FISIKA KELAS X
BAB
V
PENERAPAN HUKUM -
HUKUM NEWTON

Banyak orang yang pernah duduk di bawah pohon yang sedang berbuah dan
melihat sebutir buah jatuh dari tangkai pohon ke tanah. Tentunya kamu juga
banyak yang pernah mengalaminya. Bagi kebanyakan orang kejadian itu adalah hal
biasa. Namun bagi Isaac Newton duduk-duduk di bawah pohon apel dan melihat
sebutir apel jatuh dari pohonnya menginspirasikan untuk melakukan
pemikiran-pemikiran lebih jauh tentang fenomena-fenomena alam. Sehingga
menobatkan dirinya menjadi ilmuwan terbesar di abad XVII.
Newton yang lahir prematur dan masa kecilnya biasa-biasa saja namun
suka sekali membaca mampu menghasilkan karya-karya pemikiran revolusioner dalam
dinamika, gravitasi, optik, kalkulus, maupun kimia. Dia seorang yang sangat
mahir di bidang matematika, fisika maupun kimia. Kamupun bisa mahir dalam
bidang akademik bila keranjingan membaca seperti Newton.
Dalam bab ini kamu dapat memperdalam sebagian pemikiran-pemikiran
Newton yaitu tentang dinamika gerak.
Peta Konsep Bab 5
BAB V
PENERAPAN HUKUM -
HUKUM NEWTON





Mainan yang terbuat dari gabus, batang korek api, mur dan astronot
diangkasa bertahan dalam posisi diam karena tidak ada resultan gaya yang bekerja padanya.
Benda cenderung mempertahankan keadaannya. Bila ada resultan gaya
pada benda maka benda itu akan cenderung bergerak searah dengan arah resultan gaya itu. Sepeda motor dan
pengendaranya dalam kondisi bergerak di udara karena sebelumnya telah bergerak
didorong dengan gaya
mesinnya. Sir Isaac Newton (1642 – 1727) telah mengemukakan hukum-hukum itu
pada abad ke 17. Tepatnya pada tahun 1686 Newton
menerbitkan buku Philosophiae Naturalis Principia Mathematica
yang memuat hukum-hukum dasar tentang dinamika.

|
Tujuan Pembelajaran
·
Menyebutkan
hukum-hukum Newton
·
Menerapkan hukum-hukum
Newton dalam
persoalan
|
A.
Hukum - Hukum Newton Tentang Gerak
|
Manusia dan hewan dapat menarik benda-benda
karena adanya gaya otot, kendaraan dapat
bergerak karena adanya gaya mesin, ketapel bisa
melemparkan batu karena adanya gaya
pegas. Kita dapat berjalan di lantai karena adanya gaya gesek antara kaki dengan lantai. Bumi
tarik menarik dengan bulan karena adanya gaya
gravitasi.Apakah gaya
itu? Apa akibat gaya
yang dikenakan pada pada benda yang diam?. Apakah benda yang diam tidak
memiliki gaya?
Pada bagian ini Kamu akan mempelajari gaya dan hukum-hukum
tentang gaya.
1. Gaya
Gaya merupakan salah satu
konsep fisika yang sangat abstrak. Gaya
dapat berupa dorongan atau tarikan yang bekerja pada sebuah benda.
Sebagai contoh mobil dapat bergerak karena
didorong oleh gaya mesin, namun bila mobil mogok
dan memerlukan orang yang mendorong mobil mogok itu, dikatakan orang memberikan
gaya dorong
yang bersumber dari tenaga ototnya.
|
Gaya dapat diartikan juga
sebagai interaksi antara sebuah benda dengan
lingkungannya. Sebagai contoh gaya
gravitasi matahari, bulan dan bumi seperti pada gambar. Gaya gravitasi adalah interaksi antara sebuah
benda bermassa m dengan benda lain di sekitarnya.
Secara umum gaya
dapat ditimbulkan oleh listrik, magnet, elektromagnet, otot, gravitasi,
gesekan, fluida, pegas, partikel inti atom, dan sebagainya. Sehingga kita
mengenal gaya listrik, gaya magnet, gaya elektromagnet, gaya otot, gaya
tegangan tali, gaya gesekan, gaya pegas, gaya apung/Archimedes, gaya inti, dan
sebagainya.
Pada gaya
pegas dapat membuat getaran beban yang dipasang di ujungnya apabila beban
tersebut di tarik atau diberi simpangan maksimum kemudian dilepas. Gerakan
beban yang demikian itu disebut gerak harmonik.
Jadi dapat disimpulkan bahwa gaya adalah suatu tarikan atau dorongan yang
dapat menimbulkan perubahan gerak. Dengan demikian jika benda ditarik/didorong
dan sebagainya maka pada benda bekerja gaya
dan keadaan gerak benda dapat dirubah. Gaya
adalah penyebab gerak. Gaya termasuk besaran
vektor, karena gaya
ditentukan oleh besar dan arahnya.
Pengertian lain dari gaya
adalah bahwa gaya
merupakan penyebab timbulnya percepatan atau perlambatan. Besarnya gaya atau beberapa gaya
yang diberikan pada sebuah kilogram standard didefinisikan sebagai percepatan
dengan ketentuan bahwa bila gaya yang mempercepat
1 m/s2 sebuah massa
kilogram standard didefinisikan sebesar 1 newton (N).
Arah percepatan selalu
searah dengan arah gaya.
Arah tersebut ditunjukkan dengan arah
anak panah. Sedangkan panjang garis mewakili besar gaya.
Contoh
1.
Gambarlah
dua buah gaya
yang setitik tangkap yang membuat sudut lancip.
Jawab:

2.
Gambarlah
dua buah gaya
80 N dan 100 N yang setitik tangkap dan mengapit sudut 50º
Jawab:
Analisa
Gambarlah
di buku tugasmu!
1. Sebuah balok berada di
atas lantai yang licin. Pada benda tersebut masing-masing bekerja gaya F1 = 2 N
dan F2 = 3 N. Gambarkan gaya-gaya yang bekerja pada benda jika
a. kedua gaya ke arah kanan.
b. F1 ke kanan
dan F2 ke kiri
2. Seorang penerjun payung
dapat melayang di udara, karena adanya gaya
tahan udara yang bekerja pada parasut penerjun. Gambarkan gaya-gaya yang
bekerja pada penerjun payung tersebut.
2. Resultan dari Beberapa Gaya
Gaya, demikian pula
percepatan adalah besaran vektor, sehingga jika beberapa buah gaya
bekerja pada sebuah benda, maka gaya total yang
bekerja pada benda itu merupakan jumlah vektor dari gaya-gaya tersebut yang
biasa disebut dengan resultan gaya
( R atau FR). Bila gaya- gaya bekerja pada benda mempunyai arah yang sama
(berarti masing-masing gaya
saling membentuk sudut 0°) maka resultan gaya dapat ditentukan
dengan menjumlahkan gaya-gaya tersebut secara aljabar. Persamaan resultan yang
dimaksud dapat dituliskan sebagai berikut.
R = F1 + F2
![]() |
=
Dapat digambarkan dengan skema sebagai berikut.
Penjumlah gaya
segaris :
![]() |
Bila gaya- gaya bekerja pada benda berlawanan arah ( berarti
masing-masing gaya saling membentuk sudut 180°)
maka
resultan gaya
dapat ditentukan dengan mengurangkan gaya-gaya tersebut secara aljabar.
Persamaan resultan yang dimaksud dapat dituliskan sebagai berikut.
R = F1 - F2
![]() |
Dapat digambarkan dengan skema sebagai berikut.
Penjumlah gaya berlawanan arah:
![]() |
Bila
pada benda bekerja dua buah gaya yang saling
tegak lurus atau saling membentuk sudut 90°, maka resultan gaya dapat ditentukan
dengan teorema pithagoras sebagai berikut.
Perhatikan
gambar di samping, sebuah balok dikenai dua gaya yang saling tegak lurus 30 N
dan 40 N. Resultan gedua gaya tersebut dapat ditentukan dengan teorema
pitagoras , yaitu R = Ö 302 +
402 = Ö2500 = 50
N. Sedangkan arah gaya resultan dapat ditentukan dengan trigonometri tan a = 30/40, sehingga a = 37°. Arah resultan gaya itulah yang akan
diikuti benda sebagai arah geraknya. Balok tersebut akan bergerak ke arah serong
37° dari arah horisontal
atau searah dengan arah resultan gaya
yang besarnya 50 N.
Terkadang
dua buah gaya
yang bekerja pada suatu benda tidak selalu membentuk sudut 0°, atau 180° maupun 90°, namun membentuk sudut a sembarang. Untuk itu perhitungan resultan gaya
harus menggunakan persamaan umum resultan gaya.
Secara
umum resultan dari dua buah gaya yang bekerja
pada suatu benda dengan a merupakan sudut antara
kedua gaya
tersebut dapat ditentukan melalui persamaan berikut ini. Persamaan ini sering
disebut dengan resultan jajaran genjang.
FR = 
Sedangkan
arah resultan dengan menggunakan persamaan sinus sebagai berikut.
Dimana
a adalah sudut antara F1
dan F2, sedangkan b adalah sudut antara R
dengan F1.
Percobaan Mandiri
|
Contoh
Perhatikan
gambar di bawah ini, di sana ada dua buah gaya 80 N dan 100 N yang bekerja di
benda P dan kedua gaya saling membentuk sudut 50°. Untuk menghitung resultan gaya
digunakan rumus resultan jajaran genjang sebagai berikut.
Jawab:
FR = Ö F12 + F22 + 2F1F2cos
a
FR = Ö 802 + 1002 +
2.80.100.cos 50°
FR = Ö 6400 +
10000 + 16000.0,58
FR = Ö 16400
+ 9280
FR = Ö 25680
FR = 160 N
Latihan
Kerjakan di buku tugasmu!
1. Gambarkan serta tentukan besarnya penjumlahan
dan pengurangan gaya-gaya berikut ini
c. F1 + F3
– F2 d. F1
– F3 F3
= 4 N
F1
= 3 N F2 = 6 N
2 Bagaimanakah menggambarkan gaya 8 N ke
arah barat diteruskan gaya
6 N ke arah selatan secara vektor? Berapakah resultannya ?
3. Massa
dan Berat
Massa (m) benda adalah jumlah partikel yang dikandung
benda. Sedangkan berat suatu benda (w) adalah besarnya gaya tarik bumi terhadap benda tersebut dan
arahnya menuju pusat bumi. ( vertikal ke bawah ).
Perbedaan massa
dan berat :
* Massa
(m) merupakan besaran skalar di mana besarnya di sembarang tempat untuk suatu
benda yang sama selalu tetap.
* Berat
(w) merupakan besaran vektor di mana besarnya tergantung pada tempatnya ( percepatan gravitasi pada tempat benda
berada ).
Massa (m) sebuah benda adalah
karakteristik benda itu yang mengkaitkan percepatan benda dengan gaya (atau resultan gaya)
yang menyebabkan percepatan tersebut. Massa
adalah besaran skalar. Massa
di mana-mana selalu bernilai tetap, kecuali benda tersebut mengalami
pengurangan materi, misalnya mengalami pecah, sobek atau aus, maupun mengalami
penambahan materi sejenis misalnya dua
potong besi dilas dengan bahan yang sama.
Berat sebuah benda dalam
bahasa Inggris weight (w) adalah
sebuah gaya
yang bekerja pada benda tersebut dari benda-benda lain (atau benda-benda
astronomi). Gaya berat sebenarnya adalah gaya gravitasi pengaruh
benda astronomi terdekat terhadap benda tersebut. Benda astronomi yang paling
dekat dengan kehidupan kita adalah bumi, sehingga gaya berat sering dinyatakan secara matematis
sebagai berikut :
w = m g
dimana m adalah massa benda,
g menyatakan vektor percepatan gravitasi bumi yang bernilai 9,8 m/s2
atau biasanya dibulatkan menjadi 10 m/s2, dan w adalah gaya berat dalam
satuan Newton (dalam SI) atau dyne (dalam CGS).
Gaya berat adalah besaran
vektor, sehingga bila sebuah benda bermassa m diletakkan di sekitar dua atau
lebih benda astronomi, maka gaya berat benda
tersebut merupakan jumlah vektor dari setiap gaya berat yang ditimbulkan olah
masing-masing benda astronomi. Hal itu biasanya dijumpai pada sistem makro
misalnya pada sistem tatasurya. Bayangkanlah pada saat bumi, bulan dan matahari
terletak dalam satu garis lurus, maka pada tiap-tiap benda tersebut mengalami vektor
resultan gaya
berat/gravitasi yang ditimbulkan oleh
masing-masing benda astronomi disekitarnya.
Berat benda-benda di
permukaan bumi tidak sama di setiap bagian bumi, berat benda di kutub lebih
besar daripada berat benda yang sama di khatulistiwa. Berat benda yang berada
di ketinggian tertentu dari permukaan bumi lebih kecil daripada berat benda
yang sama di permukaan bumi. Hal itu disebabkan oleh jarak benda kepusat bumi
berpengaruh terhadap nilai gaya
berat. Gaya
berat berbanding terbalik dengan kuadrat jarak antara benda dengan pusat bumi.
Lebih mendalam hal itu akan dikaji dalam pembahasan tentang bab gravitasi.
B.
Hukum-hukum
Newton

1. Hukum
I Newton
Sebuah batu besar di lereng gunung akan
tetap diam di tempatnya sampai ada gaya luar lain yang memindahkannya, misalnya
gaya tektonisme/gempa, gaya mesin dari buldoser. Demikian pula bongkahan batu
meteor di ruang angkasa hampa udara sana akan terus bergerak selamanya dengan
kecepatan tetap sampai ada gaya yang mengubah kecepatannya misalnya gaya
gravitasi suatu planet atau gaya lain yang menghentikannya misalnya tubrukan
dengan meteor lain. Memang benar bahwa sebuah benda akan
tetap diam jika tidak ada gaya
yang bekerja padanya. Demikian pula sebuah benda akan tetap bergerak lurus
beraturan (kecepatan benda tetap) jika gaya atau
resultan gaya
pada benda nol. Pernyataan ini merupakan pernyataan alami, dan apabila digabung
akan merupakan rumusan hukum I Newton yang menyatakan bahwa :
Sebuah benda
akan tetap diam atau tetap bergerak lurus beraturan jika tidak ada resultan gaya yang bekerja pada
benda itu. Jadi, jika jumlah gaya-gaya yang bekerja pada benda
adalah nol, maka ada dua kemungkinan keadaan benda yaitu benda dalam keadaan diam atau
benda sedang bergerak dengan kecepatan benda konstan.
Bagian pertama dari pernyataan hukum I Newton itu
mudah dipahami, yaitu memang sebuah benda akan tetap diam bila benda itu tidak
dikenai gaya
lain.
Tentunya gaya-gaya konservatif seperti gaya
berat dan gaya normal selalu ada dan sama besar serta berlawanan sehingga
saling meniadakan. Keadaan benda diam demikian itu disebut keseimbangan. Perhatikan gambar mainan sederhana dari gabus, korek api, mur dan kawat
yang tetap dalam kesetimbangan karena resultan gaya nol.
Jadi jika resultan dari gaya-gaya
yang bekerja pada sebuah benda sama dengan nol (SF = 0), maka percepatan benda juga
sama dengan nol (a = 0) dan benda tersebut :
- Jika dalam keadaan
diam akan tetap diam, atau
- Jika dalam keadaan bergerak lurus beraturan akan tetap
bergerak lurus beraturan.
Bagian
kedua dari pernyataan itu dapat dipahami sebagai berikut. Jika lintasan awal
gerak benda itu perlu suatu dorongan (yang dalam hal ini disebut gaya atau resultan gaya).
Begitu pula bila diinginkan mengubah kecepatan benda baik mempercepat atau
memperlambat, maka juga diperlukan gaya.
Jadi bila tidak ada gaya
atau resultan gayanya nol maka bentuk lintasan lurus dan kecepatan benda akan
selalu tetap.
Jadi
benda akan selalu berusaha mempertahankan keadaan awal jika benda tidak dikenai
gaya atau resultan gaya. Hal ini yang menyebabkan seringnya
hukum I Newton disebut sebagai hukum kelembaman/inertia (malas/inert untuk
berubah dari keadaan awal).
Dalam
persamaan matematis hukum I Newton sering dituliskan sebagai berikut.
S F = 0
dimana
S F adalah resultan gaya yang bekerja pada
benda.
Kesimpulan : SF = 0 dan a = 0 Karena benda bergerak
translasi, maka pada sistem koordinat Cartesius dapat dituliskan
Gambar 7. Astronot di ruang tanpa bobot dapat diam
melayang bila tidak ada gaya
Resultan gaya sama dengan nol membuat
benda sangat lembam, contohnya seorang astronot tidak akan bergerak ke
mana-mana di ruang hampa bila Ia sendiri tidak mengubah resultan gaya menjadi
tidak sama dengan nol. Cara yang bisa dilakukan misalnya menghidupkan roket
kecil di punggungnya atau menarik tali yang terikat di pesawat angkasa luar (space shuttle).
Percobaan Mandiri
1.
Ambillah sebuah gelas berisi air hampir
penuh dan letakkan di atas sehelai kertas agak panjang (ukuran folio) pada
sebuah meja. Kemudian tariklah kertas tadi secara cepat dan mendatar. Anda akan
terkejut melihat bahwa gelas yang berisi air tadi tidak bergeser sedikitpun
dari kedudukan semula. Ulangi kegiatan dengan menarik kertas secara pelan dan
mendatar. Apa yang terjadi? Mengapa demikian ?
Ambillah sebuah gelas berisi air hampir
penuh dan letakkan di atas sehelai kertas agak panjang (ukuran folio) pada
sebuah meja. Kemudian tariklah kertas tadi secara cepat dan mendatar. Anda akan
terkejut melihat bahwa gelas yang berisi air tadi tidak bergeser sedikitpun
dari kedudukan semula. Ulangi kegiatan dengan menarik kertas secara pelan dan
mendatar. Apa yang terjadi? Mengapa demikian ?
2.
Ambillah
dua buah balon dan tiuplah, kemudian ikatkan pada kedua ujung bambu dimana
letak resultan gaya berat kedua balon ? Bagaimana caramu menentukannya?
(perhatikan gambar di samping ini).
Ambillah
dua buah balon dan tiuplah, kemudian ikatkan pada kedua ujung bambu dimana
letak resultan gaya berat kedua balon ? Bagaimana caramu menentukannya?
(perhatikan gambar di samping ini).
Analisa
Saat
kita duduk di dalam mobil yang melaju dengan kencang, tiba-tiba direm mendadak.
Apa yang kita rasakan ? Mengapa demikian ? Pada saat kita duduk didalam mobil
yang berhenti tetapi masih hidup mesinnya, lalu dijalankan dengan tiba-tiba.
Apa yang kita rasakan ? Mengapa demikian ?
2.
Hukum II Newton
Bila
ada resultan gaya
yang timbul pada sebuah benda, dapat dipastikan benda tersebut akan bergerak
dengan suatu percepatan tertentu. Bila benda semula dalam keadaan diam akan
bergerak dipercepat dengan percepatan tertentu, sedangkan bila benda semula
bergerak dengan kecepatan tetap akan berubah menjadi gerak dipercepat atau
diperlambat. Resultan gaya
yang bekerja pada benda yang bermassa konstan adalah setara dengan hasil kali massa benda dengan
percepatannya. Pernyataan inilah yang dikenal sebagai hukum II Newton.
Secara matematis hukum tersebut dapat dirumuskan sebagai berikut.

S F = m .
a
dimana m adalah massa
benda dalam satuan kg, a adalah
percepatan benda dalam satuan m/s2, dan S F adalah resultan gaya yang bekerja pada benda.
S F adalah resultan gaya
yang menjumlahkan beberapa gaya
pada benda.
Contoh
1.
Jika
pada benda bekerja banyak gaya
yang horisontal maka berlaku :
F1 + F2 - F3
= m . a
Arah gerak benda sama dengan F1 dan F2
jika F1 + F2 > F3
Arah gerak benda sama dengan F3 jika F1
+ F2 < F3
2. Jika pada beberapa
benda bekerja banyak gaya
yang horisontal maka berlaku :

F1 + F2 - F3 = ( m1 + m2
) . a
3. Jika pada benda
bekerja gaya
yang membentuk sudut q dengan arah mendatar maka berlaku :
F cos q = m . a

Hukum II
Newton inilah yang boleh kita sebut sebagai hukum Newton tentang gerak.
Latihan
Kerjakan di buku latihanmu!
Sepeda dikayuh dengan kecepatan 36 km/jam,
dalam waktu 10 detik mendapat tambahan dari gaya otot sehingga kecepatannya
berubah menjadi 72 km/jam. Bila percepatan gaya yang
bekerja pada benda adalah 60 N, berapakah massa
sepeda tersebut ?
3. Hukum III Newton
Hukum III Newton
mengungkapkan bahwa, gaya-gaya aksi dan
reaksi oleh dua buah benda pada masing-masing benda adalah sama besar dan
berlawanan arah.
Penekanan pada hukum ini
adalah adanya dua benda, dalam arti gaya aksi
diberikan oleh benda pertama, sedangkan gaya
reaksi diberikan oleh benda kedua. Hukum ini dikenal sebagai hukum aksi-reaksi,
dan secara matematis dapat di tuliskan sebagai berikut.
S Faksi = - S Freaksi
Yang menjadi penekanan dalam hukum ini adalah bahwa gaya aksi dan gaya
reaksi yang terjadi adalah dari dua benda yang berbeda, bukan bekerja pada satu
benda yang sama. Gaya berat dan gaya
normal pada sebuah buku yang tergeletak di meja bukan merupakan pasangan gaya aksi-reaksi. Pasangan
gaya aksi-reaksi adalah gaya
berat buku terhadap bumi w dengan gaya
tairk bumi terhadap buku w’. Pasangan gaya
aksi-reaksi lainnya adalah gaya berat buku
terhadap meja F dan gaya tekan meja terhadap
buku (gaya
normal) N. Bukan berarti di sini buku memiliki dua gaya berat, melainkan gaya
berat itu tetap satu yang ada sebagai gaya gravitasi (gaya medan) dan berfungsi
sebagai gaya sentuh terhadap meja.
N


w F
|
Gambar 7. Gaya-gaya pada sebuah buku yang
terletak di atas meja
Pasangan gaya
aksi-reaksi misalnya pada seorang siswa yang menarik tali yang terikat pada
paku di dinding. Gaya aksi adalah gaya tarik anak pada tali.
Gaya gesek pada tangan siswa yang timbul bukan gaya reaksi, melainkan gaya
tegangan tali itulah gaya reaksi
Perhatikan
pula gambar orang yang mendorong kulkas berikut ini. Gaya
dorong tangan orang terhadap dinding kulkas F sebagai gaya
aksi, dan karena sifat inersianya kulkas terasa menekan tangan orang dengan gaya –F sebagai gaya
reaksi. Pasangan gaya
aksi-reaksi dalam kejadian tersebut F
dan –F. Tanda negatif hanya menunjukkan arah berlawanan.
Pernahkah kamu
mengamati roda mobil yang berputar di jalan beraspal? Pasangan gaya aksi-reaksi menurut
hukum III Newton ditunjukkan seperti pada gambar 9 berikut ini. Putaran roda
disebabkan karena adanya gaya F yaitu gaya gesekan roda dengan
jalan. Gaya inilah sebagai gaya
aksi yang mana jalan aspal akan memberikan gaya
reaksi –F dengan arah berlawanan seakan gaya
ini mendorong mobil maju ke depan.
Pada sistem gravitasi benda astronomi
misalnya bumi terhadap benda lain yang terpisah sejauh r dari pusat bumi misalnya pesawat ulang-alik yang mengangkasa tentunya ada gaya tarik bumi F terhadap
pesawat. Gaya gravitasi F inilah sebagai gaya
aksi, yang mana menimbulkan gaya reaksi –F berupa gaya tarik pesawat terhadap bumi.
|
C.
Penerapan
Hukum-hukum Newton
1. Aplikasi gaya-gaya
pada sistem benda
a.
Pada sebuah benda yang diam di atas
lantai
![]()
N = w
|
w = gaya berat benda memberikan gaya aksi pada lantai.
N = gaya normal ( gaya yang tegak lurus permukaan tempat di
mana benda berada ).
Hal ini bukan pasangan aksi - reaksi.
|
Perhatikan beberapa keadaan dan besar gaya
normal pada beberapa kasus lain.
![]()
N = w cos q
|
![]()
N = w - F
sin q
|
![]()
N = w + F
sin q
|
b. Pasangan aksi - reaksi
pada benda yang digantung

Balok digantung dalam keadaan diam pada tali vertikal. Gaya w1 dan T1 bukanlah pasangan gaya aksi – reaksi, meskipun
besarnya sama, berlawanan arah dan segaris kerja.
Sedangkan yang merupakan pasangan gaya
aksi – reaksi adalah gaya
T1 dan T1’. Demikian juga gaya
T2 dan T2’ merupakan pasangan gaya aksi - reaksi.
c. Hubungan
gaya tegangan tali
(T) dengan percepatan.
![]() |
· Bila benda dalam keadaan diam, atau
dalam keadan bergerak lurus beraturan
maka berlaku S F = 0, sehingga
diperoleh:
T = w
T = m . g
|
![]() |
· Bila benda bergerak ke atas dengan
percepatan a maka :
T = m . g + m . a
|
![]() |
· Benda bergerak ke bawah dengan
percepatan a maka :
T = m . g - m
. a
|
d.
Benda bergerak pada bidang miring
Gaya - gaya yang bekerja pada benda tampak seperti
pada gambar.
![]() |
e.
Benda pada sistem katrol tetap
![]() |
Dua buah benda m1 dan m2 dihubungkan dengan karol
tetap melalui sebuah tali yang diikatkan pada ujung-ujungnya. Apabila massa tali diabaikan, dan tali dengan katrol tidak ada gaya gesekan, maka akan
berlaku persamaan-persamaan sebagai berikut.
Bila m1 > m2 maka sistem akan
bergerak ke arah m1 dengan percepatan sebesar a m/s2.
Tinjau benda m1 Tinjau benda m2
T = m1.g - m1.a
T = m2.g + m2.a
|
Karena gaya
tegangan tali di mana-mana sama, maka kedua persamaan dapat digabungkan dapat
digabungkan :
m1
. g - m1 . a = m2 . g + m2 . a
m1
. a + m2 . a = m1 . g - m2 . g
( m1
+ m2 ) . a = ( m1 - m2 ) . g
a =
Persamaan ini digunakan untuk mencari percepatan benda yang dihubungkan
dengan katrol.
Cara lain untuk mendapatkan
percepatan benda pada sistem katrol dapat ditinjau keseluruhan sistem :
![]() |
Sistem akan bergerak ke arah m1 dengan percepatan a.
Oleh karena itu semua gaya
yang terjadi yang searah dengan arah gerak sistem diberi tanda +, yang
berlawanan diberi tanda -.
w1
- T + T - T + T - w2 = ( m1 + m2 ) . a
|
karena T di mana-mana besarnya sama maka T dapat dihilangkan.
w1 - w2 = (m1
+ m2 ) . a
( m1
- m2 ) . g = ( m1 + m2 ) . a
a = 
Analisa
1.
Bagaimanakah menggambarkan gaya aksi dan reaksi pada seorang anak yang
sedang mendorong tembok ?
2.
Gambarkan
gaya aksi dan gaya reaksi pada seorang siswa yang
sedang menarik gerobak
3.
Ketika seorang anak menarik
karet ketapel, gambarkanlah pasangan gaya
aksi-reaksinya !
Latihan
Kerjakan di buku tugas!
Dua buah gaya berlawanan arah
masing-masing 80 N dan 60 N bekerja pada benda bermassa 5 kg. Bila kecepatan
awal benda 100 m/s dan berubah menjadi 150 m/s berapakah waktu yang diperlukan
? Berapakah jarak yang ditempuh ?
Percobaan Mandiri
1.
Lakukan kegiatan tarik
tambang dengan temanmu, kemudian buatlah diagram gaya yang menggambarkan
gaya-gaya yang bekerja pada tali selama kejadian tarik tambang itu !
2.
Tumpuklah
dua buah buku berukuran besar di atas meja, kemudian geserlah dengan tanganmu. Ulangi kegiatan itu
dengan meletakkan buku-buku tadi di atas roda (bisa diperoleh di toko). Apakah
perbedaan yang Anda rasakan sebelum dan sesudah menggunakan roda ? Mengapa
demikian ?
Tumpuklah
dua buah buku berukuran besar di atas meja, kemudian geserlah dengan tanganmu. Ulangi kegiatan itu
dengan meletakkan buku-buku tadi di atas roda (bisa diperoleh di toko). Apakah
perbedaan yang Anda rasakan sebelum dan sesudah menggunakan roda ? Mengapa
demikian ?
2. Gaya
gesek
Gesekan
antara permukaan benda yang bergerak dengan bidang tumpu benda akan menimbulkan
gaya gesek yang
arahnya senantiasa berlawanan dengan arah gerak benda.
Ada dua jenis gaya
gesek yaitu :
gaya gesek statis (fs) :
bekerja pada saat benda diam (berhenti) dengan persamaan :
fs = ms N
gaya gesek kinetis (fk) :
bekerja pada saat benda bergerak dengan persamaan :
fk = mk. N
Dimana nilai fk < fs.
Gaya gesek merupakan gaya sentuh, artinya gaya ini muncul
jika permukaan dua zat bersentuhan secara fisik, dimana gaya gesek tersebut
sejajar dengan arah gerak benda dan berlawanan dengan arah gerak benda. Untuk
menentukan gaya gesek suatu benda perhatikan beberapa langkah sebagai berikut :
1. Upayakan kita menganalisis komponen-komponen
gaya yang bekerja pada benda dengan menggambarkan uraian gaya pada benda
tersebut. Peruraian gaya-gaya ini akan membuat kita lebih memahami permasalahan
lebih mudah.
2. Tentukan besar gaya gesek statis maksimun
dengan persamaan :
fsmak = ms . N
dimana :
fsmak = gaya
gesek statis maksimum (N)
ms = koefisien gesek statis. Nilai koefisien
ini selalu lebih besar dibanding
nilai
koefisien gesek kinetis (tanpa satuan)
N = gaya normal yang
bekerja pada benda (N)
3. Tentukan besar gaya yang bekerja pada benda
yang memungkinkan menyebabkan benda bergerak. Kemudian bandingkan dengan gesar
gaya gesek statis maksimum.
a.
Jika gaya penggerak lebih besar dari
gaya gesek statis maksimum, maka benda
bergerak, sehingga gaya gesek yang bekerja adalah gaya gesek kinetis,
dengan demikian :
fk = mk . N
dimana :
fk = gaya
gesek kinetis (N)
mk = koefisien gesek kinetis (tanpa satuan)
N = gaya
normal yang bekerja pada benda (N)
b. Jika
gaya penggerak sama dengan gaya
gesek statis maksimum, maka benda dikatakan tepat akan bergerak, artinya masih
tetap belum bergerak, sehingga gaya gesek yang bekerja pada benda sama dengan gaya gesek statis maksimumnya.
c. Jika
gaya penggeraknya lebih kecil dari gaya gesek statis maksimumnya, maka benda
dikatakan belum bergerak, dan gaya gesek yang bekerja pada benda sebesar gaya
penggerak yang bekerja pada benda.
3. Penerapan Hukum Newton Pada
Bidang Datar
Untuk memahami bekerjanya sebuah gaya - gaya pada bidang
datar perhatikan analisis beberapa contoh soal berikut ini :
Contoh :
1. Sebuah buku bermassa 200 gram berada
di atas meja yang memiliki koefisien gesek statik dan kinetik dengan buku
sebesar 0,2 dan 0,1. Jika buku di dorong dengan gaya 4 N sejajar meja, maka tentukan besar gaya gesek buku pada meja
? (g = 10 m/s2)
Penyelesaian
:
Langkah 1 :
Uraikan atau gambarkan gaya-gaya yang
bekerja pada buku di atas meja.
|
Langkah 2 :
Tentukan gaya gesek statis maksimumnya :
fsmak = ms . N
fsmak = ms . w
fsmak = ms . m.g
fsmak = 0,2 . 0,2.10
fsmak = 0,4 N
Langkah 3 :
Bandingkan gaya penggeraknya (F = 4 N)
dengan gaya
gesek statis maksimumnya. Ternyata gaya
penggeraknya lebih besar dibanding dengan gaya
gesek statis maksimumnya, maka gaya gesek yang
bekerja pada benda adalah gaya
gesek kinetis.
fk = mk . N
fk = mk . w
fk = mk . m.g
fk = 0,1 . 0,2.10
fk = 0,2 N
Jadi gaya
geseknya f = 0,2 N
2. Suatu hari Watik memindahkan sebuah balok bermassa 10 kg dan berada di
atas lantai dengan koefisien gesek statis 0,3 dan koefisien gesek kinetik 0,2
terhadap balok. Jika balok ditarik dengan gaya 5
N sejajar lantai, tentukan besar gaya
gesek yang bekerja pada balok !
Penyelesaian :
Langkah 1 :
Uraikan atau gambarkan gaya-gaya yang bekerja pada balok.
|
Langkah 2 :
Tentukan gaya
gesek statis maksimumnya :
fsmak = ms . N
fsmak = ms . w
fsmak = ms . m.g
fsmak = 0,3 . 10.10
fsmak = 30 N
Langkah 3 :
Bandingkan gaya penggeraknya (F = 5 N)
dengan gaya
gesek statis maksimumnya. Ternyata gaya
penggeraknya lebih kecil dibanding dengan gaya
gesek statis maksimumnya, maka gaya gesek yang
bekerja pada benda adalah gaya
yang diberikan pada balok. Jadi gaya
geseknya f = F = 5 N
3. Akmal menarik balok di atas lantai kasar dengan gaya 10 N. Jika gaya
tarik yang dilakukan Akmal membentuk sudut 60° terhadap lantai, dan massa balok
8 kg, maka tentukan besar koefisien gesek statisnya, saat balok dalam kondisi dalam keadaan tepat
akan bergerak !
Penyelesaian :
|
Uraikan atau gambarkan gaya-gaya yang
bekerja pada balok yang ditarik Didi.
Langkah
2 :
Saat tepat akan
bergerak, maka gaya penggeraknya (F cos a) sama
dengan gaya gesek statis maksimumnya.
F cos a = f smak
F cos a = m s N dimana N + F sin 60° = w karena SFy = 0
F cos a = m s (w – F sin 60°)
10 cos 60° = m s (8 . 10 – 10 (0,866))
5 = m s 71,33
m s = 0,07
4. Saat Hafidz menghapus papan tulis, ia menekan penghapus ke
papan tulis dengan gaya 8 N. Jika berat
penghapus 0,8 N dan koefisien gesek kinetis penghapus dan papan tulis 0,4, maka
tentukan gaya yang harus diberikan lagi oleh Hafidz kepada penghapus agar saat
menghapus ke arah bawah kecepatan penghapus adalah tetap !
|
Langkah 1 :
Uraikan gaya-gaya yang bekerja pada
penghapus di
papan tulis.
Keterangan :
A = gaya
tekan pada penghapus ke
papan tulis (N)
N = gaya
normal (N)
w = gaya
berat penghapus (N)
B = gaya
dorong ke penghapus
ke arah bawah (N)
f = gaya
gesek dalam soal ini adalah gaya gesek kinetis (N)
Langkah 2 :
Pada sumbu x,
penghapus tidak mengalami pergerakan, artinya kedudukannya tetap. Penghapus
tidak masuk pada papan tulis, juga tidak meninggalkan papan tulis, sehingga
resultan pada sumbu x atau sumbu mendatar adalah nol
S Fx = 0
A – N = 0
A = N
8 newton = N
N = 8 newton
Langkah 3 :
Panda sumbu y, penghapus bergerak ke
bawah dengan kecepatan tetap. Suatu benda yang memiliki kecepatan tetap berarti
tidak meliliki perubahan kecepatan, sehingga nilai percepatannya adalah nol,
sehingga pada sumbu y berlaku persamaan :
S Fy = 0
fk – w – B = 0
mk. N – w – B = 0
0,4 . 8 – 0,8 – B = 0
B = 2,4 N
5. Sebuah balok bermassa 400 gram
berada di atas lantai datar dengan koefisien gesek statis dan kinetis 0,2 dan
0,1. Jika balok yang mula-mula diam diberi gaya mendatar sebesar 4 N selama 5 sekon,
tentukan percepatan yang dialami balok !
|
Langkah 1 :
Uraikan komponen
gaya yang bekerja :
Langkah 2 :
Tentukan besar
gaya gesek statis
maksimumnya :
fsmak = ms . N
fsmak = ms . m . g
fsmak
= 0,2 . 0,4 . 10
fsmak
= 0,8 N
Langkah 3 :
Bandingkan gaya
penggerak F = 4 N dengan fsmak. Ternyata F lebih besar dibandingkan
dengan fsmak, sehingga benda bergerak, dan besar gaya geseknya adalah
gaya gesek kinetis.
f = mk . N
f = mk . m . g
f = 0,1 . 0,4 .
10
f = 0,4 N
Langkah 4 :
Masukkan dalam
persamaan hukum Newton yang ke II
S F = m .
a
F – f = m . a
4 – 0,4 = 0,4 . a
3,6 = 0,4 . a
a = 9 m/s2
Jadi
percepatannya sebesar 9 m/s2.
6. Sebuah mobil mainan yang
mula-mula diam memiliki massa 500 gram, berjalan di atas lantai yang mempunyai
koefisien gesek kinetis 0,2 dan koefisien gesek statis 0,4. Jika mesin mobil
menghasilkan gaya dorong sebesar 10 N dalam 2 sekon, maka tentukan jarak yang ditempuh
mobil mainan itu selama gayanya bekerja !
|
Langkah 1 :
Uraikan komponen gayanya :
Gaya normal merupakan resultan dari
gaya normal yang bekerja pada
masing-masing roda.
Begitu juga gaya gesek merupakan
resultan dari gaya gesek yang bekerja pada roda.
Langkah 2 :
Tentukan gaya gesek statis maksimumnya :
fsmak = ms . N
fsmak = ms . m . g
fsmak = 0,4 . 0,5 . 10
fsmak = 2 N
Langkah 3 :
Bandingkan gaya penggerak F = 10 N
dengan fsmak. Ternyata F lebih besar dibandingkan dengan fsmak,
sehingga benda bergerak, dan besar gaya geseknya adalah gaya gesek kinetis.
f = mk . N
f = mk . m . g
f = 0,2 . 0,5 . 10
f = 1 N
Langkah 4 :
Masukkan dalam persamaan hukum Newton
yang ke II
S F = m . a
F – f = m . a
10 – 1 = 0,5 . a
9 = 0,5 . a
a = 18 m/s2
Langkah 5 :
Masukkan dalam persamaan :
St = vo . t
+ ½ . a. t2
St = 0 . 2 + ½ . 18. 22 (mula-mula diam berarti
vo = 0)
St = 36 m.
7. Fitri mendorong balok yang mula-mula
diam di atas lantai dengan koefisien gesek statis dan kinetis 0,3 dan 0,1. Jika
massa balok 4 kg dan gaya mendatar yang diberikan 20 N selama 5 s, maka
tentukan kecepatan akhir dari balok !
|
Langkah 1 :
Uraikan gaya-gaya yang bekerja pada
balok.
Langkah 2 :
Bandingkan gaya penggerak dengan gaya
gesek statis maksimumnya.
fsmak = ms . N
fsmak = ms . m . g
fsmak = 0,3 . 4 . 10
fsmak = 12 N
Langkah 3 :
Bandingkan gaya penggerak F = 20 N
dengan fsmak. Ternyata F lebih besar dibandingkan dengan fsmak,
sehingga benda bergerak, dan besar gaya geseknya adalah gaya gesek kinetis.
f = mk . N
f = mk . m . g
f = 0,1 . 4 . 10
f = 4 N
Langkah 4 :
Masukkan dalam persamaan hukum Newton
yang ke II
S F = m . a
F – f = m . a
20 – 4 = 4 . a
16 = 4 . a
a = 4 m/s2
Langkah 5 :
Masukkan dalam persamaan :
vt = vo + a . t
vt = 0 + 4 . 5
vt = 20 m/s
8. Dua balok A dan B bertumpukan di atas
lantai seperti gambar. Massa balok A yang berada di bawah adalah 3 kg dan massa
balok B yang di atas adalah 2 kg. Jika koefisien gesek statis dan kinetis
antara balok A dan B adalah 0,3 dan 0,2, sedang koefisien gesek statis dan
kinetis antara balok A dan lantai adalah 0,2 dan 0,1, maka tentukan percepatan
maksimum sistem agar balok B tidak tergelincir dari balok A yang ditarik gaya F
!
Penyelesaian
:
Langkah 1 :
Uraikan komponen-komponen gaya yang
bekerja pada sistem.
Ket :
|
balok
a
Nab = gaya
normal pada balok a terhadap b
Na lantai= gaya normal pada balok a
terhadap
lantai
wb = berat
benda b
wa = berat
benda a
fba = gaya
gesek benda b terhadap a
fab = gaya
gesek benda a terhadap b
fa = gaya
gesek benda a terhadap lantai
F = gaya tarik pada sistem di benda A
Jika diuraikan pada masing-masing balok
gaya gaya yang bekerja adalah :
Pada balok A Pada
balok B
|
|||
|
|||
Langkah 2 :
Pada benda B (balok atas),
benda tidak bergerak vertikal, sehingga resultan pada sumbu y bernilai nol,
maka akan diperoleh :
S
Fy = 0
Nba – wb
= 0
Nba = wb
Nba = mb
. g
Nba = 2 . 10 = 20
N dimana besar nilai Nba sama dengan Nab, hanya arah
berlawanan
Langkah 3 :
Pada benda A, benda juga
tidak bergerak secara vertikal, sehingga resultan gaya vertikal yang bekerja
pada benda A bernilai nol, sehingga diperoleh :
S Fy
= 0
N a lantai – Nab –
wa = 0
N a lantai – Nba –
ma . g = 0
N a lantai – 20 – (3 . 10) =
0
N a lantai – 20 – 30 = 0
N a lantai = 50 N
Langkah 4 :
Sebagai suatu sistem yang melibatkan benda A dan B dan memperhatikan arah gerak
benda yang ke kanan, sehingga gaya-gaya mendatar (sumbu x) yang diperhatikan
adalah gaya yang sejajar dengan gerakan benda, sehingga diperoleh :
S Fx
= m . a
F + fba – fab – f a
lantai = (ma + mb) . a
(fba dan fab
merupakan pasangan gaya aksi reaksi yang memiliki besar sama, namun arah
berlawanan dan bekerja pada dua benda, yaitu fba pada balok B, dan fab
pada balok A, sehingga keduanya dapat saling meniadakan)
F – f a lantai = (ma
+ mb) . a
karena persoalan dalam soal ini adalah
percepatan maksimum sistem, maka sistem diasumsikan dalam keadaan bergerak,
sehingga gaya gesek balok pada lantai adalah gaya gesek kinetis.
F - mk . N a
lantai = (ma + mb) . a (Na lantai diperoleh dari langkah 3)
F – 0,1 . 50 = (3 + 2) . a
F – 5 = 5 a
sehingga a =
persamaan
(1)
Langkah 5
Besar percepatan sistem ini berlaku
untuk benda A dan benda B, sehingga jika persamaan (1) diberlakukan pada balok
B, maka besar resultan gaya di balok B pada arah mendatar dapat dinyatakan :
S Fx
= m . a
fba = mb . a
nilai gaya gesek pada balok B (fba),
merupakan nilai gaya gesek statis maksimum, agar diperoleh percepatan maksimum
dalam sistem, dan balok B tetap tidak bergerak terhadap balok A :
fba = fsmak
fsmak = mb . a persamaan (1) kemudian di
substitusikan dalam persamaan ini
ms . Nba = mb . 
ms . wb = mb . 
ms . mb .g = mb . 
ms . g = 
0,3 . 10 = 
15 = F – 5
F = 20 N
(gaya maksimum yang dapat diberikan pada
sistem agar balok B tidak bergerak ke belakang)
Sehingga besar percepatan sistem, yang
nilainya sama untuk balok A dan B diperoleh dengan memasukkan nilai F dalam
persamaan (1), yaitu :
a = 
a = 
a = 3 m/s2
Percepatan maksimum pada sistem adalah 3 m/s2
9. Balok A = 2 kg dihubungkan dengan tali ke balok B = 4 kg
pada bidang datar, kemudian balok B dihubungkan dengan katrol di tepi bidang
datar, lalu dihubungkan dengan balok C = 4 kg yang tergantung di samping bidang
datar. Jika koefisien gesek kinetik dan statis antara balok A dan B terhadap
bidang datar adalah 0,3 dan 0,2, dan massa
katrol diabaikan, maka tentukan tegangan tali antara balok A dan B !
Penyelesaian :
|
Uraikan gaya-gaya yang
bekerja pada sistem
Langkah 2 :
Tentukan gaya
gesek statis maksimum dari benda A dan B :
f smak a = ms . Na dimana Na
= wa = ma . g sehingga
:
f smak a = ms . ma . g
f smak a = 0,3 . 2 . 10
f smak a = 6 N
f smak b = ms . Nb dimana
Nb = wb =
mb . g sehingga
:
f smak b = ms . mb . g
f smak b = 0,3 . 4 . 10
f smak b = 12 N
Sedang gaya penggerak sistem adalah wc
:
wc = mc . g
wc = 4 . 10
wc = 40 N
Ternyata gaya penggerak 40 N, dan gaya
penghambat 6 + 12 = 18 N, sehingga masih besar gaya penggerak, maka sistem
dalam keadaan bergerak, dan gaya gesek yang diperhitungkan adalah gaya gesek
kinetis.
f k a = mk . Na dimana Na
= wa = ma . g sehingga
:
f k a = mk . ma . g
f k a = 0,2 . 2 . 10
f k a = 4 N
f k b = mk. Nb dimana
Nb = wb =
mb . g sehingga
:
f k b = mk . mb . g
f k b = 0,2 . 4 . 10
f k b = 8 N
Langkah 3 :
Gunakan hukum Newton yang kedua :
S F = m
.a
(gaya yang searah gerakan benda bernilai
positif, yang berlawanan bernilai negatif)
wc – T2 + T2
– T2 + T2 – fkb – T1 + T1
– fka = (ma + mb + mc) . a
40 – 8 – 4 = (2 + 4 + 4) . a
28 = 10 . a
a = 2,8 m/s2
Tegangan tali antara A dan B adalah T1,
yang dapat diperoleh dengan memperhatikan balok A atau B.
Misalkan diperhatikan balok A, maka
diperoleh :
S Fa
= ma . a
T1 – 4 = 2 . 2,8
T1 – 4 = 5,6
T1 = 9,6 N
Dengan
memperhatikan beberapa contoh latihan untuk penerapan hukum Newton pada bidang
datar, maka diharapkan kamu mau mengulang-ulang contoh yang telah diberikan
dengan batas penggunaan waktu yang telah ditetapkan. Semakin paham terhadap
contoh permasalahan yang diberikan, maka semakin sedikit waktu yang dibutuhkan
untuk mengerjakan ulang contoh yang sudah diberikan tanpa melihat penyelesaian
yang diberikan. Sekali lagi, yang dapat mengukur kemampuanmu adalah dirimu
sendiri.
Fisika bukan hanya mengandung unsur
hafalan, atau kemampuan mengerjakan soal saja, namun menuntut terampil dalam
menyelesaikan permasalahan dalam waktu yang seefektif mungkin. Jadi bekerjalah
dengan benar dan cepat, bukan hanya benar saja.
Tugas
Kerjakanlah di buku tugasmu !
1. Sebuah balok dengan massa 2 kg diletakkan di
atas meja yang mempunyai koefisien gesek statis dan kinetis 0,4 dan 0,2.
Tentukan gaya gesek yang bekerja pada balok, jika balok ditarik gaya mendatar
sebesar 4 N !
2. Dua balok A = 3 kg dan B = 5 kg dihubungkan
tali dan diletakkan di atas lantai yang mempunyai koefisien gesek statis dan
kinetis 0,2 dan 0,1. Jika balok B ditarik gaya 40 N dengan arah 60° terhadap
bidang datar, maka tentukan tegangan tali antara balok A dan B.
3. Balok bermassa 200 gram yang mula-mula diam
diberi gaya mendatar 1 N selama 10 sekon. Jika balok berada di atas lantai
dengan koefisien gesek statis dan kinetis 0,2 dan 0,1, maka tentukan jarak yang
ditempuh balok selama diberi gaya !
4. Dua balok A = 0,5 kg dan B = 2 kg ditumpuk,
dengan balok A di atas dan balok B di bawah. Jika koefisien gesek statis dan
kinetis antara balok A dan B adalah 0,2 dan 0,1, serta koefisien gesek statis dan kinetis
antara balok B dengan lantai adalah 0,3 dan 0,1, maka tentukan gaya maksimum
yang dapat digunakan untuk menarik B agar balok A tidak bergerak terjatuh dari
atas balok B !
Percobaan
Mandiri

Tujuan :
Menentukan koefisien gesek statis suatu benda
pada sebuah permukaan
Petunjuk teknis :
Gunakan satu jenis bahan dengan menvariasi
massanya, kemudian tariklah bahan tersebut pada sebuah permukaan dengan
menggunakan dinamometer. Pada saat tepat akan bergerak, akan menunjukkan nilai
gaya gesek statis maksimumnya.
4. Penerapan Hukum Newton pada Bidang Miring
|
Bidang miring dapat menyebabkan suatu
benda bergerak atau diam. Prinsip untuk memahami gaya yang mempengaruhi gerakan
pada bidang miring sama dengan pada bidang datar, hanya peruraian gaya pada
bidang miring tidak sama dengan bidang datar.
Analisa
Bagaimana pengaruh adanya gesekan pada
bidang miring? Jelaskan manfaat atau kerugian dengan adanya gaya gesek pada
bidang miring !
Contoh:
|
Penyelesaian
:
Langkah 1 :
Gambarkan peruraian gayanya
Langkah 2 :
Tentukan gaya gesek statis maksimumnya :
fsmak = ms . N
fsmak = ms . w cos 30°
fsmak = ms . m . g . cos 30°
fsmak = 0,25 . 0,2 . 10 . 
fsmak = 0,25 . 
fsmak = 0,433 N
Langkah 3 :
Tentukan gaya penggeraknya :
Fmiring = w sin 30
Fmiring = m . g. . sin 30
Fmiring = 0,2 . 10 . 0,5
Fmiring = 1 N
Langkah 4 :
Membandingkan gaya penggerak terhadap
gaya gesek statis maksimumnya.
Ternyata gaya penggeraknya lebih besar
dibanding gaya gesek statis maksimumnya, sehingga benda bergerak, dan gaya
gesek yang digunakan adalah gaya gesek kinetis.
fk = mk . N
fk = mk . w cos 30°
fk = mk . m . g .
cos 30°
fk = 0,1 . 0,2 . 10
. 
fk = 0,1 . 
fk = 0,173 N
2. Suatu balok bermassa 2 kg berada pada
bidang miring dengan kemiringan 30°. Jika koefisien gesek statis dan kinetis
antara bidang miring dan balok 0,2 dan 0,1 maka tentukan jarak yang ditempuh
oleh balok yang mula-mula diam pada bidang miring selama 2 sekon !
|
Langkah 1 :
Uraikan komponen gaya yang bekerja
Langkah 2 :
Tentukan gaya gesek statis maksimumnya :
fsmak = ms . N
fsmak = ms . w cos 30°
fsmak = ms . m . g . cos 30°
fsmak = 0,2 . 2 . 10 . 
fsmak = 2 . 
fsmak = 3,46 N
Langkah 3 :
Tentukan gaya penggeraknya :
Fmiring = w sin 30°
Fmiring = m . g. . sin 30°
Fmiring = 2 . 10 . 0,5
Fmiring = 10 N
Langkah 4 :
Membandingkan gaya penggerak terhadap
gaya gesek statis maksimumnya.
Ternyata gaya penggeraknya lebih besar
dibanding dengan gaya gesek statis maksimumnya, sehingga gaya gesek yang
berlaku adalah gaya gesek kinetis.
fk = mk . N
fk = mk . w cos 30°
fk = mk . m . g .
cos 30°
fk = 0,1 . 2 . 10 .

fk = 1 . 
fk = 1,73 N
Langkah 4 :
Gunakan hukum Newton tentang gerak :
S F mendatar = m . a
F miring – fk = m . a
10 – 1,73 = 2 . a
a = 4,135 m/s2
maka lintasan yang
ditempuh pada bidang miring adalah :
St = vo . t + ½ a t2
St = 0 + ½ . 4,135 . 22
St = 8,27 m
|
Penyelesaian :
Langkah 1 :
Uraikan komponen
gayanya !
Langkah 2 :
Saat ditanya kecepatan akhir dan
koefisien gesek yang diketahuhi hanya satu yaitu 0,1, maka dapat disimpulkan
bahwa pemain ski dapat bergerak, artinya gaya penggeraknya lebih besar
dibanding gaya gesek statis maksimumnya, sehingga gaya geseknya tentunya senilai
dengan gaya gesek kinetisnya. Ingat :
sudut 37° merupakan sudut yang dapat dikatakan “Istimewa”, karena sering keluar dalam soal Ujian Akhir maupun
UMPTN. Oleh karena itu perlu kamu hafalkan nilai sin
37° = 0,6 dan cos 37° = 0,8 .
Gaya gesek kinetis :
fk = mk . N
fk = mk . w cos 37°
fk = mk . m . g . cos 37°
fk = 0,1 . m . 10 . 0,8
fk = 0,8 m N
Gaya penggerak :
Fmiring = w sin 37°
Fmiring = m . g. . sin 37°
Fmiring = m . 10 . 0,6
Fmiring = 6 m N
Langkah 3 :
Gunakan hukum Newton tentang gerak :
S F mendatar
= m . a
F miring – fk = m
. a
6 m – 0,8 m = m . a semua ruas dibagi dengan m, maka
a = 5,2 m/s2 maka
kecepatan akhirnya adalah :
vt = vo + a . t
vt = 0 + 5,2 . 6
vt = 31,2 m/s
Tugas
Kerjakan
dengan benar di buku tugasmu!
1. Suatu balok berada pada bidang miring dengan
kemiringan 37°. Jika massa balok 4 kg dan koefisien gesek statis dan kinetis
balok terhadap bidang miring adalah 0,3 dan 0,1, dan mula-mula balok diam, maka
tentukan :
a. pecepatan
balok
b. kecepatan
balok setelah 2 sekon
c. jarak
yang ditempuh balok dalam 2 sekon
|
a. percepatan
sistem
b. tegangan
tali antara balok I dan II
5. Gaya sentripetal pada Gerak
Melingkar
Menurut hukum II Newton tentang gerak F = m.a, bila a
merupakan percepatan sentripetal maka besar gaya sentripetal pada benda yang
bergerak melingkar adalah
F = m.a atau
F = m.
di mana m adalah massa benda, v kecepatan nya ( kelajuan dan arah), dan r jarak nya dari pusat lingkaran. Sedangkan F diasumsikan
sebagai resultan gaya pada benda.

Gambar 11.
Gaya Sentripetal adalah gaya ke pusat
yang menyebabkan suatu benda bergerak dalam lintasan melingkar. Sebagai contoh,
sebuah bola diikat pada tali yang diayunkan melingkar horisontal dengan
kecepatan tetap.
Gaya sentripetal juga berperan menahan planet-planet tetap
dalam orbitnya. Menurut hukum I Newton, setiap massa memiliki inersia
dan akan cenderung bergerak dengan kecepatan konstan pada lintasan lurus. Bumi
misalnya, ingin bergerak lurus tetapi tertahan oleh gaya gravitasi matahari. Matahari
menerapkan gaya sentripetal pada bumi.
Demikian
pula pada permainan roller coaster
‘halilintar’ penumpangnya tidak takut jatuh pada saat di puncak karena adanya
gaya sentripetal yang bekerja menuju pusat lintasan lingkaran.
Gambar 12.
Gaya Sentripetal juga bekerja pada coaster yang memiliki inersia oleh
kecepatannya sehingga berada di puncak lintasan tidak jatuh.
Pembahasan gaya sentripetal juga
banyak terdapat pada benda yang bergerak di sepanjang talang berbentuk
melingkar. Pembahasan semacam ini akan dijumpai pada bab usaha dan energi.
Gaya sentripetal tidak diperdalam lagi
karena telah dibahas pada bab terdahulu. Silakan kamu lihat kembali pada bab
Gerak Melingkar.
Tugas
Akhir Bab
Tugas 1

Sebuah mobil menarik
gerobak beroda. Tinjaulah mobil dan
gerobak sebagai satu sistem. Gambarkanlah semua gaya-gaya yang ada pada sistem tersebut dengan benar. Berapakah resultan gaya-gaya pada arah vertikal. Bila
massa mobil M1, massa
gerobak M2 dan massa
rantai penyambung diabaikan, serta percepatan sistem a, tentukan percepatan
tersebut!
Soal Latihan
Akhir Bab 5
Soal Pilihan Ganda
Pilihlah jawaban yang benar!
1. Koefisien gesek statis antara sebuah
lemari kayu dan lantai kasar suatu bak truk sebesar 0,75. Jadi, percepatan
maksimum yang masih boleh dimiliki truk agar lemari tetap tak bergerak terhadap
bak truk itu adalah . . . .
a. nol d.
7,5 m/s2
b. 0,75m/s2 e. 10 m/s2
c. 2,5 m/s2
2. Sebuah mobil massanya 2 ton dan
mula-mula diam. Setelah 5 detik kecepatan mobil menjadi 20 m/s. Gaya dorong
yang bekerja pada mobil ialah . . . .
a. 100 N d. 800 N
b. 200 N e.
8000 N
c. 400N
3. Apabila sebuah benda bergerak dalam
bidang datar yang kasar maka selama gerakannya. . . . .
a. gaya
normal tetap dan gaya
gesekan berubah
b. gaya
normal berubah dan gaya
gesekan tetap
c. gaya
normal dan gaya
gesekan kedua-duanya tetap
a, gaya
normal dan gaya
gesekan kedua-duanya berubah
e. gaya
normal dan gaya
gesekan kadang-kadang berubah dan tetap bergantian
4. Mobil 700 kg mogok di jalan yang
mendatar. Kabel horizontal mobil derek yang dipakai untuk menyeretnya akan
putus jika tegangan di dalamnya melebihi 1400 N (q = 10 m/s2). Percepatan maksimum yang
dapat diterima mobil mogok dan mobil derek adalah ....
a. 2 m/s2 d. 7
m/s2
b. 8 m/s2 e. 0 m/s2
c. 10 m/s2
5. Pada sebuah benda yang bergerak,
bekerja gaya sehingga mengurangi kecepatan gerak benda tersebut dari 10 m/s
menjadi 6 m/s dalam waktu 2 detik. Bila massa
benda 5 kg, besar gaya
tersebut adalah ....
a. 5N d.
10N
b. 6 N e. 11N
c. 8N
6. Peristiwa di bawah ini yang tidak
mempunyai hukum kelembaman adalah ....
a. Bila mobil yang
kita tumpangi direm mendadak, tubuh kita terdorong ke depan b. Bila kita berdiri di mobil, tiba-tiba mobil
bergerak maju tubuh kita terdorong ke
belakang.
c. Pemain ski yang
sedang melaju, tiba-tiba tali putus, pemain ski tetap bergerak maju.
d. Pemain sepatu roda
bergerak maju, tetap akan bergerak maju walaupun pemain itu tidak memberikan gaya.
e. Penerjun payung bergerak turun ke bawah walaupun tidak
didorong dari atas.
7. Suatu benda bermassa 2 kg yang sedang
bergerak, lajunya bertambah dari 1 m/s menjadi 5 m/s dalam waktu 2 detik bila
padanya beraksi gaya yang searah dengan gerak benda, maka besar gaya tersebut
adalah ....
a. 2 N d.
8 N
b. 4 N e.
10 N
c. 5 N
8. Benda massanya 2 kg berada pada
bidang horizontal kasar. Pada benda dikerjakan gaya 10 N yang sejajar bidang horizontal,
sehingga keadaan benda akan bergerak. Bila g = 10 m/s^2, maka koefisien gesekan
antara benda dan bidang adalah ....
a. 0,2 d. 0,5
b. 0,3 e. 0,6
c. 0,4
9. Sebuah benda massanya 4 kg terletak
pada bidang miring yang licin dengan sudut kemiringan 45 derajat terhadap
horizontal. Jadi, besar gaya
yang menahan benda itu…. (g = 10 m/s2)
a. 2
N d.
40 N
b. 8
N e.
40
N
c. 20
N
10. Sebuah elevator yang massanya 1500 kg
diturunkan dengan percepatan 1 m/s2. Bila percepatan gravitasi bumi
g = 9,8 m/s2, maka besarnya tegangan pada kabel penggantung sama
dengan……
a. 32400 N d.
14700 N
b. 26400 N e.
13200 N
c. 16200 N
11. Seorang yang massanya 80 kg ditimbang
dalam sebuah lift. Jarum timbangan menunjukkan angka 1000 newton. Apabila
percepatan gravitasi bumi = 10 m/s2 dapat disimpulkan bahwa....
a. massa orang di dalam lift menjadi 100 kg
b. lift sedang
bergerak ke atas dengan kecepatan tetap
c. lift sedang
bergerak ke bawah dengan kecepatan tetap
d. lift sedang
bergerak ke bawah dengan percepatan tetap
e. lift sedang
bergerak ke atas dengan percepatan tetap
12. Sebuah benda massanya 2 kg terletak
di atas tanah. Benda tersebut ditarik ke atas dengan gaya 30 N selama 2 detik lalu dilepaskan.
Jika percepatan gravitasi 10 m/s2, maka tinggi yang dapat dicapai
benda adalah :
a. 10 meter d. 18 meter
b. 12 meter e.
20 meter
c. 15 meter
13. Sebuah benda bermassa 20 kg terletak
pada bidang miring dengan sudut 30derajat
terhadap bidang horizontal, Jika percepatan gravitasi 9,8 m/s2
dan benda bergeser sejauh 3 m ke bawah, usaha yang dilakukan gaya berat
....
a. 60 joule d.
294,3 joule
b. 65,3 joule e. 588 joule
c. 294 joule
14. Sebuah benda yang beratnya W meluncur
ke bawah dengan kecepatan tetap pada suatu bidang miring kasar. Bidang miring
tersebut membentuk sudut 30 derajat dengan horizontal. Koefisien gesekan antara
benda dan bidang tersebut adalah ....
a. 1/2
W d.
1/3 
b. 1/2 W e.
1/2
c. ½
15. Sebuah benda yang massanya 1200 kg
digantungkan pada suatu kawat yang dapat memikul beban maksimum sebesar 15.000
N. Jika percepatan gravitasi bumi sama dengan 10 m/s2, maka harga
maksimum percepatan ke atas yang diberikan pada beban itu sama dengan ....
15.a. 2,5 m/s2 d.
22,5 m/s2
b. 10,0 m/s2 e. 12,5 m/s2
c. 7,5 m/s2
16. Seseorang yang massanya 50 kg
berdiri di dalam lift yang sedang
bergerak ke atas. Jika gaya tekan kaki orang
tersebut terhadap lantai lift 600 N, maka percepatan lift adalah …. m/s2
(g = 10 m/s2)
- 1
- 2
- 3
- 5
- 10
17. Sebuah benda digantungkan pada langit-langit
seperti gambar di bawah ini.
![]() |
T2
![]() |
w
w = berat
beban, massa tali diabaikan; T = gaya tegangan tali)
Gaya-gaya tersebut yang merupakan pasangan aksi-reaksi adalah ….
- w dan T1
- w dan T2
- T2 dan T3
- T1 dan T2
- T1 dan T3
18. Sebuah balok bermassa 5 kg berada di
atas lantai mendatar yang kasar. Balok tersebut dipengaruhi oleh dua buah gaya F1 = 60 N
ke kanan dan F2 = 35 ke kiri, jika balok bergerak dengan percepatan
tetap 3 m/s2, maka koefisien gesekan kinetik antara balok dan lantai
adalah …
a. 0,20
b. 0,25
c. 0,30
- 0,40
- 0,50
19. Sebuah benda yang meluncur pada
bidang miring yang kasar akan mendapat gaya
gesekan. Gaya
gesekan tersebut tidak
ditentukan oleh :…
- massa benda
- Gaya normal
- Sudut kemiringan bidang
- Kecepatan benda
- Kekasaran permukaan bidang.
20.
Grafik percepatan (a) sebagai fungsi
resultan gaya
pada suatu benda adalah sebagai berikut . Massa
benda tersebut adalah …. a (m/s2)
Grafik percepatan (a) sebagai fungsi
resultan gaya
pada suatu benda adalah sebagai berikut . Massa
benda tersebut adalah …. a (m/s2)
a. 0,3 Kg 10
a.
0,4 Kg
b.
0,6 Kg 5
c.
|
d.
1,0 Kg 3 6
21. Sebuah
benda dengan massa 20 kg (g = 10 m/s2)
terletak pada bidang miring dengan sudut miring a (Sin
). Gaya normal bidang terhadap normal adalah …
a. 80 N c.
160 N
b. 100 N d. 200 N
c.150 N
22. Benda dengan massa m berada pada bidang miring dengan
kemiringan qjika besarnya gravitasi g dan papan licin sempurna,
besarnya percepatan benda …
a.
g cos q d.
½ g sin q
b.
g tan q e.
½ g cos q
c.
g sin q
23. Sebuah
balok dengan massa 5 Kg terletak pada lantai mendatar yang licin, dipengaruhi
gaya F = 15 N yang bersudut 370 terhadap arah mendatar (tan 370
= 0,75). Jika g = 10 m/s2 percepatan gerak
balok adalah …..
a.
1,8
m/s2 c.
4,17 m/s2
b.
2,25
m/s2 d.
5,01 m/s2
c.
2,4
m/s2
![]() |
24. Seorang pengendara sepeda motor
mengelilingi suatu kendaraan yang jari-jarinya 20 m dengan kelajuan 72 Km/ jam.
Jika massa totalnya 200 Kg maka gaya sentripetalnya adalah
….
a.
2.000
N c. 4.000 N
b.
2.500
N d. 5.194 N
c.
3.000
N
25. Benda bermassa 100 gram bergerak
melingkar dengan jari-jari 0,5 m dan percepatan sudut 2 rad/s2.
Benda tersebut mengalami gaya
sentripetal sebesar …
a.
0,1
N c. 0,6 N
b.
0,2
N d. 0,8 N
c.
0,4
N
Soal Uraian
Jawablah dengan benar soal-soal
berikut ini!
1. Sebuah
lampu digantung seperti pada gambar.
Berapakah gaya tegangan talinya ?

2. Sebuah lampu digantung
seperti pada gambar.
Berapakah gaya tegangan talinya ?

5. Dari gambar disamping ini.
Tentukan :
a. Gaya
tegangan tali
b. Gaya
yang dikerjakan engsel terhadap balok penopang.
Jika massa
balok diabaikan.
6.
Kendaraan
yang massanya 1000 kg bergerak dari kecepatan 10 m/det menjadi 20 m/det selama
5 detik.
Berapakah gaya
yang bekerja pada benda ?
7.
Kendaraan
dengan massa
1000 kg mempunyai rem yang menghasilkan 3000 N.
a. Kendaraan bergerak
dengan kecepatan 30 m/det, di rem.
Berapa lama rem bekerja sampai kendaraan
berhenti.
b. Berapa jarak yang
ditempuh kendaran selama rem bekerja ?
8.
Sebuah
benda mendapat gaya sebesar 30 N, sehingga dalam waktu 6 detik kecepatannya
menjadi 30 m/det dari keadaan diam.
Berapa berat benda jika
g = 10 m/det2.
9.
Pada
sebuah benda yang mula-mula berada dalam keadaan tidak bergerak bekerja gaya K selama 4,5 detik.
Setelah itu K dihilangkan dan gaya
yang berlawanan arahnya dengan semula dan besarnya 2,25 N mulai bekerja pada
benda tersebut, sehingga setelah 6 detik lagi kecepatannya = 0. Hitunglah gaya K.
10.
Benda
massanya 10 kg tergantung pada ujung kawat. Hitunglah besarnya tegangan kawat,
jika :
a. Benda ke atas dengan
percepatan 5 m/det2.
b. Benda ke bawah
dengan percepatan 5 m/det2.
11.
Seutas
tali dipasang pada kantrol dan ujung-ujung tali di beri beban 4 kg dan 6 kg.
Jika gesekan tali dengan katrol diabaikan, hitung :
a. Percepatan.
b. Tegangan tali.
![]() |
m1 = 5 kg
m2 = 3 kg
Jika F = 90 N, hitunglah :
a. Percepatan m1
b. Percepatan m2
|
13. Seandainya
benda-benda yang massanya mA = 20 kg dan mB = 50 kg
disusun sedemikian hingga terjadi kesetimbangan, dengan tg q = 3/4
Hitunglah mC jika lantai pada bidang miring licin
sempurna.
Hitunglah 2 kemungkinan jawab untuk mC jika bidang
miring kasar dengan koefisien gesekan statis 0,3

14. Sebuah benda
berada di atas bidang datar kasar dengan koefisien gesekan statis 0,4 dan
koefisien gesekan kinetik 0,3 jika massa benda 10 kg, ditarik dengan gaya 50
newton mendatar, jika mula-mula diam, setelah 5 detik gaya 50 newton
dihilangkan, hitunglah jarak yang ditempuh benda mulai bergerak hingga berhenti
kembali.
15. Sebuah benda berada dibidang
miring kasar dengan sudut kemiringan 37o dan koefisien gesekan
kinetiknya 0,2 Jika massa benda 5 kg dan ditarik dengan gaya 10 newton,
tentukan arah gerak benda, tentukan pula jarak yang ditempuhnya selama 5 detik
jika mula-mula dalam keadaan diam.
16.
Sebuah mobil mula – mula bergerak dengan kecepatan 36 km/jam, 10
detik kemudian kecepatan mobil 72 km/jam. Tentukan gaya
yang dilakukan mesin mobil untuk menggerakan mobil jika massa 1 ton ?
17.
Seorang siswa mempunyai
massa 50 kg. Jika percepatan gravitasi di bumi 9,8 m/s2, dan
percepatan gravitasi di bulan 1,6 m/s2, berapakah
berat siswa tersebut di bumi ? Berapa beratnya di bulan ?
18. Mengapa pada saat di dalam bus yang melaju sambil membelok ke kanan
kita serasa terdorong ke kiri, dan sebaliknya saat bus membelok ke kiri kita
serasa terdorong ke kanan ?
19. Menara pisa
salah satu keajaiban dunia, terkenal sebagai menara yang miring. Dan kemiringan
itu selalu bertambah setiap waktu. Mengapa demikian ? Dapatkah laju kemiringan
itu dihentikan ?

20.
Bagaimana seandainya yang duduk di bawah pohon apel dan kejatuhan buah
apel pada saat itu bukan Isaac Newton melainkan dirimu?

21.
Sebuah mobil menempuh belokan pada jalan datar, yang memiliki
jari-jari kelengkungan 9 m. Koefisien gesekan statis antara ban dan jalan 0,4
dan g = 10 m/s2. Berapa kelajuan maksimum yang diperbolehkan agar
mobil dapat membelok tanpa slip.
22.
Dua benda dilepas dari ketinggian yang sama pada bidang
miring yang sudut kemiringannya 300, g = 10 m/s2. Jika massa benda pertama
dua kali massa
benda kedua. Tentukan perbandingan percepatan benda pertama dengan benda kedua.
23.
Benda m1 dan m2 masing-masing bermassa 10 kg dan 5 kg
dihubungkan dengan tali melalui sebuah katrol seperti pada gambar , g = 10 m/s2.
Tentukan
a. percepatan sistem
b. besarnya tegangan tali
m2
24.
Gambar di bawah ini
menunjukkan sebuah katrol tanpa gesekan yang digunakan untuk mengangkat beban.
Berapa gaya F
yang diperlukan untuk mengangkat beban 2 kg supaya beban itu dinaikkan dengan
percepatan 1 m/s2 , g = 10m/s
Gambar di bawah ini
menunjukkan sebuah katrol tanpa gesekan yang digunakan untuk mengangkat beban.
Berapa gaya F
yang diperlukan untuk mengangkat beban 2 kg supaya beban itu dinaikkan dengan
percepatan 1 m/s2 , g = 10m/s![]() |
25.
Dua buah balok massanya berturut-turut m1
= 4kg dan m2 = 8 kg diletakkan di atas bidang datar licin saling
bersentuhan seperti pada gambar. Bila sistem diberi gaya F sebesar 24 N dengan arah mendatar,
tentukanlah :
a.
percepatan sistem.
b.
besarnya gaya
kontak antar kedua balok.
26.
Benda yang massanya 100 gram melakukan gerak melingkar
beraturan sebanyak 120 kali tiap menit. Jari-jari lingkarannya 20/
2 cm dan kecepatannya 3 m/s.
Hitunglah :
a.
periode
getaran
b.
gaya sentripetal yang dialami benda
27.
Sebuah benda dengan massa 4 kg meluncur pada bidang datar
licin dengan kecepatan 30 m/s, kemudian diberi gaya 10 N kearah belakang,
hitunglah :
a.
Perlambatan
benda
b.
Waktu
hingga benda berhenti
c.
Jarak
dari awal hingga benda berhenti
28.
Dua balok bermassa m1 = 2,3 kg, dan m2 =
1,2 kg bersentuhan di atas meja kasar . Balok m2 di sebelah kanan
balok m1. Sebuah gaya
horisontal mengarah ke kanan sebesar F =
3,2 N bekerja pada balok m1. Tentukan:
a.
Percepatam
sistem
b.
Gaya kontak antara kedua balok.

29.
Dua balok dihubungkan oleh tali seperti ditunjukkan gambar
di bawah. Sudut bidang miring terhadap horizontal adalah 42o , dan balok
di atas bidang miring bermassa 6.7 kg.
a.
Tentukan massa
balok yang menggantung agar system setimbang.
b.
Hitung gaya
tegangan tali.

17. Manakah di antara
balok-balok berikut ini yang bergerak, jika F1 = F2 = F3
= 10 N

Rangkuman
1. Gaya
adalah interaksi antara sebuah benda
dengan lingkungannya yang berupa tarikan atau dorongan yang dapat
menimbulkan perubahan gerak, sehingga menimbulkan percepatan
atau perlambatan.
2.
Arah percepatan selalu searah dengan arah gaya. Arah tersebut
ditunjukkan dengan arah anak panah.
Sedangkan panjang garis mewakili besar gaya.
Arah percepatan selalu searah dengan arah gaya. Arah tersebut
ditunjukkan dengan arah anak panah.
Sedangkan panjang garis mewakili besar gaya.
|
3.
Resultan gaya
merupakan jumlah vektor dari gaya-gaya, diberi simbol R atau FR.
a. bila gaya-gaya searah,
resultan gaya
: R = F1 + F2
b.
bila gaya-gaya berlawanan arah : R =
F1 – F2
c. bila gaya-gaya saling tegak lurus : R = 
d.
bila
gaya-gaya saling jajaran genjang : R = 
4.
Gaya berat
merupakan hasil kali antara massa
dan perpindahan.
w
= m . g
5. Hukum I Newton menyatakan bahwa, sebuah
benda akan tetap diam atau tetap bergerak lurus beraturan jika tidak ada
resultan gaya
yang bekerja pada benda itu. Jadi.
S F
= 0
6. Hukum
II Newton menyatakan bahwa, resultan gaya yang
bekerja pada benda yang bermassa konstan adalah setara dengan hasil kali massa
benda dengan percepatannya.
S F = m . a
7. Hukum
III Newton menyatakan bahwa, gaya-gaya aksi dan reaksi oleh dua buah benda pada
masing-masing benda adalah sama besar dan berlawanan arah.
S Faksi = - S Freaksi
8. Gaya
normal (N) adalah gaya tekan suatu permukaan terhadap benda yang bersentukan
dengan permukaan tersebut.
Bila permukaan tersebut adalah bumi
maka N = w cosq
9.
Gaya gesekan merupakan gaya antara
benda dengan bidang tumpu yang arahnya senantiasa berlawanan dengan arah gerak
benda. Ada dua jenis gaya gesek yaitu :
a.
gaya
gesek statis (fs) : bekerja pada saat benda diam (berhenti) dengan
persamaan : fs = ms N
b.
gaya gesek kinetis (fk) :
bekerja pada saat benda bergerak dengan persamaan : fk = mk. N
10. Gaya
sentripetal bekerja pada benda yang bergerak melingkar. Gaya ini selalu mengarah ke pusat orbit
lingkaran.
F = m.a atau F = m.
= m. w2 . r
SOAL-SOAL AKHIR
SEMESTER GASAL
Soal
Pilihan Ganda
Pilihlah
jawaban yang paling benar!
1. Sesudah
tahun 1960 “General Conference of Weight and Meassures” mendefinisikan kembali
meter standar yang dikaitkan dengan panjang gelombang cahaya. Standar baru ini
dipilih sebab ….
a. Suhu
/ tekanan udara luar tidak dapat dibuat konstan.
b. Standar
baru ini lebih mudah dan lebih teliti dapat dihasilkan kembali.
c.
Hal ini lebih mudah diterima dalam dunia pengetahuan
modern.
d. Standar
baru ini lebih bersifat universal
e.
Penskalaan pada batang meter menyebabkan
ketidaktelitian.
2. Dalam
SI satuan waktu adalah detik yang sampai sekarang sering didefinisikan sebagai
1/31556925,9747 dari tahun tropikal 1900. Pemilihan tahun yang khusus untuk
pendifinisan ini menunjukkan bahwa ….
a. Mengutamakan
tahun 1900 untuk pengukuran waktu yang teliti adalah tidak mungkin.
b. “General
Conference” yang pertama diadakan tahun 1900.
c.
Tahun tropikal adalah kejadian yang jarang.
d. Periode orbital bumi adalah variabel.
e.
Tahun
1900 adalah tahun permulaan abad baru.
3. Dengan
menggunakan rumus-rumus tertentu tidak mungkin mendapatkan suatu besaran dari
sekumpulan data yang diketahui. Kumpulan data berikut ini yang menghasilkan
besaran pokok adalah ….
a. Jarak
tempuh = 30 m, waktu yang dibutuhkan = 6 detik.
b. Gaya = 48 N, luas daerah yang dikenai gaya = 16 m2.
c.
Kecepatan awal = 5 m/det, percepatan = 4 m/det2
, kecepatan akhir = 25 m/det.
d. Gaya = 48 N , massa
= 12 kg.
e.
Percepatan = 16 m/s2, menimbulkan gaya = 32 N
4. Diantara
kelompok besaran berikut, yang termasuk kelompok besaran pokok dalam sistem Internasional adalah ….
a. Panjang,
luas, waktu, jumlah zat
b. Kuat
arus, intersitas cahaya, suhu, waktu
c.
Volume, suhu, massa,
kuat arus
d. Kuat
arus, panjang, massa, tekanan
e.
Intensitas cahaya, kecepatan, percepatan, waktu
5. Kelompok
besaran di bawah ini yang merupakan kelompok besaran turunan adalah …
a. Panjang,
lebar dan luas
b. Kecepatan,
percepatan dan gaya
c.
Kuat arus, suhu dan usaha
d. Massa, waktu, dan percepatan
e.
Intensitas cahaya, banyaknya zat dan volume
6. Tiga
besaran di bawah ini yang merupakan besaran skalar adalah ….
a. Jarak,
waktu dan luas
b. Perpindahan,
kecepatan dan percepatan
c.
Laju, percepatan dan perpindahan
d. Gaya, waktu dan induksi
magnetic
e.
Momentum, kecepatan dan massa
7. Dari hasil besaran-besaran di bawah ini yang termasuk vektor
adalah …
a. Gaya, daya dan usaha
b. Gaya, berat dan massa
c.
Perpindahan, laju dan kecepatan
d. Kecepatan,
momentum dan berat
e.
Percepatan, kecepatan dan daya
8. Massa jenis air adalah 1 gram tiap cm3. Massa jenis air itu sama dengan :
a. 1000
gam tiap m3
b. 1000
gram tiap liter
c.
1000 kg tiap m3
d. 10
gram tiap liter
e.
1 gram tiap liter
9. Hasil
pengukuran 890.000 m dapat ditulis menjadi ….
a. 89,0
x 105 m
b. 8,90
x 104 m
c.
8,9 x 104 m
d. 8,9
x 105 m
e.
8,9 x 106 m
10. Dua
gaya berkekuatan 4 N dan 6 N.
Resultan yang tak mungkin terbentuk oleh keduanya adalah …
a. 1
N
b. 2
N
c.
4 N
d. 8
N
e.
10 N
11. Rumus dimensi momentum adalah ....
a. MLT-3
b. ML-1T-2
c.
MLT-1
d. ML-2T-2
e.
ML-1T-1
12. Rumus dimensi daya adalah ….
a. ML2T-2
b. ML3T-2
c.
MLT-2
d. ML2T-3
e.
MLT-3
13. Dari hasil pengukuran panjang, lebar dan
tinggi suatu balok adalah 5,70 cm; 2,45
cm dan 1,62 cm. Volume balok dari hasil pengukuran tersebut adalah ……. cm3
a. 23,0
b. 22,60
c.
22,62
d. 623
e.
6233
14. Dari hasil pengukuran panjang batang baja
dan besi masing-masing 1,257 m dan 4,12 m. Jika kedua batang disambung, maka
berdasarkan aturan penulisan angka penting, panjangnya adalah ….. m
a. 5,380
b. 5,38
c.
5,377
d. 5,370
e.
5,37
15. Dari hasil pengukuran di bawah ini yang
memiliki tiga angka penting adalah ….
a. 1,0200
b. 0,1204
c.
0,0204
d. 0,0024
e.
0,0004
16. Sebuah perahu menyeberangi sungai yang
lebarnya 180 meter dan kecepatan arus airnya 4 m/s. Bila perahu di arahkan
menyilang tegak lurus sungai dengan kecepatan 3 m/s, maka setelah sampai diseberang
perahu telah menempuh lintasan sejauh …. meter
a. 100
b. 240
c.
300
d. 320
e.
360
17. Vektor
F1 = 20 N berimpit sumbu x positif, vektor F2 = 20 N
bersudut 120°
terhadap F1 dan F3
= 24 N bersudut 240° terhadap F1.
Resultan ketiga gaya pada pernyataan di atas adalah ....
a. 4 N searah F3
b. 4 N berlawan arah dengan F3
c.
10 N
searah F3
d. 16 N searah F3
e.
16 N
berlawanan arah dengan F3
18. Dua
buah gaya bernilai 4 N dan 6 N. Resultan gaya tersebut tidak
mungkin bernilai ….. N
a. 1
b. 2
c.
4
d. 6
e.
10
19. Jika sebuah vektor 12 N diuraikan menjadi
dua buah vektor yang saling tegak lurus dan yang sebuah dari padanya membentuk
sudut 30o dengan vektor itu, maka besar masing-masing komponennya adalah
....
a. 3 N dan 3
N
b. 3 N dan 3
N
c.
6 N
dan 3
N
d. 6 N dan 6
N
e.
6 N
dan 6
N
20. Sebuah
benda dilempar vertikal ke atas dari tanah dengan kecepatan awal 10 m/det.
Percepatan gravitasi bumi adalah 10 m/det2. Benda itu mencapai
tinggi maksimum sebesar ....
a. 5
m
b. 6
m
c.
6,5 m
d. 7
m
e.
7,5 m
21. Dua
buah mobil A dan B bergerak berlawanan arah, masing-masing dengan kecepatan VA
= 10 m/det dan VB = 12 m/det. Maka kecepatan mobil A terhadap mobil
B adalah ....
a. 22
m, searah dengan gerak mobil A
b. 2
m, searah dengan gerak mobil A
c.
22 m, searah dengan gerak mobil B
d. 2
m, searah dengan gerak mobil B
e.
22 m, tegak lurus dengan gerak mobil A
22. Pada
papan peluncur dengan sudut miring 30º diletakkan benda dengan massa 10 kg. ms
= 0,3 dan mk
= 0,2 ; g = 9,8 m/det2. Jarak yang ditempuh benda selama 6 detik setelah
dilepaskan adalah ....
a. 60,3
m
b. 59,2
m
c.
57,6 m
d. 75
m
e.
76,5 m
23. Dua
buah benda mempunyai massa
8 kg dan 12 kg dihubungkan dengan tali dan digantungkan pada sebuah katrol.
Bila berat tali dan sekan pada katrol diabaikan, maka percepatan benda-benda
tersebut adalah ....
a. 1,96
m/det2
b. 2
m/det2
c.
2,9 m/det2
d. 3,26
m/det2
e.
4,9 m/det2
24. Sebuah
lift dengan massa
1500 kg turun dengan percepatan 1 m/det2 ; g = 9,8 m/det2.
Tegangan kawat baja penggantung lift tersebut adalah ....
a. 12.000
newton
b. 13.200
newton
c.
13.500 newton
d. 15.000
newton
e.
15.500 newton
25. Jika
sebuah partikel bersama-sama melakukan gerak lurus beraturan dalam arah
mendatar dan gerak lurus dipercepat beraturan dalam arah vertikal ke bawah,
maka lintasannya akan berbentuk ....
a. Garis
lurus miring ke bawah
b. Parabola
c.
Lintasan peluru
d. Hiperbola
e.
Linier
26. Sebuah
benda dengan massa
5 kg terletak di kaki bidang miring dengan sudut miring 30º. Panjang bidang
miring 25 m. Kecepatan awal benda di kaki bidang miring = 50 m/det ; g = 10
m/det2. Berapa kecepatan benda di puncak bidang miring jika benda
mengalami gesekan dengan mk = 
?
a. 21
m/det
b. 20
m/det
c.
10Ö21 m/det
d. 10Ö29
m/det
e.
10 m/det
27. Dua
mobil P dan Q berjalan pada jalan lurus mendatar. P kecepatannya bertambah dari
60 menjadi 70 km/jam dalam waktu 1 detik. Q berangkat dari keadaan diam sampai
mencapai kecepatan 10 km/jam dalam waktu 1 detik juga . Maka ....
a. Percepatan
P sama dengan percepatan Q
b. Percepatan
P 6 kali percepatan Q
c.
Percepatan P 1/6 kali percepatan Q
d. Percepatan
P 7 kali percepatan Q
e.
Percepatan P 6/7 kali percepatan Q
28. Pada
kecepatan yang tinggi sebuah mobil mempercepat dengan percepatan 0,5 ms-2.
Waktu yang diperlukan untuk mempercepat dari 90 km/jam menjadi 100 km/jam
adalah ....
a. 20
det
b. 2
det
c.
5,6 det
d. 56
det
e.
65 det
29. Jarak
berhenti sebuah mobil yang berjalan dengan laju 72 km/jam apabila diperlambat
dengan 4 ms-2 adalah .....
a. 20
m
b. 50
m
c.
70 m
d. 100
m
e.
120 m
30. Dari
menara yang tingginya 20 m dijatuhkan bola P tanpa kecepatan awal. Satu detik
kemudian dijatuhkan bola Q. Dua bola itu akan terpisah sejauh 10 meter setelah
bola P jatuh selama ....detik. Diketahui g = 10 m/s2
a. 1
detik
b. 1,5
detik
c.
2 detik
d. 2,5
detik
e.
3 detik
31. Sebuah
bola dilemparkan vertikal ke atas hingga mencapai ketinggian maksimum 5 m di
atas tanah. Bola itu berada di udara selama......
a. 1
detik
b. 2
detik
c.
3 detik
d. 4
detik
e.
5 detik
32. Dua
kereta api A dan B saling mendekati pada lintasan sejajar. Laju A dan B
terhadap tanah masing-masing adalah 80 km/jam. Jika pada suatu saat kereta api
terpisah sejauh 1 km, dua kereta api itu akan berpapasan setelah.....
a. 12
menit
b. 10
menit
c.
8 menit
d. 5
menit
e.
2 menit
33. Sebuah
benda mengalami gerak lurus berubah beraturan, jika …
a. percepatannya
sama dengan nol.
b. kecepatannya
konstan
c.
jarak yang ditempuh bertambah secara beraturan
d. kelajuannya
bertambah secara beraturan
e.
perpindahnnya sama dengan nol
34. Suatu
benda melakukan gerak melingkar, pada saat t = 0 kecepatan angulernya 10 rad/s. 3 detik
kemudian besar sudut yang ditempuh 39 rad maka kecepatan sudut pada saat t = 5
detik adalah …
a. 5
rad/s
b. 10
rad/s
c.
18 rad/s
d. 20
rad/s
e.
25 rad/s
35. Dalam
waktu 2 detik, sebuah roda yang berotasi murni, mengalami perubahan kecepatan
dari 4 rad/s menjadi 20 rad/s secara beraturan. Sebuah titik terletak 30 cm
dari poros roda. Besar percepatan tangensial yang dialami titik tersebut adalah
… m/s2
a. 240
b. 26,7
c.
4,8
d. 2,4
e.
0,27
36. Sebuah
benda bergerak melingkar berubah beraturan dengan kelajuan anguler mula-mula 6 rad/s. Setelah 4 detik
kelajuan angulernya 14 rad/s. Jika jari-jari 10 meter, maka percepatan linier
yang dialami benda tersebut adalah ….. m/s2
a. 280
b. 120
c.
60
d. 40
e.
20
37. Salah
satu cara yang benar untuk
memperbesar gaya
centripetal pada benda yang bergerak melingkar adalah .…
a. memperkecil
jari-jari lingkaran
b. memperkecil
massa benda
c.
memperkecil frekuensi putaran
d. memperbesar
periode putaran
e.
memperkecil kecepatan sudut
38. Pernyataan
massa dan berat
berikut ini yang benar, kecuali ....
a. Massa dan berat adalah
besaran fisika yang sama dinyatakan dalam satuan yang berbeda.
b. Massa adalah milik benda sendiri, tetapi berat adalah
akibat interaksi dua benda.
c.
Berat benda sebanding dengan massanya.
d. Meskipun
dalam suatu lingkungan benda tidak mempunyai berat tetapi massa benda itu tetap tidak berubah.
e.
Massa dan berat adalah
sama saja
39. Meja
licin, gaya F =
60 N, m1 = 10 kg, m2 = 20 kg dan m3 = 30 kg.
Maka tegangan tali T1 dan T2 adalah ....
a. 10
N dan 30 N
b. 10
N dan 20 N
c.
20 N dan 30 N
d. 20
N dan 40 N
e.
30 N dan 40 N
40. Mobil
yang massanya 2000 kg bergerak dengan kecepatan 30 km/jam direm hingga berhenti
pada jarak 25 m. Gaya rata-rata yang digunakan untuk rem adalah ....
a. 3600
N
b. 2800
N
c.
280 N
d. 80
N
e.
60 N
41. Sebuah
gaya bila
dikenakan pada benda I menimbulkan percepatan 4 m/det2 dan bila
dikenakan pada benda II menimbulkan percepatan sebesar 12 m/det2.
Bila benda I dan II diikat jadi satu kemudian dikenai gaya itu, maka percepatan yang diperoleh
adalah....
a. 1
m/det2
b. 2
m/det2
c.
3 m/det2
d. 25
m/det2
e.
1 m/det2
42. Roket
yang massanya 2.106 kg menghasilkan gaya angkat awal sebesar 2,5 . 107
newton. Percepatan pada awal peluncuran vertikal itu adalah ....
a. 2,5
m/det2
b. 5
m/det2
c.
12,5 m/det2
d. 25
m/det2
e.
1 m/det2

43. Katrol
licin, g = 9,8 m/det2 untuk menaikkan beban dengan kecepatan tetap
maka diperlukan F sebesar ....
a. 9,8
N
b. 49
N
c.
98 N
d. 245
N
e.
45 N
44. Seorang
wisatawan yang massanya 60 kg bepergian dari kota
P di mana g = 9,79 m/det2 ke kota
Q di mana g = 9,81 m/det2. Berat wisatawan itu ....
a. tetap
b. berkurang
1,2 N
c.
bertambah 1,2 N
d. bertambah
2,1 N
e.
semua jawaban salah
45. Sebuah
anak timbangan digantungkan dengan tali pada langit-langit lift. Dari keadaan
berikut ini tegangan tali paling besar pada keadaan ....
a. Lift
dalam keadaan diam
b. Lift
bergerak ke atas dengan kecepatan tetap
c.
Lift bergerak ke atas dengan percepatan tetap
d. Lift
bergerak ke bawah dengan percepatan tetap
e.
Lift bergerak naik turun
Soal-soal
Uraian
Jawablah
dengan benar!
- Persamaan gaya gerak listrik suatu
induktor dapat ditulis dengan e
=
, dimana e adalah gaya gerak listrik dalam volt, L adalah
induktansi diri dalam henry,
adalah perubahan
arus listrik tiap perubahan waktu. Tentukan dimensi dari L. - Hafidz lari pagi mengelilingi lapangan berbentuk empat persegi
panjang dengan panjang 100 m dan lebar 50 m. Setelah melakukan tepat 5
putaran dalam waktu 15 menit, Hafidz berhenti.
Tentukan:
a. Jarak yang ditempuh Amri
b. Perpindahan Amri
c. Kelajuan rata-rata Amri
d. Kecepatan rata-rata Amri - Suatu mobil bergerak dipercepat beraturan dengan kecepatan awal 7,2 km/jam dan mempunyai percepatan 4 m/det2. Setelah menempuh jarak 112 m, gerakannya menjadi beraturan dengan kecepatan yang didapat pada saat itu. 15 detik kemudian diganti lagi dengan perlambatan yang beraturan sebesar 8 m/det2.
a. Setelah
berapa detik mobil itu berhenti?
b. Berapa
panjang jarak seluruhnya?
- Sebuah roda berdiameter 5 m. Mula-mula berhenti dan kemudian berputar dengan percepatan teratur hingga dalam waktu 10 detik kecepatan sudutnya menjadi 200 rad/det. Tentukanlah percepatan sudutnya dan sudut seluruhnya yang telah ditempuh oleh roda tersebut.
Bila massa A =
10 kg, massa B = 8 kg dan massa katrol = 2 kg, koefisien gesek bidang
dengan benda A = 0,25. Gesekan tali dengan katrol diabaikan, hitunglah percepatan benda A !
RSS Feed
Twitter
20.48
Unknown



































Posted in
Microtouch Titanium Trimmer - Stainless Steel - Tiadons
BalasHapusDescription. Microtouch Titanium Trimmer has been designed in small batches. remmington titanium It has an excellent design and 벳 인포 features a durable material titanium vs stainless steel that Handle height: 6ft revlon titanium max edition Rating: 4.5 · titanium white dominus price 10 reviews