di kertas laporanmu
C.
Alat-alat dan Bahan :
1. jangka sorong 6. potongan kertas karton
2. mikrometer sekrup 7. potongan triplek
3. neraca tiga lengan atau tiimbangan 8
kertas HVS
4. kubus terbuat dari kayu,besi , baja,tembaga, kuningan
5. tabung reaksi
D.
Langkah-langkah Kerja
1.
Ukurlah panjang lebar dan ketebalan
kertas karton, triplek, dan balok dengan mnggunakan jangka sorong dan
micrometer sekrup.
2.
Ukurlah diameter dalam, diameter
luar dan kedalaman tabung reaksi dengan jangka sorong dan micrometer sekrup
3.
Timbanglah massa kertas karton, triplek, balok, dan tabung
reaksi dengan menggunakan neraca tiga lengan atau timbangan
4.
Masukkan data hasil pengamatan
pada tabel berikut ini:
E.
Data Pengamatan:
Jangka Sorong
No.
|
Benda
|
panjang
|
lebar
|
tebal
|
massa
|
volume
|
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
|
kertas karton
triplek
tabung reaksi
kubus kayu
kubus besi
kubus baja
k. tembaga
k. kuningan
|
...............
...............
...............
..............
...............
..............
.............
...............
|
.............
.............
.............
.............
.............
.............
............
.............
|
............
............
............
............
...........
............
...........
............
|
..........
..........
..........
..........
..........
.......... ..........
..........
|
............
............
............
............
............
............
............
............
|
Mikrometer Sekrup
No.
|
Benda
|
panjang
|
lebar
|
tebal
|
massa
|
volume
|
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
|
kertas karton
triplek
tabung reaksi
kubus kayu
kubus besi
kubus baja
k. tembaga
k. kuningan
|
...............
...............
...............
..............
...............
..............
.............
...............
|
.............
.............
.............
.............
.............
.............
............
.............
|
............
............
............
............
...........
............
...........
............
|
..........
..........
..........
..........
..........
.......... ..........
..........
|
............
............
............
............
............
............
............
............
|
F.
Bagaiman kesimpulan yang Anda peroleh dari percobaan tersebut?
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
F. Dimensi
Semua
besaran fisika dapat diturunkan dari besaran-besaran pokok. Misalnya kecepatan,
Kecepatan diturunkan dari besaran perpindahan dibagi dengan besaran waktu. Jadi
tersusun dari besaran panjang dan waktu.
Dimensi
suatu besaran turunan adalah cara besaran itu tersusun oleh besaran-besaran
pokok.
Dari
analisis dimensional dapat kita gunakan untuk mengetahui besaran-besaran
turunan yang mempunyai besaran sama, serta dapat untuk menganalisis benar atau
tidak suatu persamaan atau rumus.
1. Dimensi Besaran Pokok dan Turunan
Dimensi besaran pokok ditulis dalam bentuk
huruf kapital tertentu dengan tiap huruf diberi kurung persegi. Tiap besaran
pokok mempunyai satu lambang dimensi. Besaran lebar, tinggi, jarak,
perpindahan dan jari-jari merupakan
besaran panjang. Tabel berikut ini adalah lambang dimensi besaran pokok dan dua
besaran tambahan yang tidak mempunyai lambang dimensi.
Besaran Pokok
|
Satuan dan Lambang
|
Lambang Dimensi
|
|
1
2
3
4
5
6
7
|
Panjang
Massa
Waktu
Suhu
Kuat Arus
Intensitas Cahaya
Jumlah
Zat
|
meter (m)
kilogram (kg)
sekon (s)
ampere (A)
candela (Cd)
kelvin (K)
mol (Mol)
|
L
M
T
I
J
N
|
Besaran tambahan
|
Satuan
|
Lambang satuan
|
Lambang Dimensi
|
|
1
|
Sudut
|
radian
|
rad
|
-
|
2
|
Sudut ruang
|
steradian
|
sr
|
-
|
Dimensi besaran turunan berasal dari dimensi besaran pokok, seperti
pada contoh tabel berikut ini.
Besaran
|
Definisi
|
Berasal dari Besaran
Pokok-Turunan
|
Lambang Satuan
|
Lambang Dimensi
|
Luas
|
Panjang
dikali lebar
|
Panjang
x panjang
|
m2
|
L2
|
Volume
|
Luas
alas dikali tinggi
|
Luas
x panjang
|
m3
|
L3
|
Massa Jenis
|
Massa dibagi volume
|
Massa : volume
|
Kg/m3
|
|
Kecepatan
|
Perpindahan
dibagi waktu
|
Panjang
: waktu
|
m/s
|
|
Kelajuan
|
Jarak
dibagi waktu
|
Panjang
: waktu
|
m/s
|
|
Percepatan
|
Kecepatan
dibagi waktu
|
Kecepatan
: waktu
|
||
Gaya
|
Massa dikali
percepatan
|
Massa x percepatan
|
kg x
|
M L T-2
|
Usaha/Kerja
|
Gaya dikali
perpindahan
|
Gaya x panjang
|
kg
|
M L2
T-2
|
Muatan listrik
|
Kuat arus listrik dikali
waktu
|
Kuat arus listrik x waktu
|
A.s = C
|
I . T
|
Beda Potensial Listrik
|
Energi listrik dibagi
muatan listrik
|
Energi : muatan listrik
|
J/s = volt
|
M L2
T-3 I-1
|
Hambatan listrik
|
Beda potensial listrik
dibagi kuat arus listrik
|
Beda potensial : kuat
arus listrik
|
V/A = ohm
|
M L2
T-3 I-2
|
Kalor jenis
|
Energi kalor dibagi
dengan massa dikali suhu
|
Energi: (massa x suhu)
|
J/kgºC
|
L2 T-2
q-1
|
Latihan
Kerjakan di buku latihanmu!
Tentukan Dimensi
besaran berikut ini ?
a. Dimensi
Tekanan P =
b. Dimensi
Daya P = 
c. Dimensi gaya sentripetal FS = m
= massa x (kecepatan)2 / jari-jari.
2. Analisis Dimensi Suatu Besaran
Berdasarkan analisis dari suatu besaran dapat digunakan antara lain
sebagai berikut :
a.
Mengungkapkan kesetaraan dan kesamaan dua
besaran yang sepintas lalu seakan
berbeda.
Misalnya energi dan usaha.
Dimensi energi kinetik =
½ m v2
= massa x (kecepatan)2
= kg x 
= M L2 T-2
Dimensi Usaha =
F x s
=
Gaya x perpindahan
=
kg x
x m
=
M L2 T-2
Dari
analisis dimensi energi dan usaha
mempunyai dimensi yang sama atau dapat kita katakan bahwa besaran energi sama dengan besaran usaha.
b. Meneliti Benar atau Salah suatu rumus atau
persamaan yang menyatakan suatu hubungan besaran fisika.
Misalnya pada rumus
s = vo . t + ½ a t2
Di ruas kiri, Dimensi pada : s = besaran panjang = L
Di ruas kanan, Dimensi : vo . t = besaran ( kecepatan x waktu)
= m/s x s =
m = L
½
a t2 = besaran (percepatan
x waktu2 )
= m/s2 x s2 = m = L
Dua besaran atau lebih yang mempunyai dimensi sama dapat dijumlahkan
atau dikurangkan dengan menghasilkan dimensi yang sama pula.
Dari analisis dimensi dapat diketahui bahwa dimensi besaran di ruas
kiri dan kanan sama, yaitu L. Jadi rumus
tersebut sudah benar.
c.
Menentukan satuan dari besaran turunan berdasarkan analisis
dimensional.
Misalnya satuan dari besaran Tekanan
Tekanan
=
= dimensi besaran = 
= M L-1T-2
satuan dari M L-1 T-2 = kg m-1
s-2
Jadi satuan dari tekanan adalah kg m-1 s-2
d.
Untuk Penurunan rumus suatu besaran fisika.
Misalnya
pada besaran gaya.
Dimensi
gaya F adalah M L T-2
Berdasarkan
dimensi tersebut dapat diubah ke dalam rumus besaran Fisika sebagai berikut :
F = M LT-2
= besaran massa
x besaran panjang x besaran waktu2
= besaran massa x besaran panjang/waktu2
= besaran massa x besaran percepatan
= m x a
Jadi Rumus F = m x a
Info
Tambahan
|

Rangkuman
1.
Besaran
menurut cara penurunannya dibedakan menjadi dua, yaitu besaran pokok dan
besaran turunan.
2.
Ada tujuh
macam besaran pokok berdimensi :

3.
Dua
macam besaran tambahan tak berdimensi :
a. Sudut datar ® satuan : radian
b. Sudut ruang ® satuan : steradian
4.
Pengukuran
suatu besaran memakai alat ukur yang tepat dan hasil pengukurannya diikuti
dengan satuan yang benar.
Contoh :
·
Suhu
diukur dengan termometer dengan satuan °C
·
Kuat
medan magnet
diukur dengan teslameter dengan satuan tesla
·
Diameter
pipa kecil diukur dengan jangka sorong dengan satuan cm
·
Kuat
arus listrik diukur dengan amperemeter dengan satuan ampere.
5.
Sistem
Satuan dipakai sistem Satuan Metrik yang terdiri dari sistem
MKS (SI) dan sistem cgs
6.
Angka
Penting adalah semua angka yang diperoleh dari hasil pengukuran dengan alat
ukur, terdiri dari :
·
Angka
pasti
·
Angka
taksiran
7.
Aturan
angka penting dalam hal :
a. Penjumlahan / Pengurangan
Ditulis
berdasarkan desimal paling sedikit
Contoh :
2,7481
8,41 +
11,1581 ® 11,16
b. Perkalian / Pembagian
Ditulis
berdasarkan angka penting paling sedikit
Contoh :
4,756
110 x
523,160 ® 520
8.
Dimensi
adalah suatu inisial atau simbol untuk membedakan besaran yang satu dengan
lainnya. Dimensi dicari melalui rumus atau Satuan Metrik.
Contoh:
·
Gaya :
·
Usaha :
·
Daya :
·
Tekanan :
Soal Latihan Akhir Bab
1
Soal
Pilihan Ganda
Pilihlah salah satu jawaban yang benar! Tuliskan pilihan jawabanmu di
buku latihanmu!
1. Yang termasuk besaran pokok yaitu…
a. kuat arus, waktu, luas
b. panjang, massa, suhu
c. massa,Kelvin,gaya
d. jumlah zat, volume, berat
e. panjang, jumlah zat, berat
2. Massa
jenis diturunkan dari besaran pokok …
a. massa dan volume
b. massa dan panjanhg
c. panjang dan waktu
d. massa dan waktu
e. berat dan volume
3.. Berikut ini yang termasuk besaran – besaran
turunan adalah …
a. panjang, gaya, waktu
b. gaya, usaha, massa
c. massa jenis, gaya, volume
d. kecepatan, panjang, waktu
e. berat, waktu, kecepatan
4.
Massa 1 kilogram
setara dengan
a. massa
1 liter air murni dapa suhu 1oC
b. massa 1 liter air murni pada suhu 4o
C
c. massa 4 liter air murni pada suhu 1o C
d. massa 4 liter air murni pada suhu 4o
C
e. massa 4 liter air murni pada suhu 0 0 C
5. Perhatikan
pernyataan berikut :
1. Bersifat tetap
2. Tidak mudah diproduksi kembali
3. Berlaku secara internasional
4. Bahan bakunya mudah didapat
Dua syarat yang harus dipenuhi sebuah
satuan yang benar ditunjukkan nomor …
a. 1 dan 2 c. 2 dan 3
b. 1 dan 3 d. 3 dan 4 e. 2 saja
6. Alat ukur yang
mempunyai ketelitian 0,01mm yaitu…
a. neraca c. mikrometer
b. jangka sorong d. mistar e.meteran
pita
7. Massa Jenis
benda 4 gr/cm3 setara dengan ….kg/m3
a. 4000 b.
400 c. 40 d. 0,4 e. 0,004
8. Untuk mengukur
diameter dalam sebuah pipa digunakan …
a. mikrometer c. mistar
b. neraca d. jangka sorong e. meteran kain
9. Hasil pengukuran yang ditunjukan pada mikrometer
berikut ini adalah …
a.
13,23 cm
b.
13,73 cm
c.
13,23 mm
d.
13,73 mm
e 10,53 mm.
10. Hasil pengukuran dari jangka sorong
berikut adalah …
a.
5,4 cm b. 5,1 cm c.
4,35 cm d. 4,33 cm e.4,30 cm
.
11.
Hasil pengukuran panjang dan lebar suatu kelas 7,51 m dan 8,2 m.
Maka luas kelas tersebut
sesuai aturan angka penting adalah …m2
a. 61 b. 62
c .61,5 d. 61,6 e.61.58
12.Tiga besaran di
bawah ini yang merupakan besaran skalar adalah : …
a.
Perpindahan, kecepatan, percepatan
b.
Jarak, waktu, kelajuan
c.
Kelajuan, percepatan, perpindahan
d.
Gaya, waktu, percepatan
e.
Panjang, masa, kecepatan
13. Dari hasil
pengukuiran di bawah ini yang memiliki 3 Angka Penting adalah:
a.
5,0603
b.
0,5063
c.
0,0506
d.
0,0056
e.
0,0005
14. Hasil operasi
penjumlahan :
23,756 m + 5,2 m dinyatakan dengan Angka Penting adalah : …
a.
28,956 m
b.
28,96 m
c.
28,9 m
d.
29,0 m
e.
29 m
15. Di bawah ini
merupakan dimensi usaha adalah : …
a.
MLT-2
b.
ML2T-3
c.
ML2T-1
d.
MLT-1
e.
ML2T-2
Soal Uraian
Jawablah
dengan singkat dan jelas ? Kerjakan di buku tugasmu!
1.
Pada alat
speedometer seorang sopir dapat membaca besaran yang diinginkan. Besaran apakah yang dimaksud, besaran
skalar atau vektor, berikan alasanmu ?
2. Lengkapilah sistem konversi berikut ini.
a. 2,5 mil =
............... m
b. 6 ons =
...............gram
c. 36 km/jam =
...............m/s
d. 2 ampere =................stat
A
e. 40 liter =
…...........m3
3.
Seorang Bapak
sedang merenungkan tentang tegangan listrik, arus listrik, dan hambatan
listrik, apakah diantaranya ada yang besaran pokok atau besaran turunan, Bantulah Bapak tersebut
menjawabnya.
4.
Misalkan layar pesawat TV
yang sedang Anda tonton meradiasikan medan magnet 10-12 oersted,
konversikan ke dalam satuan tesla !
5. Tentukan
perhitungan dari hasil pengukuran berikut ini sesuai aturan angka penting!
a. 7,33 2 5,21
1,5 : 2,543 + 3,123 -
b. 3,14 2,1 3,432 : 5,21 =
4,025
X 1,5 x
c.
=
(8,20)2 =
6. Sebuah bola kasti bermassa m, mula-mula diam
kemudian dipukul dengan sebuah stik (tongkat) dengan gaya sebesar F dan lama
kontak sentuh bola dengan stik sebesar
t. Akibat
pemukulan tersebut bola kasti bergerak dengan kecepatan v dan momentum yang
dimilikinya sebesar p, dimana p = m.v. Sedangkan Impuls yang dialami bola kasti
sebesar I, dengan I = F .
t. Berdasarkan analisis dimensi buktikan bahwa momentum dan
impuls merupakan besaran yang sama.
7. Dengan
menggunakan dimensi, Tentukan rumus-rumus di bawah ini mana yang benar dan yang
salah.
a. vt = vo + a t2
b. vt2
= vo2 + 2 a s
c. s =
. t
dimana vo =
kecepatan awal t = waktu
vt =
kecepatan akhir s =
Jarak
a =
percepatan
8. Tahukah
kamu mengapa semua benda disekitar bumi kalau jatuh menuju ke tanah. Tentu kamu
tahu bukan ?. Karena ada gaya gravitasi bumi,
yaitu gaya
tarik-menarik antara dua benda yang bermassa, yaitu benda yang jatuh dengan
bumi. Besarnya gaya tersebut sebanding dengan massa kedua benda (m1,
m2) dan konstanta gravitasi G, berbanding terbalik dengan kuadrat
jarak pisah kedua benda (r2). Dengan rumus
F = G
Berdasarkan rumus di atas didapat konstanta
gravitasi G
G = 
Berdasarkan analisis dimensional tentukan
satuan konstanta gravitasi G.
9. Tentukan
rumus dari besaran-besaran dibawah ini dengan cara menurunkan kembali
besaran-besaran fisika dari dimensinya.
a.
Massa jenis ρ jika
dimensinya M L-3
b.
Kecepatan v yang ber dimensi M L-1
Petunjuk : Besaran turunan volume
disusun dari tiga besaran panjang.
10. Persamaan
gas ideal dinyatakan dengan p V = n R T, dimana p adalah tekanan, V adalah
volume, n merupakan jumlah zat, R adalah
konstanta gas umum, dan T adalah suhu mutlak Kelvin. Carilah dimensi dari R !
Glosarium
·
Angka Penting
= semua angka yang
diperoleh dari hasil pengukuran, yang terdiri atas angka pasti dan angka taksiran.
·
Besaran Pokok
= besaran yang sudah ditetapkan terlebih dahulu dan tidak diturunkan dari
besaran manapun.
·
Besaran Skalar
= besaran yang memiliki nilai saja,
tidak memiliki arah.
·
Besaran
Turunan = besaran yang diturunkan dari besaran-besaran pokok ataupun besaran
turunan lainnya.
·
Besaran Vektor
= besaran yang memiliki nilai dan memiliki arah.
·
Dimensi =
suatu simbol yang membedakan tiap besaran dan menunjukkan sara-cara besaran itu
tersusun.
·
Konversi =
pengubahan suatu sistem satuan ke bentuk siatem satuan lainnya sesuai dengan
patokan yang telah ditetapkan.
·
Mengukur =
membandingkan suatu besaran dengan satuan yang sudah baku.
·
Pengukuran =
membandingkan suatu besaran dengan suatu satuan.
·
Satuan =
sesuatu yang menyatakan nilai hasil pengukuran sehingga menjadi lebih bermakna.
·
Sistem Metriks
= sistem satuan yang dipakai standar sejak tahun 1960 terutama digunakan
dalam dunia pendidikan dan pengetahuan dinamakan sistem metriks.
·
Sistem MKS =
sistem metrik besar (Meter. Kilogram, Second)
·
Sistem cgs =
sistem metrik kecil (cm. Gram, second)
·
Sistem
Internasional = sistem MKS.
Indeks Subjeks Halaman
·
Alat Ukur 17
·
Analisis Dimensi 39
·
Angka Pasti 32
·
Angka Penting 31
·
Angka Taksiran 32
·
Besaran Fisika 7
·
Besaran Pokok 7
·
Besaran Turunan 7
·
cgs 9
·
Dimensi 36
·
Jangka Sorong 19
·
Kesalahan Acak 28
·
Kesalahan Sistematis 28
·
Mantis 32
·
Mikrometer Sekrup 19
·
MKS 9
·
Neraca Ohauss 20
·
Orde 32
·
Pengukuran 16
·
Satuan Internasional (SI) 10
·
Sistem Kalibrasi 23
·
Sistem Metriks 9
·
Sistem Metriks Besar 9
·
Sistem Metrik Kecil 9
Indeks
Author Halaman
·
Alonso & Finn 8
·
Bueche 7
Daftar
Pustaka
Alonso,
Marcelo & Edward J. Finn (1992), Dasar-dasar Fisika Universitas, Edisi Kedua, Jakarta,
Penerbit Erlangga.
Bueche,
Frederick J. (1999), Fisika, Edisi Kedelapan, Jakarta, Penerbit Erlangga.
RSS Feed
Twitter
20.33
Unknown


Posted in
0 komentar:
Posting Komentar